Terkini Nasional

Korban Kasus Dugaan Pelecehan di KPI Pernah 2 Kali Lapor Polisi, Pengacara Bongkar Tanggapan Aparat

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Logo Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Terbaru, viral di media sosial curhatan seorang pria yang mengaku sebagai pegawai KPI Pusat menerima perundungan dan pelecehan dari rekan kerja sesama pria.

TRIBUNWOW.COM - Dugaan perundungan dan pelecehan seksual yang terjadi di internal Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi perhatian serius.

Kasus yang dialami terduga korban berinisial MS tersebut baru mencuat ke publik dan viral di media sosial.

Ternyata, MS pernah melaporkan kejadian yang menimpanya selama bertahun-tahun itu ke Polsek Gambir, Jakarta.

Baca juga: Fakta Viral Pegawai KPI Ngaku Dilecehkan dan Dibully Rekan Kerja, Terduga Pelaku Bakal Dinonaktifkan

Hal itu disampaikan oleh pengacara MS, Mualimin Wadah.

Mualimin menegaskan, MS yang merupakan pegawai di KPI telah dua kali melaporkan rekan-rekan sekantornya yang melakukan perundungan dan pelecehan terhadapnya.

Namun, laporan yang disampaikan MS tidak ditanggapi karena dianggap tak memiliki cukup bukti.

"Ia betul (pernah buat laporan ke Polsek Gambir). Ya jadi ditanya (oleh polisi), waktu dilecehkan bareng-bareng itu buktinya apa," kata Mualimin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/9/2021).

"Loh sebagai korban ya tidak punya bukti visual. Foto atau apa ya tidak sempat."

"Justru korban yang difoto oleh pelaku dan tidak tau foto itu di mana," tegas Mualimin.

Baca juga: Bertahun-tahun Dilecehkan Senior, Pegawai KPI sampai Minta Tolong Jokowi, Curhatannya Viral

Baca juga: Jadi Korban Pelecehan Semasa Kuliah, Maia Estianty Tak Segan Langsung Tinju: Dia Berani Ganggu

MS akhirnya membongkar kisah perundungan dan pelecehan yang dialaminya ke publik.

Mualimin memastikan, kisah MS yang kini viral di media sosial tersebut benar adanya.

Tulisan itu memang dibuat oleh Mualimin selaku penasihat hukum MS.

Namun, tulisan itu dibuat berdasarkan cerita langsung dari MS dan atas persetujuan MS.

"Jadi memang bukan MS langsung yang menuliskan, tapi berdasarkan keterangan dan persetujuan dia," kata Mualimin.

Baca juga: Gofar Hilman Mengaku Down Disudutkan karena Dugaan Kasus Pelecehan Seksual: Itu Gak Fair Buat Gue

Kini, MS yang merupakan pegawai kontrak KPI itu telah melaporkan kasus yang dialaminya ke Polres Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2021) malam.

MS melaporkan lima orang pegawai KPI inisial RM, FP, RT, EO dan CL yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus

"Yang dilaporkan pertama RN, MP, RT, dan EO dan ke lima CL," kata Yusri dalam keterangannya, Kamis (2/9/2021).

Yusri mengatakan, berdasarkan pengakuan MS, pelecehan terjadi di ruang kerja gedung KPI.

"MS melaporkan pada waktu itu dia sedang bekerja di ruang kerja tiba-tiba datang para terlapor sebanyak 5 orang."

"Kemudian melakukan hal hal tidak senonoh itu pengakuannya yang kemudian dilaporkan,"
kata Yusri.

Polisi kini tengah mendalami kasus tersebut dan memeriksa saksi-saksi dan para terlapor.

Baca juga: Dapat Aduan, Hotman Paris Bongkar YouTuber Lakukan Dugaan Pelecehan ke Banyak Wanita: Masalah Serius

Cerita Perundungan dan Pelecehan MS

Pelecehan dan perundungan ini bahkan sudah dialami MS sejak 2012 silam.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (2/9/2021), MS mengaku kerap diintimidasi dan dilecehkan rekan kerja seniornya.

Tak hanya itu, ia juga kerap dipaksa membelikan makan layaknya seorang pesuruh di kantor.

MS merupakan seorang karyawan kontrak di KPI.

Meski sudah menikah dan memiliki anak, MS tetap menjadi korban pelecehan sesama pria di kantornya.

"Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja," ujar MS.

"Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh."

Saking banyaknya, MS bahkan sampai tak ingat sudah berapa kali ia dilecehkan, dipukul, dimaki, dan dirundung oleh para pelaku.

Ia mengaku tak berdaya karena tak memiliki teman yang bisa melindunginya di kantor.

"Mereka beramai-ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya," ucapnya.

Akibat kejadian itu, MS mengalami trauma berat dan kehilangan kestabilan emosi.

Terkadang ia tiba-tiba menggebrak meja saat teringat pelecehan yang dialami.

"Kadang di tengah malam, saya teriak teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan itu begitu membekas, diriku tak sama lagi usai kejadian itu, rasanya saya tidak ada harganya lagi sebagai manusia, sebagai pria, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga," katanya.

MS pernah mengadukan pelecehan dan perundungan yang dialaminya ke Komnas HAM.

Namun, ia justru diminta menyelesaikan masalah ini secara internal dengan pihak KPI.

Keputusan tersebut membuat MS semakin dipojokkan dicibir para rekan kerja seniornya.

"Dengan rilis pers ini, saya berharap Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia mau membaca apa yang saya alami," ucap MS.

"Tolong saya. Sebagai warga negara Indonesia, bukankah saya berhak mendapat perlindungan hukum? Bukankah pria juga bisa jadi korban bully dan pelecehan? Mengapa semua orang tak menganggap kekerasan yang menimpaku sebagai kejahatan dan malah menjadikanya bahan candaan?" (TribunWow.com/Rilo/Tami)

Baca artikel lain terkaitĀ 

Artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul "Bantah Polisi, Pengacara Pastikan MS Pernah Laporkan Pelecehan Seksual di KPI, tapi Tak Ditanggapi" dan "Polisi Sebut Dugaan Pelecehan Seksual Dialami Pegawai KPI di Ruang Kerja" dan Tribunnews.com dengan judul Nasib 7 Pelaku Pelecehan Seksual Karyawan KPI Pusat, Sanksi Tegas Diterapkan, dan Minta Tolong ke Jokowi, Heboh Karyawan KPI Ngaku Korban Pelecehan Sesama Pria oleh Rekan Kerja