Terkini Daerah

Motif Ketua AKAR Jabar Lukai Diri di Balkot Bandung, Bukan Buat Akhiri Hidup, Begini Kata sang Istri

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Kafe dan Restoran Indonesia Jabar berdiskusi dengan Pemkot Bandung mengenai kondisi kafe dan restoran, Jumat (30/7/2021).

TRIBUNWOW.COM - Setelah nekat melukai diri menggunakan pisau, kondisi Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat, berinisial GB (39) berangsur membaik.

Dilansir TribunWow.com, kini, ia sudah bisa kembali bercanda meski masih harus dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pria yang akrab disapa Bonbon itu menghebohkan publik setelah melukai diri di depan Balai Kota Bandung, Rabu (4/8/2021) lalu.

Aksi nekat Bonbon itu dipicu kekecewaannya kepada Pemerintah Kota Bandung yang kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Motif tersebut diungkapkannya dalam rekaman suara yang dikirim sebelum melukai diri sendiri.

Dalam rekaman itu, Bonbon juga berterima kasih kepada keluarganya.

"Percayalah tanpa ayah, kalian bisa tumbuh menjadi anak soleh solehah," ujar Bonbon dalam rekaman suara, dikutip dari TribunJabar.id, Jumat (6/8/2021).

Kalimat tersebut mulanya dianggap sebagai ucapan perpisahan Bonbon sebelum mengakhiri hidup.

Baca juga: Fakta Viral Sumbangan 2T dari Warteg di Jakarta, Beda dengan Akidi Tio, Pemilik Kini Dicari Warga

Baca juga: Bukan Mengakhiri Hidup, Aksi Ketua AKAR Jabar Lukai Leher dan Perutnya Disebut Protes ke Pemerintah

Tak Berniat Akhiri Hidup

Ketua Paguyuban Ormas Jabar, Suryana, menyebut Bonbon tak berniat mengakhiri hidup dengan melukai diri sendiri.

Ia menilai aksi nekat Bonbon itu hanya bagian dari aksi protes.

"Itu memang bagian dari aksi, bentuknya melukai diri. Dia juga (melakukan) itu dengan penuh perhitungan," jelas Suryana, Kamis (5/8/2021).

"Jadi pesan yang disampaikan dalam aksi itu, keprihatinan bahwa dengan PPKM itu banyak kafe dan restoran yang gulung tikar."

Sebagai orang yang mengenal dekat sosok Bonbon, Suryana yakin rekannya tak bermaksud mengakhiri hidup.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum AKAR, Arif Maulana.

Ia menyebu aksi berbahaya Bonbon hanya bentuk protes kepada pemerintah yang memperpanjang PPKM level 4.

"Bonbon melakukan aksi ini bukan karena bunuh diri. Ia hanya mencoba mengomunikasikan ke pusat bahwa ini loh rakyat lagi terkapar."

"Kami semua sangat menghargai perjuangan Kang Bonbon. Namun kami tidak membenarkan sikap yang dilakukan secara pribadi seperti kejadian kemarin."

Baca juga: Ketua AKAR Jabar Melukai Diri di Balai Kota Bandung, Frustasi PPKM Buat Nyaris Semua Usahanya Tutup

Baca juga: Bukan Mengakhiri Hidup, Aksi Ketua AKAR Jabar Lukai Leher dan Perutnya Disebut Protes ke Pemerintah

Meski sempat mengira aksi Bonbon hanya sandiwara, Arif mengaku lega kini kondisi rekannya itu sudah mulai stabil.

Ia pun memastikan Bonbon tidak dalam kondisi depresi.

"Dia hanya ingin tujuan yang diperjuangkan awal bisa tercapai," jelasnya.

Saat dirawat di rumah sakit, kata Arif, Bonbon bahkan sempat ditanya psikiater apakah mendengar bisikan gaib.

"Kang Bonbon sehat, hanya berjuang untuk UKM dan restoran supaya bisa beroperasi dengan damai."

Hingga kini polisi masih mendalami motif pasti Bonbon melukai diri sendiri.

Reaksi dan Keterangan Istri

Istri GB, Eva Rahmawati mengaku kaget ketika tahu suaminya melakukan mengakhiri hidupnya sendiri aksi melukai diri.

Ia justru tidak tahu dan tidak menyangka suaminya akan bertindak senekat itu,

"Enggak, saya tidak tahu banget. Di luar dugaan," ujar Eva saat dihubungi, Kamis (5/8/2021).

Kendati demikian, Eva mengakui Bonbon nekat melakukan aksi tersebut karena merasa beban yang ditanggungnya sebagai ketua harian AKAR terbilang berat.

Selain itu, sejumlah usaha yang dikelola oleh Bonbn kini harus terkena imbas dari PPKM.

Baca juga: Penyesalan Dinar Candy Sengaja Pakai Bikini karena Protes PPKM, Hanya Ingin Sampaikan Kritik

Korban terpaksa harus merumahkan sejumlah karyawannya karena usaha kedai kuliner Pempek Bonddilie banyak yang tutup.

"Dari zaman PSBB tinggal dua (cabang) dari enam, terus dari dua tinggal satu," kata Eva.

"Itu lokasinya di penutupan jalan."

"Walaupun sekarang take away solusinya, ada Grab dan sebagainya, ya siapa yang mau ke situ, jalan ditutup, driver mana yang mau ngambil," katanya.

Selama ini, Eva menjelaskan pendapatan suaminya berkurang hingga 80 persen.

Akibatnya, pihaknya kesulitan membayar sejumlah cicilan yang harus tetap dibayarkan selama pembatasan.

"Walaupun dikatakan ada keringanan, kan tetap saja faktanya bayar, bukan kita gak mau bayar, kita pasti bayar. Kalau ada juga kita mah pasti bayar," ucapnya. (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait

Artikel ini telah diolah dari TribunJabar.id dengan judul Ketua Paguyuban Ormas Sebut Aksi Bonddilie Bukan Untuk Akhiri Hidup, Tapi Karena Pesan Penting Ini, Detik-detik GB Coba Akhiri Hidup di Depan Balai Kota Bandung, Sempat Telepon Sosok Ini, Pesan GB kepada Istri dan Anak Sebelum Lakukan Aksi Percobaan Akhiri Hidup, dan Istri GB Kaget, Suaminya Nekat Akhiri Hidup Sendiri, Beban Hidupnya Berat