Lawan Covid19

Jubir Vaksinasi Kemenkes Sebut Tren Covid-19 Membaik, Kasus Positif hingga BOR Jawa-Bali Menurun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jubir Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi memberikan keterangan saat kedatangan Vaksin Tahap Keempat, Bandara Internasional Soekarno Hatta, 2 Februari 2021.

TRIBUNWOW.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia selama beberapa hari menunujkkan tren yang positif.

Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid.

Ia mengatakan kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh Covid-19 dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren yang baik.

Baca juga: Kabar Baik, Pekerja yang Bergaji Rp 3,5 Juta Bakal Dapat Subsidi Rp 1 Juta, Ini Penjelasannya

Pusat vaksinasi mega COVID-19 terletak di Ideal Convention Center di Shah Alam, Selangor, Malaysia. (Bernama)

Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan serta perbaikan pada laporan kematian yang sebelumnya tidak dilaporkan.

Kasus konfirmasi harian hari ini pada tanggal 21 Juli pukul 15.00, kata dia, berjumlah sebanyak 33.373 kasus konfirmasi positif.

Sedangkan angka kematian akibat covid-19 sebesar 383 kematian.

Hal tersebut disampaikannya dalam Siaran Pers PPKM di kanal YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu (21/7/2021).

"Kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh menunjukkan tren yang baik dalam beberapa hari terakhir ini," kata Nadia.

Baca juga: Pemakaman Ditolak Warga sampai 5 Kali, Jenazah Pasien Covid-19 Terlunta-lunta hingga Esok Harinya

Untuk itu ia berharap tren tersebut terus berlanjut seiring diberlakukannya PPKM Level 4.

"Semoga tren ini terus berlanjut seiring dengan diberlakukannya PPKM level 4," kata dia.

BOR Jawa-Bali Menurun

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan Bed Occupancy Rate (BOR) di seluruh Provinsi di Jawa-Bali relatif menurun sepekan terakhir.

Namun demikian, kata dia, sebagian besar Provinsi di Jawa-Bali masih di level kapasitas respons yang sama.

Hal tersebut disampaikannya dalam Siaran Pers PPKM di kanal YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu (21/7/2021).

"Terkait keterisian tempat tidur (BOR) di tiap provinsi relatif menurun walaupun sebagian besar Provinsi di Jawa Bali masih di level kapasitas respons yang sama seperti provinsi DIY, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur," kata Nadia.

Ia merincikan, tingkat keterisian tempat perawatan provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah menurun sampai dengan di bawah 80%.

Dengan demikian, kata dia, kapasitas respons perawatan di dua provinsi tersebut yang semula terbatas menjadi kapasitas yang levelnya sedang.

Sementara itu, lanjut dia, di Provinsi Bali tingkat keterisian tempat perawatan mengalami peningkatan walau masih di bawah 80%.

"Sementara itu provinsi Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa Bali dengan tingkat keterisian di angka 81%," kata Nadia.

Untuk provinsi DKI Jakarta, kata dia, Bed Occupation Rate (BOR) menurun dibandingkan minggu lalu yang mencapai 92%. 

Saat ini, kata dia, BOR DKI Jakarta ada pada angka 84% dengan distribusi mulai dari 78,5% di Jakarta Utara sampai 94,2% di Jakarta Barat.

"Jumlah tempat tidur masih akan terus di tambah," kata Nadia.

Di Provinsi Jawa Barat, lanjut dia, angka keterisian tempat perawatan menurun dari 86,6% menjadi 79%. 

"Hampir seluruh kabupaten kota melaporkan penurunan tempat keterisian perawatan. BOR tertinggi atau 90% adalah di Kabupaten Ciamis yang memiliki 118 tempat tidur dan yang terendah adalah Kabupaten Garut yaitu 46,7% yang memiliki 761 tempat tidur," kata Nadia.

Untuk BOR di provinsi Jawa Tengah, lanjut dia, terjadi penurunan dari 86% menjadi 78% di kebanyakan kabupaten kota di Provinsi Jawa Tengah.

Namun khusus di kabupaten Pekalongan, kata dia, mengalami peningkatan BOR dari 77,6% menjadi 82,9% walaupun jumlah tempat tidur sudah bertambah menjadi 98 dari minggu sebelumnya sebanyak 87 tempat perawatan.

"BOR di Provinsi DIY relatif tetap dibandingkan minggu sebelumnya dengan pengecualian kabupaten Kulonprogo yang mengalami penurunan menjadi 68% namun peningkatan terjadi di Kabupaten Gunung Kidul menjadi 89% dari sebelumnya 81%," kata Nadia.

Di Jawa Timur, lanjut dia, kebanyakan kabupaten kota di Jawa Timur tidak mengalami perubahan bermakna dalam keterisian tempat tidur.

Namun demikian beberapa kabupaten kota mengalami peningkatan yaitu di Kabupaten Blitar, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Situbondo.

"Walaupun demikian beberapa kabupaten mengalami penurunan Bed Occupation Rate. Yaitu Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Sampang, Kabupaten Lamongan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Bangkalan," kats Nadia.

Untuk Provinsi Banten, BOR di semua kabupaten kota tetap atau menurun sedikit dibandingkan minggu sebelumnya. 

"Sedangkan di Bali, Bed Occupancy Ratenya relatif meningkat dibandingkan minggu sebelumnya, hanya kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana yang tidak mengalami perubahan Bed Occupancy Rate secara bermakna," kata Nadia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Kemenkes: Kasus Konfirmasi Positif dan Sembuh Covid-19 Menunjukkan Tren yang Baik."