PPKM Darurat

Sentil Menantu Menteri karena Liburan ke Jepang saat PPKM, dr Tirta: Apa Etis Kamu Pamer?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Influencer sekaligus tenaga kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi dalam kanal YouTube-nya, Kamis (15/7/2021). dr Tirta Mandiri Hudhi menyentil menantu Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto yang liburan ke Jepang.

TRIBUNWOW.COM - Influencer dr Tirta Mandiri Hudhi menyentil menantu Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto yang liburan ke Jepang.

Sebelumnya, menantu Airlangga menuai sorotan karena liburan ke luar negeri saat warga Indonesia tengah menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dilansir TribunWow.com, dr Tirta berpesan untuk para pejabat agar tak pamer kemewahan saat masyarakat tengah berjuang melawan pandemi.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Tirta PengPengPeng, Minggu (18/7/2021).

Influencer dr Tirta Mandiri Hudhi dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, Jumat (16/7/2021). Ia meminta pemerintah mencukupi kebutuhan pangan masyarakat jika ingin memerpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPM) Darurat. (YouTube Karni Ilyas Klub)

Baca juga: Kembali Ungkit Kasus Korupsi Bansos, dr Tirta soal PPKM Tak Efektif: Enggak Bisa Bilang Warga Manja

Baca juga: Pesan agar PPKM Darurat Bisa Efektif Atasi Covid-19, dr Tirta: Jangan sampai Bansos Dikorupsi Lagi

Dalam kesempatan itu, mulanya dr Tirta menyinggung banyaknya hoaks terkait Covid-19 yang menyebar di masyarakat.

"Kenapa hoaks dipercaya? Karena orang Indonesia sudah kehilangan harapan," ujar dr Tirta.

"Banyak orang di Indonesia kehilangan harapan, kehilangan uang, kehilangan rezeki, kehilangan pendapatan."

"Sehingga isu-isu yang konyol akhirnya dipercaya asal bisa mewakilkan narasi mereka."

dr Tirta lantas meminta pemerintah memenuhi kebutuhan pokok warga agar PPKM Darurat berhasil.

"Ini bukan saatnya kita berdebat lagi ya, anti-Covid dan pro Covid itu akan tetap ada," kata dia.

"Tapi kita tahu PPKM itu solusi satu-satunya mencegah Covid."

"Tapi kalau mau efektif dan berguna kebutuhan masyarakat harus diurus."

Baca juga: Pesan dr Tirta pada Luhut Binsar jika PPKM Darurat Gagal Tangani Covid-19: Harus Menerima Kritikan

Baca juga: Ungkit Dokter Lois, dr Tirta Jelaskan kenapa Ada Warga Percaya Hoaks Covid: Masyarakat Kecewa

Terkait hal itu, ia lantas membahas menantu menteri yang liburan ke Jepang saat PPKM Darurat.

dr Tirta meminta para pejabat menjaga perilaku di tengah pandemi Covid-19.

"Kalau mau PPKM doang, koar-koar doang tapi kebutuhan masyarakat enggak diurus, konflik sosial," jelasnya.

"Dan tolong buat pejabat di atas sana mulai filter melakukan tindakan karena kalian tokoh."

"Barusan menantu pejabat liburan di Jepang."

dr Tirta secara gamblang mengaku akan tetap melayangkan kritik meski menantu menteri tersebut adalah temannya.

Menurut dia, tak selayaknya menantu pejabat berlibur ke Jepang saat pandemi berakhir.

Ia bahkan menganggap tindakan keluarga pejabat tersebut merupakan bentuk pamer.

"Walaupun itu teman saya, saya akan tetap kritik," kata dr Tirta.

"Kalau orang biasa 'Kan duit saya', enggak masalah."

"Tapi ketika seorang pejabat menantunya ke Jepang yang agak membatasi orang Indonesia ke sana, bahkan warga negara Jepang aja dipanggil balik."

"Apakah etis kamu pamer?," tandasnya.

Baca juga: Singgung Uang Bansos Rp 300 Ribu per Bulan, dr Tirta: Covid kalau Kena Orang Enggak Punya, Habis Dia

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-14.25:

Singgung Uang Bansos Rp 300 Ribu

Di kesempatan lain, sebelumnya dr Tirta menyinggung bantuan sosial (bansos) Rp 300 ribu per bulan yang diberikan pemerintah untuk setiap keluarga.

Dilansir TribunWow.com, dr Tirta menilai bantuan itu tak bisa memenuhi kebutuhan keluarga selama sebulan.

Apalagi, kata dia, jika setiap keluarga memiliki lebih dari dua anak.

Baca juga: Minta Pemerintah Tak Perpanjang PPKM jika Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Warga, dr Tirta: Ngaku Aja Salah

Baca juga: Singgung Pernyataan Luhut Siapa yang Bilang Covid Tak Terkendali?, dr Tirta: Saya Siap Nunjukkin

Hal itu diungkapkan dr Tirta dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, Jumat (16/7/2021).

dr Tirta menceritakan, warga Yogyakarta sampai tak mengharapkan bantuan pemerintah.

Karena itu, warga memilih mengumpulkan iuran untuk membantu warga yang isolasi mandiri (isoman).

"Saking hopeless-nya, sampai orang Jogja bilang 'Kita tahu Covid, karena kita enggak mengharap pemerintah, urunan sendiri'," tutur dr Tirta.

"Jadi orang Jogja warga ngewangi warga, jadi mereka urunan sendiri, kalau ada yang isoman iuran kas RT itu yang nalangi isomannya."

"Itu contoh di Jogja karena mereka sudah bodo amat sama bantuan," lanjutnya.

dr Tirta melanjutkan, warga miskin yang terpapar Covid-19 akan kesulitan memenuhi kebutuhan.

Baca juga: Bansos Tak Bisa Sepenuhnya Ditanggung Pemerintah, Dokter Tirta: Yowis, Masak Sendiri, Iuaran Sendiri

Baca juga: Respons Wacana Perpanjangan PPKM Darurat, dr Tirta Singgung Sri Mulyani: Negara Jangan Itung-itungan

Pasalnya, menurut dia, warga miskin akan kesulitan memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi keluarga.

"Karena mereka tahu Rp 300 ribu per bulan kalau di Jakarta, kalau anaknya dua, empat hari habis," ujarnya.

"Kalau Rp 300 ribu buat bayar hotel aja habis."

"Kalau orang kaya enak, isoman makan aja salmon seminggu sembuh paling."

"Kalau orang enggak punya salmon sekilo Rp 400 ribu. Covid ini kalau kena orang enggak punya habis dia," sambungnya.

Di sisi lain, dr Tirta membandingkan nasib warga miskin dengan kalangan kaya raya yang terpapar Covid-19.

"Tapi kalau kena orang kaya dia masih punya duit buat survive."

"Kalau ada yang bilang saya salah, satu obat aja berapa itu?," tandasnya. (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait PPKM Darurat