Persib Bandung

Kecam Rasisme pada 3 Pemain Inggris, Pemain Termahal Persib Bandung: Sukses Instan, Itu Dongeng

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

3 pemain Inggris (kiri) pada postingan Instagram @mangujang.fc pada 12 Juli 2021 dan Marc Klok (kanan) pada postingan Instagram @marcklok pada 3 Juli 2021. Kecaman keras diberikan pemain Persib Bandung, Marc Klok untuk tindakan rasisme yang ditujukan kepada 3 pemain Inggris.

TRIBUNWOW.COM - Pemain naturalisasi Indonesia milik Persib Bandung, Marc Klok turut memberikan kecaman terhadap tindakan rasisme yang dialami oleh tiga pemain Inggris setelah laga kontra Italia di final Euro 2020, Senin (12/7/2021).

Dilansir TribunWow.com dari laman Instagram @marcklok, Klok memberikan tanggapanya berupa kecaman atas aksi tak pantas yang dilakukan oleh sebagian oknum fans Inggris.

Pemain berusia 28 tahun tersebut mengunggah foto Bukayo Saka, Jadon Sancho dan Marcus Rashford di laman Instagram pribadinya @marcklok.

Klok juga menambahkan caption dalam postingan tersebut berupa bentuk kecaman terhadap para pelaku rasis kepada para pemain muda The Three Lions tersebut.

"Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda memiliki keberanian untuk melangkah dalam adu penalti, di final di mana seluruh dunia menyaksikan? Mungkin tidak kan? Tapi, mereka melakukannya!" tegas Klok dalam caption pada unggahan di Instagram pribadinya.

Mantan pemain Persija Jakarta tersebut juga membeberkan fakta bahwa banyak orang yang hanya menginginkan kesuksesan secara instan.

Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan secara instan hanyalah dongeng semata.

"Orang mengharapkan kilau dan glamor sepanjang waktu. Sukses instan. Saya memberi tahu Anda sesuatu: Itu dongeng. Kegagalan adalah bagian dari pekerjaan, kehidupan. Terkadang kita harus gagal untuk tumbuh," tulis pemain kelahiran Amsterdam, Belanda tersebut.

Klok juga berpesan kepada semua fans untuk tidak memberikan kritikan ketika mereka dalam keadaan gagal saja.

Baca juga: Ternyata 1 Hal Ini yang Bikin Ezra Walian Betah di Persib Bandung hingga Berguru ke Striker Legenda

Baca juga: Ternyata Eks Persib Bandung Ada yang Pernah Bela Timnas Inggris, Siapa Dia? Ini Profil Lengkapnya

Ia menambahkan bahwa alangkah sebaiknya jika para fans juga melihat tentang aksi heroik para pemain muda Inggris yang berani ambil langkah besar menjadi eksekutor tendangan penalti di laga final.

"Jangan mengkritik orang karena kegagalan mereka, beri selamat kepada mereka atas keberanian mereka. Dan tolong, Jika Anda memiliki kebodohan untuk mengkritik. Warna kulit tidak boleh menjadi bagian dari topik apa pun,'' tulis mantan pemain PSM Makassar tersebut.

"Rasisme tidak dan tidak akan pernah diizinkan. #Raja Muda #Masa Depan,' tutupnya.

Marc Anthony Klok ikuti latihan perdana bareng Persib Bandung di Lapangan Sintetis Soccer Republic, Kota Bandung, Jumat, 2 Juli 2021. (Persib.co.id/Barly Isham)

Kecaman dari Eks Persib Bandung Carlton Cole 

Eks Persib Bandung asal Inggris, Carlton Cole, berikan kecaman atas tindakan rasis yang dilakukan oleh sebagian fans terhadap tiga pemain The Three Lions di ajang Euro 2020.

Seperti diketahui, Inggris harus gagal kembali memenuhi ambisinya menjuarai Euro 2020 pertama kalinya sepanjang sejarah setelah kalah adu penalti atas Italia 3-2.

Kekalahan Inggris tersebut turut dikomentari mantan bomber Persib Bandung musim 2016-2017, Carlton Cole.

Seperti dilansir TribunWow.com dari laman Instagram @iamcartltoncole12, Cole mengunggah foto skuad asuhan Gareth Southgate di laman Instagram pribadinya.

Dalam unggahannya Cole menuliskan kecamannya terhadap aksi tidak terpuji rasisme yang ditujukan kepada tiga pemain Inggris, Jadon Sancho, Marcus Rashford dan Bukayo Saka.

Ketiganya mengalami rasisme setelah gagal melakukan eksekusi penalti di final Euro 2020 kontra Italia.

Bahkan, Cole memberikan pandangannya terhadap fans terkait skuad Inggris yang dihuni banyak karakter dan ras seperti apa yang ada di dalam masyarakat.

"Tim sepak bola Inggris ini adalah cerminan dekat seperti apa masyarakat itu," tulis Cole.

Cole juga menambahkan bahwa perpaduan tersebut berhasil menunjukkan kesuksesan setelah Inggris untuk pertama kalinya mencapai partai final di ajang Euro.

"Pertarungan, kebanggaan & perpaduan yang ditunjukkan anak-anak kita di turnamen ini tidak kurang dari kesuksesan dan itulah yang seharusnya dicerminkan oleh masyarakat kita. Bekerja sama untuk mencapai kebesaran," lanjut Cole.

Mantan pemain Chelsea tersebut juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap tim Inggris meski gagal catatkan sejarah baru di sepak bola Eropa.

"Staf untuk setiap pemain di kamp @england dari Gareth dan staf ruang belakangnya telah membuat kami bangga dan menunjukkan kepada kami bagaimana menjadi kesatuan untuk mencapai kehebatan tanpa ada yang tertinggal," tulis mantan bomber Persib Bandung tersebut.

Ia juga memberikan kecamannya terhadap tindakan rasisme yang dialami oleh tiga pemain Inggris tersebut.

Baca juga: Marc Klok Punya Karakter Permainan Mirip Eks Persib Bandung Tahun 2011, Simak Kesamaan Keduanya

Baca juga: Meski Sudah Tak Berseragam Persib, Eks Chelsea Essien Masih Dikenang Baik karena 4 Sifat, Apa Saja?

"Sebagai sebuah negara, kami berusaha mati-matian untuk menyingkirkan orang-orang yang bersifat kanker, negatif & menjijikkan ini yang menahan bangsa kami untuk menjadi hebat dan bersatu," tulis Cole dengan geram.

Pemain yang sukses bersama West Ham United tersebut juga mencoba membuka pemikiran para fans yang rasis untuk menengok kedalaman skuad yang dimiliki Inggris pada Euro 2020.

Cole menggambarkan bahwa skuad The Three Lions dihuni oleh banyak suku dan budaya didalamnya.

Bahkan tak hanya suku dan budaya yang berbeda, segi intelektual pendidikannyapun tak semua sama.

"Ketika Anda melihat skuad Inggris, Anda dapat dengan terang-terangan melihat bahwa para pemain menghormati perbedaan pendidikan dan budaya yang berbeda dari latar belakang masing-masing dan itulah yang harus kita banggakan sebagai orang Inggris yang bangga."

"Tetapi ketika Anda melihat apa yang terjadi setelah pertandingan, sulit untuk bangga menjadi orang Inggris."

Cole mengungkapkan rasa muaknya terhadap aksi rasis yang dialami Rashford, Sancho dan Bukayo Saka dengan menegaskan bahwa para pelaku rasis tidak pantas untuk tinggal di negara besar seperti Inggris.

"Kaum Rasis & Fanatik harus meninggalkan negara besar kita dan mencari pulau lain untuk dihuni karena ini bukan rumahmu dan kau tidak diterima di sini,' tulis Cole dengan kemuakannya terhadap tindakan rasis.

"Anda terjebak di masa lalu dan Anda tidak memiliki tempat di dunia baru yang kita ciptakan."

Dibalik hasil yang mengecewakan harus gagal di kandang sendiri, di Stadion Wembley, London, Inggris, namun Cole tetap memberikan apresiasi tingginya terhadap Harry Kane dkk.

"Selamat untuk penampilan baru dan tim muda Inggris ini, Anda telah mewakili bendera St. George dengan hormat dan bermartabat dan saya yakin kita sedang menuju hal-hal besar," tulis mantan pemain Inggris di tahun 2009.

"Angkat kepalamu tinggi-tinggi dan kita pergi lagi tahun depan Fans Real England semua bangga padamu dan apa yang telah kamu capai. Hormat dan Cinta Besar."

Komentar kecaman Carlton Cole tersebut wajar ia lontarkan.

Mengingat Cole juga pernah berkostum Inggris, dan menanggapi suatu kekalahan di ajang besar dengan tindakan rasis adalah merupakan yang sangat tercela serta tidak terpuji. (TribunWow.com/Adi Manggaka S)

Baca Berita Persib Bandung Lainnya