TRIBUNWOW.COM - Pelatih Inggris, Gareth Southgate memiliki 5 perilaku yang berhasil membuat The Three Lions tampil enjoy hingga babak semifinal Euro 2020.
Seperti diketahui, Inggris saat ini berhasil lolos hingga babak semifinal di Euro 2020.
Pencapaian ini semakin mendekatkan skuad The Three Lions merengkuh gelar kedua dalam ajang 4 tahunan di benua Eropa tersebut.
Mengingat, Inggris terakhir kali berhasil catatkan penampilan terbaik di Euro pada tahun 1996.
Saat itu, Inggris berhasil melaju hingga babak semifinal sebelum pada akhirnya takluk 6-7 di babak adu penalti kontra Jerman.
Catatan itu sejauh ini belum dapat dilampaui oleh beberapa era pelatih di Timnas Inggris.
Di edisi Euro ke-16, kesempatan Inggris untuk berkiprah lebih jauh terbuka sangat lebar.
Mengingat lawan yang dihadapi merupakan tim berstatus kuda hitam di babak semifinal, Denmark.
Jika Inggris berhasil mengatasi Denmark, maka 1 tiket final otomatis langsung didapatkan oleh anak asuh Gareth Southgate.
Dan andai Inggris berhasil mengatasi lawannya di babak final yaitu antara Italia atau Spanyol.
Baca juga: Chelsea Setorkan Pemain di 4 Tim Semifinal EURO 2020, Dipastikan akan Kawinkan Gelar Liga Champions
Baca juga: Ironi Nasib De Gea: Terancam di Man United, Tergusur di Spanyol pada EURO 2020, Simak Profilnya
Maka The Three Lions berhasil mencatatkan sejarah di ajang Euro sebagai juara baru di ajang 4 tahunan tersebut.
Sejauh ini, penampilan Inggris mengalami trend yang positif.
Meski sempat terseok-seok di babak penyisihan grup, namun Harry Kane dkk berhasil membuktikannya pada babak 16 besar dan perempat final.
Di babak 16 besar, Inggris sukses menekuk Jerman 2-0.
Sementara pada babak perempat final, Inggris berhasil menghancurkan Ukraina dengan skor 4-0.
Peningkatan performa yang terjadi di skuad Inggris, tak terlepas dari sisi karakter atau sifat dari sang juru taktik, Gareth Southgate.
Bahkan jika Inggris berhasil konsisten, istilah "Football is Coming Home" akan benar-benar terwujud di Euro 2020.
5 Perilaku Southgate yang Dapat Mempengaruhi Performa Inggris
Seperti dikutip TribunWow.com dari ESPN, terdapat 5 sifat atau perilaku Southgate yang dapat mempengaruhi performa tim di ajang Euro 2020 dan berbeda dari pelatih Inggris sebelumnya, berikut ulasannya:
1. Southgate Dinilai sebagai Pelatih yang Menyenangkan dan Rendah Hati
Sifat tersebut berbeda dari para pendahulunya di kursi kepelatihan Inggris seperti Glenn Hoddle, Kevin Keegan, Sven Goran Eriksson, Fabio Capello dan Sam Allardyce.
Glenn Hoddle dikenal sebagai mantan pelatih yang mempunyai rekam jejak buruk atau cacat hukum pada kehidupan pribadinya.
Selanjutnya, Kevin Keegan, ia dikenal sebagai mantan pelatih yang kerap memberhentikan sesi wawancara secara tiba-tiba ketika laga dihelat di Wembley.
Sven Goran Eriksson dikenal sebagai mantan pelatih Inggris yang pernah melakukan skandal perselingkuhan dengan seorang karyawan Asosiasi Sepak Bola.
Sementara Fabio Capello, dikenal sebagai mantan pelatih yang berhenti karena FA (Asosiasi Sepak Bola Tertinggi di Inggris) memaksa melucuti ban kapten terhadap pemain pilihannya.
Terakhir, Sam Allardyce, mantan pelatih yang dikenal memanipulasi pemain yang akan ia daftarkan yang jelas sangat bertentangan dengan aturan FA.
2. Southgate Tidak Terlalu Terpengaruh oleh Media
Perilaku kedua Southgate yang dinilai dapat meningkatkan performa tim Inggris di Euro 2020 adalah sikapnya yang tidak mudah terpengaruh oleh media.
Hal tersebut dapat dibuktikan dari keputusannya untuk memainkan Kieran Trippier di bek kiri (dan tidak memainkan Ben Chilwell sama sekali).
Bertahan untuk menggunakan Kalvin Phillips di lini tengah Inggris daripada nama lainnya seperti Jordan Henderson.
Memilih Bukayo Saka sebagai pemain inti berduet dengan Raheem Sterling meski lawan yang dihadapi adalah Jerman.
Keputusan tersebut sangat bertentangan jauh dari kritikan media yang banyak meminta Jack Graelish untuk dijadikan starter.
Serta media juga kerap meminta Jadon Sancho di posisi winger ketimbang Bukayo Saka.
3. Para Pemain Inggris Merasa Nyaman Ketika dalam Training Camp
Sifat dan perilaku Southgate yang menyenangkan dan rendah hati membuat kenyamanan tersendiri bagi para pemainnya.
Bahkan para pemainnya merasa nyaman saat berlatih bersama Timnas Inggris di bawah asuhan Gareth Southgate.
Hal tersebut terbukti saat Inggris takluk menyakitkan dari Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018.
Saat itu, skuad The Three Lions takluk 2-1 atas Kroasia.
Bahkan gol kedua atau penentu kemenangan Kroasia terjadi di menit ke-109 yang berarti tercipta di babak extra time.
4. Inggris Memiliki Perpaduan antara Pelatih dan Komposisi Pemainnya
Inggris dikenal sebagai negara yang memiliki banyak skuad mentereng di dalamnya.
Namun, jika dilihat dalam beberapa kompetisi terakhir, Inggris selalu bermasalah dalam keegoan seorang pelatih yang memilih pemain starternya dari capaian klub yang dibela saja.
Seperti halnya pemilihan pemain Manchester City yang beberapa musim ini kerap bermain di Liga Champions dan mempengaruhi line up Inggris.
Namun kini di era Southgate, kesenjangan antar pemilihan pemain di susunan starting line up dinilai sudah tidak ada.
Mengingat, Southgate berani memberikan garansi pemain tetap di lini tengah kepada pemain asal Westham United dan Leeds United yang notabene tidak bermain dalam Liga Champions.
Keputusan tersebut dinilai berbeda dari karakter dan perilaku pelatih-pelatih Inggris sebelumnya.
5. Sukses Melahirkan Kesuksesan dan Kepercayaan Diri Pemain
Terakhir, Southgate dinilai dapat memberikan kesuksesan dan kepercayaan diri kepada para pemainnya.
Hal tersebut jelas dapat dilihat kala Inggris berhasil lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2018.
Meski tercatat telah 20 tahun Inggris gagal menembus babak semifinal di Piala Dunia.
Namun Gareth Southgate dan anak asuhnya berhasil mematahkan stigma buruk tersebut.
Mereka berhasil tampil lebih percaya diri meski hingga saat ini belum ada gelar yang dapat diberikan Southgate kepada The Three Lions.
Hal ini terbukti kembali di ajang Euro 2020, Harry Kane dkk yang memulai ajang dengan terbata-bata.
Berhasil menemukan performa terbaiknya dan berhasil melejit kembali hingga babak semifinal.
Mengulang kesuksesan di tahun 2018 saat ajang Piala Dunia.
Hal ini yang dahulu tidak ditemukan oleh para pemain Inggris dari pelatih-pelatih mereka sebelumnya. (TribunWow.com/Adi Manggala S)