Euro 2020
Peran Besar Roberto Mancini, Sukses Bawa Italia Jadi Tim Pertama yang Lolos Fase Grup Euro 2020
Dilansir dari Charlotte Observer, terdapat peran besar pelatih Roberto Mancini yang berhasil membuat perubahan terhadap timnas Italia.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Italia berhasil memperkokoh posisinya di puncak klasemen grup A setelah mengalahkan Swiss dengan skor telak 3-0 di Stadion Olimpico, Roma, Italia pada Kamis (17/6/2021).
Dengan enam poin yang dihasilkan dari dua pertandingan, Italia dipastikan akan keluar dari fase grup dan masuk ke babak 16 besar.
Di dua laga fase grup A, Italia berhasil unjuk gigi dengan masing-masing pertandingan mencetak 3 gol tanpa balas.
Dilansir dari Charlotte Observer, terdapat peran besar pelatih Roberto Mancini yang berhasil membuat perubahan terhadap timnas Italia.
Baca juga: Jadwal dan Klasemen Sementara Grup A Euro 2020: Wales akan Hadapi Italia yang Kokoh di Puncak
Skuad timnas Italia sering menggemakan statemen 'kekuatan kami ada di grup, bukan pemain yang menonjol' ini menjelang dibukanya pertandingan pertama Euro 2020.
Namun, Gli Azzuri memiliki pelatih yang menonjol, setelah para pemain terpuruk akibat gagal lolos ke Piala Dunia, Mancini berhasil membangkitkan lagi kepercayaan diri mereka.
“Kami bermain sepak bola sekarang, seperti yang diminta pelatih, dan itulah hal yang paling berubah selama beberapa tahun terakhir di bawah Mancini,” kata bek veteran Leonardo Bonucci, Sabtu (12/6/2021).
Hal itu diungkapkan setelah Italia tampil memukau di babak kedua dalam kemenangan 3-0 atas Turki di pembuka turnamen Euro 2020.
Italia memiliki pemain yang sebenarnya juga berkualitas, lini pertahanan mereka bagus, lini tengah dan serangan mereka juga sudah terbukti di dua laga sebelumnya.
Mancini menyatukan semuanya dengan cara yang jarang dimiliki pelatih Italia sejak Marcello Lippi memimpin Azzurri meraih gelar Piala Dunia keempat mereka pada 2006.
Sangat kontras dengan pelatih sebelumnya, Gian Piero Ventura, yang kehilangan dukungan skuad selama kekalahan playoff Piala Dunia dari Swedia.
Ketika ia juga membuat keputusan yang kontroversial dengan meninggalkan Lorenzo Insigne dibangku cadangan karena dianggap sebagai pemain tim paling berbakat.
Dengan Mancini, semakin banyak bakat semakin baik, membawa kembali 'catenaccio' (pertahanan penguncian) Italia di masa lalu dan dia ingin timnya menyerang terus-menerus dan memberika hiburan kepada penonton.
Dilansir dari France24, mantan bos Inter Milan dan Manchester City, Mancini diangkat pada Mei 2018 setelah Italia melalui fase terburuk gagal masuk Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1958, gagal mencetak gol dalam play-off melawan Swedia.
Sejak itu Italia hanya kalah dua kali di bawah asuhan Mancini, mencapai fase akhir UEFA National League dan memenangkan ketiga pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pelatih-timnas-italia-roberto-mancini-memantau-anak-asuhnya-di-pinggir-lapangan.jpg)