Tekini Daerah

Fakta Pembunuhan Sopir Taksi Online di Gunung Salak: Kronologi hingga Korban Dijanjikan Rp 3 juta

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polisi saat mengevakuasi mayat sopir taksi online wanita di kawasan wisata Gunung Salak, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (6/6/2021). Diduga, wanita tersebut merupakan korban pembunuhan.

TRIBUNWOW.COM - Kepala Divisi Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menceritakan bagaimana kronologi pembunuhan terhadap sopir taksi online yang mayatnya ditemukan di jurang Gunung Salak, Aceh Utara pada Senin (7/6/2021).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Sabtu (12/6/2021), diketahui, korban sempat diimingi-imingi uang sebesar Rp 3 juta oleh para pelaku pembunuhan, sebagai ongkos mengantarkan mereka.

Baca juga: Sosok Pembunuh Sopir Taksi Online Akhirnya Tertangkap, Ngaku Pernah Lakukan Aksi Serupa tapi Gagal

Baca juga: Pelaku Ditangkap, Terungkap Motif Pembunuhan Sopir Taksi Online, Korban Dihabisi lalu Dibuang

Sedangankan terduga pelaku yang berinisial MY sudah ditangkap di Masjid Seuleumum, Aceh Besar pada Rabu (8/6/2021) 23.00 WIB.

Winardy mengatakan, kejadian bermula saat MY menelepon korban yang berinisial C.

Diketahui MY mendapat nomor C dari Y, pria asal bangsa Aceh karena sebelumnya, Y pernah menjadi menjadi penumpang C.

MY meminta C untuk mengantarnya ke Langsa secara offline. 

Lalu korban menjemput MY di depan Kantor Imigrasi, Jalan Gatot, Subroto, Medan, Sumatera Utara.

“Pada korban, MY mengaku baru pulang dari Malaysia sebagai tenaga kerja di sana. Dia menelepon langsung tanpa lewat aplikasi."

"C mengenal Y, salah satu penumpangnya. Maka dia mau mengantarkan pelaku ke Langsa,” ujar Winardy, Sabtu (12/6/2021).

Selama perjalanan dari Medan ke Langsa, C terus mengirimkan laporan lokasi lewat aplikasi Zenly.

Diketahui dari sinilah polisi menyelidiki awal mula pembunuhan C.

Sewaktu tiba di Langsa, MY meminta korban untuk menjemput dua temannya, yakni Y dan L.

Korban pernah bertemu Y, yang pernah menjadi penumpangnya.

Dua orang itu dijemput di Simpang Commodor, Langsa.

Saat bertemu Y dan L inilah korban diminta ke Lhokseumawe, Aceh dan diimingi-imingi uang sebesar Rp 3 juta.

“Saat bertemu Y dan L inilah, korban diminta langsung mengantarkan ketiganya ke Lhokseumawe dengan iming-iming korban akan diberi tambahan ongkos Rp 3 juta,” ucap Winardy saat dihubungi lewat telepon.

Pelaku mengarahkan korban ke Desa Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara dan jalan sangat gelap gulita saat itu.

Dirinya sempat menanyakan perihal minimnya penerangan jalan tersebut.

Namun, bukan jawaban yang didapat, korban justru mendapat cekikan dari sabuk pengaman dan tewas.

Jasadnya dibawa ke Gunung Salak dan dibuang sekitar enam kilometer dari jalan utama destinasi wisata.

Pelaku MY kini sudah ditangkap, sedangkan Y dan L masih buron.

Terduga pembunuh sopir grab asal Medan ditangkap di Masjid Seulimuem, Aceh Besar, Rabu (8/6/2021). (Serambinews.com/ Dok Polisi)

Geger Penemuan Mayat

Dikutip dari Serambinews pada Jumat (11/6/2021) diketahui, beberapa waktu lalu, warga Aceh heboh dengan kabar penemuan mayat perempuan di kilometer 31, di lintasan objek wisata Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Minggu (6/6/2021) lalu.

Identitas korban Sempat tidak diketahui, namun akhirnya polisi berhasil mengungkap identitas korban, yaitu seorang perempuan asal Sumut, yang berprofesi sebagai sopir taksi online.

Korban berangkat dari Medan pada 3 Juni untuk keperluan mengantar penumpang ke Kota Lhokseumawe, Aceh.

Akan tetapi berhari-hari kemudian tidak kunjung pulang, hingga keluarga mendapat informasi tentang penemuan mayat perempuan di jurang objek wisata Gunung Salak. (TribunWow.com/Krisna)

Berita terkait Pembunuhan

Sebagian artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul Usai Tanyakan Kenapa Kondisi Jalanan Gelap, Wanita Pengemudi Taksi Online Dibunuh Penumpangnya  dan Serambinews.com dengan judul Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Wanita di Gunung Salak, Diciduk di Masjid Seulimuem