Terkini Daerah

Sosok Guru Ngaji yang 5 Kali Cabuli Muridnya, Bolak-balik Nikah Cerai hingga Begini Kejiwaan Pelaku

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ujang Beni, marbot sekaligus guru ngaji disangka dalam kasus pencabulan terhadap murid perempuannya yang masih di bawah umur. Tersangka sudah ditahan di Polsek Setu, Kabupaten Bekasi.

TRIBUNWOW.COM - Aksi bejat dilakukan oleh Ujang Beni (41), seorang guru mengaji merangkap marbot yang tega mencabuli muridnya sendiri SO (15), di dalam masjid yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Korban yang merupakan siswi kelas 9 sekolah menengah pertama (SMP) berulang kali dicabuli pelaku hingga akhirnya kasus terbongkar pada Selasa (11/5/2021) kemarin.

Berdasarkan kesaksian warga, pelaku adalah duda yang sudah 2 kali gagal membina rumah tangga.

Polisi saat menggeledah lokasi ruangan marbot tempat pencabulan di salah satu masjid di Desa Burangkeng Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. (Istimewa/Humas Polsek)

Baca juga: Fakta Viral Bocah Dicabuli Pria saat Salat di Masjid, Pelaku Tiba-tiba Masuk Saf Wanita

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, hal itu disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Setu Iptu Kukuh Setio Utomo.

Pelaku diketahui berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Terakhir, pelaku berstatus duda setelah dua kali bercerai dengan istri-istrinya.

"Dia sudah dua kali menikah, tapi sekarang statusnya sedang tidak berkeluarga (duda)," kata Kukuh.

Meskipun sudah dua kali menikah, pelaku diketahui belum memiliki anak.

Berdasarkan pengamatan pihak kepolisian, pelaku nampak waras dan tidak mengalami gangguan kejiwaan.

"Saya lihat kalau kejiwaannya normal-normal aja, yang jelas dia pernah berkeluarga dua kali, cuma sekadar memang tidak beristri karena bercerai," tutur Kukuh.

Kesehariannya, pelaku tinggal di dalam masjid yang juga menjadi tempat kejadian perkara (TKP) korban dicabuli.

Pelaku diketahui merupakan marbot masjid tersebut.

Masjid itu merupakan masjid yang dikelola oleh perusahaan di dekat sana.

"Jadi masjid itu punya PT (perusahaan), dia (Ujang) digaji Rp3 juta per bulan untuk jagain masjid jadi marbot plus mengajar ngaji anak-anak," kata Kukuh.

Meski dikelola perusahaan, kesehariannya aktivitas di masjid diurus oleh warga setempat.

"Jadi kalau sore anak-anak sekitar masjid pada ngaji, yang ngajar ngaji dia (Ujang), nah korban salah satu muridnya," tutur Kukuh.

Dijanjikan Mukena hingga Diancam

Berbagai cara dilakukan oleh pelaku untuk membujuk korban supaya mau diajak melakukan hubungan suami istri, mulai dari iming-iming uang hingga ancaman.

Korban dan pelaku memiliki hubungan guru dan murid.

Setiap sore, korban biasa belajar mengaji kepada pelaku di masjid.

Iming-iming yang dijanjikan pelaku di antaranya adalah mukena baru, hingga uang lebaran sebanyak Rp 400.000.

"Jadi ada ancaman juga karena korban ini merupakan murid mengajinya, lalu diiming-imingi juga dibelikan sesuatu dan uang," papar Kanit Reskrim Polsek Setu Iptu Kukuh Setio Utomo saat dikonfirmasi, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Oknum TNI Berzina dengan Tetangga sampai 14 Kali, Bermula si Wanita Curhat Tak Puas sama Suami

Selain janji manis, pelaku juga pernah mengancam akan berhenti mengajar ngaji jika korban tak mau menurut.

"Diancam, kalau kamu enggak mau begini, melayani saya, ya udah saya tinggalkan kamu, kamu urusin saja murid-murid saya yang pada ngaji, kamu yang ngurusin biar kamu tahu, begitu ancamannya," ungkap Iptu Kukuh.

Diketahui, korban termasuk murid senior di antara murid-murid pelaku yang lain.

Akibat aksinya tersebut, pelaku dikenakan pasal undang-undang perlindungan anak ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Dicabuli di Masjid

Parahnya, aksi pelaku dilakukan di dalam masjid, tepatnya di ruangan marbot.

Selain menjadi guru ngaji, pelaku juga merangkap menjadi marbot dan tinggal di dalam masjid tersebut.

Selama lima kali beraksi, empat di antaranya dilakukan di ruangan marbot, sedangkan satu sisanya dilakukan di sebuah kebun yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Ibu dan Anak Jadi Korban Pencabulan Dukun, Niatnya Berobat ke Pelaku karena Sering Kesurupan

Rumah korban diketahui berjarak sekitar 100 meter dari masjid.

Korban berstatus anak yatim dan hanya tinggal berdua bersama kakaknya.

"Pelaku adalah marbot di situ (masjid), dia juga mengajar (ngaji) anak-anak di lingkungan sekitar, jadi saling kenal antara korban sama pelakunya," kata Iptu Kukuh.

Kasus pencabulan itu terungkap ketika pada hari kejadian, korban tak kunjung pulang.

Hingga waktu menunjukkan pukul 24.00 WIB, korban belum sampai di rumah.

Kakak korban lantas curiga dan mencoba menghubungi korban.

"Kakaknya nelpon jam 12 malam adiknya enggak pulang-pulang, akhinya adiknya pulang dan langsung ditanya-tanya," ucap Iptu Kukuh.

Saat korban sampai di rumah, korban langsung dicecar pertanyaan oleh sang kakak.

Pada saat itu, korban langsung menangis.

Hal tersebut semakin membuat kakak korban curiga, hingga akhirnya terungkap korban telah dicabuli guru ngaji di masjid.

"Dia ditanya malah nangis, di situ barulah korban cerita kalau dia dicabuli," jelas Iptu Kukuh.

Setelah mendengar cerita adiknya, kakak korban langsung bergegas melapor ke Polsek Setu. (TribunWow.com/Anung)

Artikel ini diolah dari TribunJakarta.com dengan judul Guru Ngaji di Bekasi Cabuli Muridnya di Ruangan Marbot Masjid, Kejadian Terjadi Saat Bulan Ramadan, Gadis SMP Dicabuli Guru Ngaji di Ruang Marbot Masjid, Terungkap Sosok Pelaku Pernah 2 Kali Menikah dan Guru Ngaji yang Cabuli Muridnya di Ruang Marbot di Setu Bekasi, Sudah 5 Kali Lakukan Aksi Bejatnya

Berita lain terkait Kasus Pencabulan