Terkini Daerah

Seusai Tebas Kakak Kandung, Jaelani Kabur Bawa Celurit Berlumur Darah, Warga Takut Kena Bacok

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Korban Mashudi saat dibawa ke rumah sakit, Kamis (15/4/2021). Mashudi tewas dibunuh adik kandungnya, Jaelani, diduga karena motif sakit hati. Peristiwa terjadi di Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (15/4/2021) petang.

TRIBUNWOW.COM - Jaelani (20) tega membunuh kakak kandungnya, Mashudi (33), menggunakan celurit.

Dilansir TribunWow.com, bahkan saat kabur Jaelani masih membawa celurit yang berlumuran darah tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (15/4/2021) petang.

Ilustrasi Pembunuhan. Mashudi tewas dibunuh adik kandungnya, Jaelani, diduga karena motif sakit hati. Peristiwa terjadi di Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (15/4/2021) petang. (TribunWow.com/Rusintha Mahayu)

Baca juga: Kronologi Anak Bunuh Ayah Kandung di Sulsel, Ambil Parang Lalu Bacok Korban yang sedang Tiduran

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo menyebut pembunuhan terjadi lantaran sang adik sakit hati dengan kata-kata kakaknya.

Kronologi kejadian bermula saat pelaku masuk ke kamarnya dan mengambil celurit.

Ia lalu menuju teras depan rumahnya, tempat Mashudi sedang duduk santai.

Jaelani lalu membacokkan celurit itu ke arah perut dan dada korban.

Akibatnya korban mengalami luka robek.

"Setelah ditebas, perut korban robek," kata AKP Adhi Putranto, dikutip dari Surya.co.id, Kamis.

Sempat Kabur Bawa Celurit

Selanjutnya Jaelani kabur.

Ia masih membawa celurit yang berlumuran darah.

Warga sekitar sempat berusaha mengadang pelaku agar tidak kabur.

Namun warga ketakutan melihat pelaku masih membawa celurit.

Baca juga: Kronologi Oknum TNI Bunuh Guru Honorer di Balikpapan, Ngaku Kesal Terus Ditanya Kapan Nikah

Mereka khawatir pelaku tiba-tiba akan membacok warga yang mengadang.

Akhirnya mereka urung memberanikan diri mengadang Jaelani.

"Ya warga sekitar tidak jadi menangkapnya, karena takut dibacok juga oleh pelaku," kata Adhi.

Korban Tewas Kehabisan Darah

Selanjutnya korban sempat dibawa ke rumah sakit.

Namun karena kehabisan darah, korban meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Selain itu diketahui celurit yang ditebaskan pelaku mengenai jantung korban.

Baca juga: Ibunya Terus Dipukuli, Pria Ini Nekat Tebas Leher sang Ayah hingga Tewas seusai Salat Ashar

Akibat perbuatannya, Jaelani terancam dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Pelaku juga sudah ditahan di Mapolres Pamekasan.

Selain itu polisi masih menggali lebih lanjut motif pembunuhan itu.

Sementara ini diketahui sang adik kandung melakukan pembacokan karena motif sakit hati.

"Motif lebih lanjut terjadinya pembacokan ini masih kami dalami," terang Adhi. (TribunWow.com/Brigitta)

Artikel ini diolah dari Surya.co.id dengan judul Tragedi Berdarah di Pamekasan, Adik Kandung Bacok Celurit sang Kakak hingga Tewas gara-gara ini dan 5 FAKTA Tragedi Berdarah di Pamekasan, Adik Bacok Kakak Kandung, Kasus Lain Dibakar Hidup-hidup.

Baca berita kasus pembunuhan lainnya