Terkini Daerah

Sempat Kabur, Kejanggalan di Desa Amaliah Jadi Petunjuk Sosok Pembunuh Pria di Ladang Jagung

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penemuan sesosok mayat laki-laki sudah membusuk di kebun jagung di Desa Amaliah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, Rabu (7/4/2021) sekira pukul 09.30 WIB.

TRIBUNWOW.COM - Pelaku pembunuhan Suhendri (19) terungkap berkat petunjuk kejanggalan di Desa Amaliah, Bukit Tusam, Aceh Tenggara.

Dilansir TribunWow.com, Suhendri ditemukan tewas mengenaskan di tengah ladang jagung di Desa Amaliah pada Rabu (7/4/2021) lalu.

Korban adalah warga Desa Kuta Bunin, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara.

Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara menangkap tersangka berinisial SN (25), warga Sebudi Jaya, Kecamatan Bukit Tusam pelaku pembunuhan terhadap Suhendri (19), warga Desa Kuta Bunin, Kecamatan Lawe Sumur yang jasadnya ditemukan membusuk di kebun jagung Desa Amaliah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, Rabu (7/4/2021). (Serambinews.com/Istimewa)

Baca juga: Bawa Pedang 1 Meter, Pria di Pamekasan Peragakan Reka Adegan saat Salah Bunuh Bocah 9 Tahun

Terungkap kemudian pelaku adalah temannya sendiri, seorang pemuda berinisial SN (25), warga Sebudi Jaya, Kecamatan Bukit Tusam.

Kasat Reskrim Aceh Tenggara AKP Suparwanto mengungkapkan sosok pelaku berhasil terungkap akibat kejanggalan yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), seperti yang dikutip dari Serambinews.com.

Dari masyarakat sekitar, ada kejanggalan yakni adanya warga yang menghilang atau diduga melarikan diri.

Tim gabungan Reskrim dan Intel Polres mendapat info bahwa warga yang tidak ada di desa itu adalah SN.

Ia langsung diduga sebagai pelaku.

Pada Jumat (9/4/2021) pukul 15.00 WIB, tim mendapat informasi SN berada di Kecamatan Terangon, Gayo Lues.

Polisi segera mencari pelaku di lokasi tersebut.

Akhirnya SN berhasil dibekuk di sebuah rumah persembunyian di Desa Kapa Sesak, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan pada Sabtu (10/4/2021) sekitar pukul 06.00 WIB.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda CBR warna merah yang merupakan milik korban.

Diketahui SN membawa kabur sepeda motor tersebut.

Baca juga: Viral Pencuri Cengar-cengir seusai Gasak Motor Kakek 74 Tahun, Korban: Dia Bilang Dadah ke Saya

Sebelumnya, warga Desa Amaliah digegerkan dengan penemuan jenazah korban pada Rabu pekan lalu sekitar pukul 9.30 WIB.

Ia ditemukan dengan kondisi memakai celana jins dan baju tangan panjang yang sudah tidak utuh.

Suhendri dalam kondisi terlentang saat ditemukan.

Awalnya jenazah Suhendri ditemukan warga desa setempat, Darmansyah.

Saat itu Darmansyah tengah memperbaiki saluran air di dekat rumahnya.

Ia mencium bau busuk dan melihat ada seekor anjing di dekat tempat itu.

Darmansyah lalu mendekati ladang jagung itu dan mendapati ada sesosok jenazah.

Ia segera melapor ke perangkat Desa Amaliah.

Polres Aceh Tenggara lalu datang bersama tim inafis dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Suhendri sendiri diketahui sudah hilang kontak dengan keluarga selama satu minggu.

Sempat Nyabu Bareng

Terungkap kemudian motif pembunuhan tersebut adalah SN sakit hati kepada korban.

Kasat Reskrim Aceh Tenggara AKP Suparwanto mengungkapkan kronologi kejadian berawal saat SN menelepon Suhendri untuk bertemu di Desa Amaliah, seperti yang dikutip dari Serambinews.com.

Korban berangkat menggunakan sepeda motor Honda CBR warna merah ke tempat yang sudah disepakati itu.

Keduanya lalu membeli sabu-sabu dan menghisapnya bersama-sama di SMK Amaliah sekitar pukul 23.00 WIB.

SN sempat bertanya alasan Suhendri memberitahu rekan mereka, Sudirman, bahwa ia sudah pulang dari Medan.

Hal itu terkait jual beli ponsel milik Sudirman kepada SN.

Setelah menghisap sabu-sabu, mereka pulang pada pukul 23.30 WIB.

Baca juga: Pria Bakar Mantan Istri lalu Berusaha Bunuh Diri, Tulis Surat: Ingin Mati Bersama dan Tak Berpisah

Di tengah jalan keduanya sempat bertengkar dan sama-sama turun dari sepeda motor.

SN lalu memukul kepala Suhendri tiga kali.

Akibatnya Suhendri terjatuh, tetapi ia masih dalam kondisi sadar dan bisa bergerak.

SN lalu mencari kayu dan menikamkan benda tersebut ke leher Suhendri.

Ia kemudian menyeret tubuh korban ke ladang jagung di Desa Amaliah.

SN sempat menunggu sampai Suhendri benar-benar tewas pada pukul 00.00 WIB.

Setelah memastikan kematian korban, SN mengambil sepeda motor dan ponsel milik Suhendri.

Motif Pembunuhan

Sakit hati SN terhadap Suhendri bermula saat rekan mereka, Sudirman, menggadaikan ponselnya kepada SN.

Ponsel itu digadaikannya seharga Rp1,4 juta.

Sudirman sendiri menjadi saksi dalam kasus tersebut.

Setelah digadaikan, Sudirman hendak menebus kembali ponsel miliknya.

Baca juga: Niat Bunuh Ustaz karena Dendam, Pria di Sumenep Keliru Tebas Anak Kecil yang sedang Tidur

Namun SN selalu mengelak, ia beralasan ponsel itu telah dijual kepada orang lain di Medan seharga Rp2,2 juta.

Ternyata ponsel itu dijual SN kepada Suhendri.

Suhendri lalu memberi tahu Sudirman bahwa SN sudah kembali dari Medan.

SN lalu kesal kepada Suhendri, ia bertanya kenapa korban memberitahu hal itu kepada Sudirman.

Ia lalu berencana hendak membunuh Suhendri.

Akibat perbuatannya, SN dijerat pidana pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan dengan Pasal 338, 340, dan 365 KUHP. (TribunWow.com/Brigitta)

Artikel ini diolah dari Serambinews.com dengan judul Kabur Usai Bunuh Korban, Pemuda Ini Tertangkap di Tempat Persembunyian, Pelaku Ternyata Kawan Nyabu, Heboh Mayat Ditemukan di Kebun Jagung, Berawal Warga Cium Bau Busuk dan Terlihat Seekor Anjing dan Pemuda Ini Bunuh Sahabatnya Usai Isap Sabu, Mayat Diseret ke Kebun Jagung dan Ditungguin Sampai Mati.

Baca berita terkait kasus pembunuhan lainnya