TRIBUNWOW.COM - Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki elektabilitas terbesar di antara nama-nama pejabat publik lainnya.
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, seperti yang ditayangkan Kompas TV, Senin (22/3/2021).
Dalam simulasi, tercantum 17 nama pejabat publik yang diperkirakan dapat melaju sebagai calon presiden 2024 dengan elektabilitas terbanyak.
Baca juga: Punya Elektabilitas Tertinggi sebagai Capres 2024, Prabowo Subianto Mengaku Tak Pernah Besar Kepala
Target survei adalah anak muda.
Hasil survei terhadap pilihan anak muda terkait calon presiden pada pemilihan mendatang menunjukkan Anies Baswedan memperoleh posisi pertama dengan persentasi 15,2 persen.
Selanjutnya diikuti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 13,7 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 10,2 persen, dan Menparekraf Sandiaga Uno 9,8 persen.
Nomor lima diduduki Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 9,5 persen, lalu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,1 persen, dan Menteri BUMN Erick Thohir 1,5 persen.
Nama-nama lainnya tidak mendapat suara yang signifikan, yakni Mendagri Tito Karnavian, Ketua DPR Puan Maharani, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Selanjutnya ada Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Kepala BIN Budi Gunawan, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menko Polhukam Mahfud MD.
Menurut Burhanuddin, tidak ada nama yang sangat menonjol dalam hasil survei kali ini.
Baca juga: Kriteria Ini Buat Prabowo Menang Survei Elektabilitas, Bukan soal Kejujuran atau Janji Kampanye
Selain itu, perbedaan persentase di antara setiap nama yang muncul sangat tipis.
"Jadi kalau ditanya anak muda 17 nama yang paling tinggi, meskipun salamkisaran margin of error dengan Ganjar Pranowo, termasuk juga Ridwan Kamil," kata Burhanuddin Muhtadi.
"Secara umum tidak ada nama yang dominan," terangnya.
"Tetapi 17 nama yang paling tinggi secara absolut itu Anies Baswedan di angka 15,2 persen, Ganjar 13,7 persen. Bedanya enggak signifikan," lanjutnya.
Setelah nama Erick Thohir, tokoh-tokoh lain hanya mendapat suara di bawah dua persen.
Bahkan ada yang tidak mendapat suara sama sekali, yakni Muhaimin Iskandar.
"Yang lain di bawah dua persen," kata Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, terdapat pola penyebaran dalam dukungan terhadap para pejabat publik yang dipilih.
Pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebar memilih satu di antara 17 tokoh yang muncul.
Sementara itu mayoritas pendukung Anies Baswedan adalah mantan pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019.
"Secara umum, sesuai dengan temuan kami juga, pemilih Pak Jokowi itu nyebar. Sementara Anies paling banyak mendapat dukungan di antara mereka yang mencoblos Pak Prabowo-Sandi di 2019 kemarin," kata Burhanuddin.
Lihat videonya mulai dari awal:
Qodari Yakin Prabowo dan Anies Baswedan bakal Maju di Pilpres 2024
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari yakin Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan maju di Pilpres 2024.
Dilansir TribunWow.com, M Qodari menduga Prabowo bakal bersaing memerebutkan kursi presiden 2024 dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Minggu (21/3/2021).
"Yang pasti maju menurut saya Pak Prabowo," ujar Qodari.
Baca juga: Berharap Jokowi-Prabowo Berpasangan di Pilpres 2024 dan Lawan Kotak Kosong, Qodari: Akan Aman
Baca juga: 17 Tokoh yang Dipilih Anak Muda Jadi Presiden: Anies Ungguli Ganjar dan Ridwan Kamil, Prabowo Kelima
Ia pun punya sejumlah alasan hingga yakin Prabowo bakal maju di Pilpres 2024.
Menurut Qodari, partai politik pasti tertarik untuk mendukung Prabowo.
Apalagi, popularitas Prabowo semakin tinggi setelah menjadi menteri.
"Kenapa? Pertama punya partai, kursinya Gerindra itu besar," jelas Qodari.
"Tinggal tambah satu partai menengah pasti bisa maju. Yang kedua, Beliau juga punya popularitas."
"Sehingga nanti pasti bisa menarik partai politik," sambungnya.
Baca juga: Sosok Betty Elista, Pedangdut yang Disebut KPK Terima Aliran Uang dari Edhy Prabowo Lewat Sekretaris
Baca juga: Adi Prayitno Sebut di Pilpres 2024 Rakyat Ingin Capres Berlatar Militer, Peluang Prabowo Subianto?
Qodari melanjutkan, Prabowo punya peluang besar untuk memenangkan Pilpres 2024.
Hal itulah yang membuat banyak partai politik tertarik mendukungnya.
"Partai politik lain akan tertarik pada Pak Prabowo karena punya potensi menang," lanjutnya.
Selain Prabowo, Qodari juga menyebut nama Anies Baswedan.
Ia mengatakan, Anies Baswedan juga banyak memeroleh dukungan untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
"Yang kedua, besar kemungkinan yang akan maju adalah Anies Baswedan," kata Qodari.
"Karena punya popularitas dan Beliau adalah gubernur DKI Jakarta."
"Beliau pada hari ini konstruksinya sudah dapat suara dari kelompok dan dari umat Islam. Nanti partai seperti PKS akan berkoalisi di belakang Anies Baswedan," sambungnya."
"Jadi hari ini yang punya realitas besar dan kemungkinan besar maju, bila tak ada amandemen, itu adalah Prabowo dan Anies Baswedan," lanjutnya.
Lebih lanjut, Qodari membeberkan prediksinya soal dukungan PDI Perjuangan (PDIP).
Qodari menyebut PDIP kemungkinan besar akan mendukung Prabowo.
"Tentunya kalau bisa Jokowi-Prabowo ya Jokowi-Prabowo."
"Tapi kalau misalkan tidak ada, kemungkinan akan berpasangan dengan Prabowo Subianto," tandasnya. (TribunWow.com/Brigitta/Tami)