Terkini Nasional

Jimly Ragu Ada Parpol Setuju Jokowi Jadi Presiden Lagi: Akhiri Saja Wacana 3 Periode Ini

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Jimly Asshiddiqie membahas soal kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo yang ia nilai berubah sejak memasuki periode kedua, bersama Helmy Yahya di akun YouTube Helmy Yahya Bicara, 12 Maret 2021. Terbaru, Jimly meyakini tidak akan ada parpol yang secara resmi mendukung adanya presiden tiga periode.

TRIBUNWOW.COM - Wacana presiden menjabat tiga periode belakangan ini heboh dibicarakan oleh publik, satu di antaranya karena komentar pedas dari politisi senior Amien Rais.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki niat menjadi presiden lagi untuk ketiga kalinya.

Sementara itu, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Jimly Asshiddiqie meminta kepada publik agar mengakhiri perbincangan isu presiden tiga periode.

Cuitan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Jimly Asshiddiqie terkait isu presiden 3 periode, dicuitkan Selasa (16/3/2021). (Twitter/@JimlyAs)

Baca juga: Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Fadjroel Rachman Ungkit Sumpah Jokowi: Bahkan demi Allah Kok

Hal itu diungkapkan Jimly lewat akun Twitter miliknya @JimlyAs, Selasa (16/3/2021).

Pada cuitannya itu, Jimly mengatakan, tidak akan ada partai politik (parpol) yang secara resmi mendukung wacana presiden tiga periode.

Ia mengatakan, pada tahun 2024 nanti, masing-masing parpol akan mengajukan calon presiden (capres) mereka masing-masing.

Jimly berpesan agar masyarakat tidak panas terpancing maraknya isu presiden tiga periode.

Berikut cuitan lengkap yang ditulis oleh Jimly:

"Yg jelas utk 2024, tdk ada parpol yg tdk punya kepentingan utk ajukan capresnya sndiri2, maka tdk akan ada yg scr resmi akan setuju dg wacana 3 periode. Makanya sy bilang jngan trpancing & akhiri sajalah wacana 3 periode ini."

Pada cuitan sebelumnya, Jimly juga menegaskan bahwa presiden harus tunduk di bawah Undang-Undang Dasar 1945, yang mana di pasal 7 sudah ditentukan bahwa masa jabatan presiden dibatasi hanya 2 periode.

"Ini bukan soal minat & tdk, UUD di atas Presdn & siapapun yg mnjabat Presdn wajib tunduk di bwh UUD yg sdh tntukan di Ps.7: "Presdn&Wapres mmegang jabtn slama 5 th & ssdhnya dpt dipilih kmbali dlm jbtn yg sama, HANYA utk 1 x masa jbtn". Kalo mau diubah bs sj tp utk Presdn yad." tulis @JimlyAs.

Jokowi: Tidak Ada Niat, Tidak juga Berminat

Sebelumnya Jokowi telah menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Bahkan Jokowi sendiri mengaku tidak berminat maju lagi di pemilihan presiden edisi mendatang.

Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Soal Isu Presiden 3 Periode, Mahfud MD Kutip Ucapan Jokowi: Satu Ingin Jerumuskan, Satu Ingin Jilat

Dalam kesempatan itu, Jokowi seakan-akan sudah bosan menanggapi pernyataan tentang wacana tersebut.

Pasalnya menurut Jokowi, dirinya sudah berkali-kali memberikan bantahan.

Seperti yang diketahui, wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode kembali mencuat setelah disuarakan oleh politisi senior sekaligus mantan Ketua MPR RI, Amien Rais.

"Apa lagi yang harus saya sampaikan, bolak-balik sikap saya enggak berubah," ujar Jokowi, Senin (15/3/2021), dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi lantas meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat kegaduhan ataupun melemparkan isu-isu tidak mendasar.

Terlebih menurut Jokowi, pemerintah saat ini tengah fokus menghadapi pandemi Covid-19 yang dinilai jauh lebih penting.

"Janganlah membuat kegaduhan baru, kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," harapnya.

Terakhir, Presiden asal Solo Jawa Tengah itu dengan tegas mengatakan bahwa periode kedua ini akan menjadi periode terakhir dirinya memimpin Indonesia.

Dirinya mengaku menghormati dan akan menjaga konstitusi yang sudah menetapkan masa jabatan presiden selama dua periode.

"Saya tegaskan saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," tegas Jokowi.

"Konstitusi amanahkan dua periode, itu yang harus kita jaga bersama-sama," pungkasnya.

Jawaban dari Jokowi tersebut masih sama dengan apa yang sudah disampaikan di awal masa pemerintahannya di periode ke dua ini, tepatnya pada 2 Desember 2019 silam.

Saat itu, menurut Jokowi pihak-pihak yang menuding atau berbicara soal wacana presiden dipilih tiga kali, memiliki tiga alasannya.

Di ataranya adalah ingin menampar muka dari Jokowi.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode, itu ada tiga alasannya. Satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan," pungkasnya.

Baca juga: Ramai Wacana Presiden Jadi 3 Periode, Zainal Arifin Ungkap Sosok Pencetus Pertama: Ketua MPR

(TribunWow.com/Anung/Elfan)

Berita lain terkait presiden 3 periode