Pembunuhan Berantai

Rian Bogor Lihai Pikat Korban Diduga karena Penjual Olshop, Polisi: Kenalan di FB Hanya 2 Jam

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tersangka MRI alias Rian (21) yang bertanggub jawab atas pembunuhan 2 perempuan muda di Bogor menunjukan wajah tenang saat digiring petugas di Mapolres Bogo, Kamis (11/3/2021). Tersangka diduga sengaja membuang jasad kedua korbannya di tempat ramai karena ingin pamer.

TRIBUNWOW.COM - Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan dugaan cara pembunuhan berantai Rian alias MRI (21) mampu menggaet korbannya.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Sabtu (13/3/2021).

Korbannya adalah siswi SMA berinisial DP (17) dan janda muda dengan satu anak berinisial EL (25).

Polisi terus melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka Muhamad Rian alias MRI alias Rian, yang merupakan pelaku pembunuhan dua perempuan di Bogor. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Baca juga: Diduga Ingin Pamer, Rian Bogor Sengaja Buang 2 Korban Pembunuhannya di Tempat Ramai

Keduanya dibunuh secara berturutan dalam kurun waktu dua minggu.

Setelah menginterogasi pelaku tiga hari, polisi mengumpulkan berbagai keterangan dan melengkapi kronologi kejadian.

"Diketahui bahwa profil dari tersangka ini adalah penjual online," ungkap Susatyo.

Ia menduga profesi ini mempermudah pelaku mendekati korban.

"Sehingga sangat mengerti bagaimana bisa mengajak korban, meyakinkan korban, menarik simpati korban, sehingga sampai mau diajak sampai ke TKP (tempat kejadian perkara) pembuangan (jenazah korban)," lanjutnya.

Pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook (FB).

Susatyo menyebut pola perkenalan dengan kedua korban sama, yakni lewat media sosial kemudian diajak bertemu.

"Diketahui pula bahwa berkenalan dengan para korban ini tidak butuh waktu lama," ungkap Susatyo.

"Cukup hanya untuk korban pertama hanya sekitar dua jam. Kalau untuk korban yang kedua itu mungkin dari sejak semalam berkomunikasi intens," jelasnya.

Selain itu, saat jalan-jalan korban diiming-imingi uang Rp1 juta.

Baca juga: Pengakuan Rian Bogor saat Interogasi, Bingung hingga Sembarang Pilih TKP Pembunuhan: Sepi dan Gelap

Korban juga diajak ke beberapa tempat di kawasan Puncak agar semakin meyakinkan.

Ia juga mengajak korban berkencan.

Setelah korban merasa teryakinkan, Rian melakukan pembunuhannya dengan cara mencekik.

Jenazah kemudian dibuang di tepi jalan di tempat yang sepi.

"Sampai kemudian janjian bertemu. Setelah bertemu, memang tidak langsung diajak menuju tempat eksekusi, tetapi diajak jalan-jalan dulu, dia ke sebuah tempat untuk kembali meyakinkan dengan iming-iming yang disampaikan tersangka," papar Susatyo.

"Sehingga korban ini mau dibawa ke tempat sebuah penginapan. Mereka berkencan. Setelah selesai berkencan baru kemudian korban itu dihabisi dengan cara dicekik," katanya.

Lihat videonya mulai menit 4.00:

Diduga Ingin Pamer dengan Buang Jenazah Korban di Pinggir Jalan

Warga Bogor, Jawa Barat baru-baru ini digegerkan oleh penemuan dua jasad wanita di pinggir jalan.

Korban adalah siswi SMA berinisial DP (17), dan satu lagi adalah seorang janda muda, EL (25).

Keduanya adalah korban dari seorang pembunuh berantai bernama Rian (21) alias MRI.

Tersangka diduga ingin memamerkan korbannya ke publik dengan cara membuang jasad di tempat yang ramai.

Baca juga: Sosok MRI, Pembunuh Berantai di Bogor, Profesi Jual Beli Online hingga Incar Wanita Muda

Dugaan itu disampaikan oleh Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam acara Kabar Petang tvOne, Jumat (12/3/2021).

Kombes Susatyo menjelaskan, pengidentifikasian atau profiling tersangka sudah mulai dilakukan dari tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad.

"Kami memulai profiling pelaku sejak dari awal TKP," ungkap Kombes Susatyo.

Warga Kampung Jembatan 2 di Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukarsemi RT2/3, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dikejutkan dengan penemuan mayat di dalam plastik di pojok tembok pintu masuk material. Terbaru, jasad korban pertama Rian yakni DP (17). (Istimewa via TribunnewsBogor.com)

Ia menyoroti langkah tersangka yang memilih untuk membuang jasad korban di tempat yang dilalui banyak orang, padahal di dekat TKP terdapat sebuah sungai.

"Kalau ia ingin membuang tentu akan aman di sungai, bisa dibawa arus dan sebagainya, atau di tempat yang lain," jelas Kombes Susatyo.

Tersangka ternyata juga mengetahui, toko material yang berada di dekat TKP pembuangan jasad korban pertama, ramai aktivitas warga.

"Ini saja sudah menjadi profiling awal kami, bagaimana si pelaku ini ingin menunjukkan terhadap korbannya yang dibuang walaupun itu masih di-cover (dibungkus) menggunakan plastik," papar Kombes Susatyo.

Kombes Susatyo kemudian melanjutkan penjelasan soal pembuangan jasad korban kedua.

Serupa dengan korban pertama, jasad yang kedua juga dibuang di pinggir jalan.

"Itu pun di pinggir jalan raya," jelas Kombes Susatyo.

Proses identifikasi selanjutnya adalah melihat tubuh korban yang tidak ada bekas luka perlawanan dari para korban yang ia bunuh.

Melalui fakta tersebut, pihak kepolisian menduga tersangka tahu betul kapan harus menghabisi nyawa korbannya.

"Kami lihat fisik (tersangka) juga bukan fisik orang yang kekar," kata Kombes Susatyo.

"Ketika dia menghabisi nyawa (korban) itu memang tahu dia momennya kapan."

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki mengapa tersangka membunuh korban yang kedua.

"Mengapa harus ada yang kedua? Tidak kabur," ucap Kombes Susatyo. (TribunWow.com/Brigitta/Anung)