TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Demokrat pilihan kongres luar biasa (KLB) 2020 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi kediaman mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam unggahan di akun Instagram @agusyudhoyono, Rabu (10/3/2021).
Dalam keterangan foto, Agus menyebut pertemuan itu sebagai bentuk silaturahmi dan meminta wejangan untuk masalah perpecahan dalam Partai Demokrat.
Baca juga: Demokrat Kubu KLB Beberkan Video Pernyataan SBY Ngaku Bukan Pendiri Partai: Rekamannya Utuh, Jelas
Diketahui satu kubu dalam Partai Demokrat membuat KLB di Deliserdang, Sumatera Utara akhir pekan lalu dan memilih Ketua Umum Moeldoko.
Dalam kunjungannya, AHY didampingi Sekjen Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum Renville Antonio, Kepala BPOKK Herman Khaeron, serta beberapa pengurus DPP Partai Demokrat lainnya.
Berikut pernyataan lengkap AHY.
"Saya bersilaturahmi dengan salah satu senior pakar hukum yang juga pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi di Indonesia, Prof. Jimly Asshiddiqie."
"Saya dan para sahabat perjuangan sengaja menyambangi beliau langsung di kediamannya di Jakarta Selatan."
"Alhamdulillah, kedatangan kami disambut dengan sangat hangat oleh beliau yang juga ditemani oleh Bapak Sugiharto (Menteri BUMN 2004-2007) dan Bapak M. Jafar Hafsah (Ketua Fraksi Demokrat 2012-2014)."
Menurut AHY, sang pakar hukum juga sempat memberi wejangan dan dukungan kepada dirinya.
Baca juga: Ngaku akan Objektif soal Kisruh Demokrat, Yasonna Laoly Tegur SBY dan AHY: Jangan Main Serang-serang
Jimly disebut-sebut meminta agar mempertahankan Partai Demokrat.
"Kami banyak berdiskusi soal kondisi terkini dan harapan untuk masa depan bangsa Indonesia."
"Dalam pertemuan tadi, beliau juga memberikan dukungan penuh kepada kami, karena menurutnya, ini bukan hanya soal mempertahankan Partai Demokrat, tapi juga soal mempertahankan nilai-nilai Demokrasi di Indonesia agar semakin baik kedepannya."
"Terima kasih atas sambutan dan wejangannya, Prof. Sampai bertemu lagi di lain kesempatan."
Dalam beberapa foto yang diunggahnya, terlihat AHY sedang berdiskusi dengan tuan rumah.
Setelah selesai berdiskusi dan berfoto, AHY memberikan pernyataan kepada awak media.
Yasonna Laoly Tegur SBY dan AHY
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly buka suara soal kisruh kudeta Partai Demokrat.
Dilansir TribunWow.com, Yasonna pun mengingatkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar tak menuding pemerintah.
Tak hanya itu, ia juga turut menyebut nama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Selasa (9/3/2021).
Baca juga: Respons Menkumham Yasonna Laoly soal KLB Demokrat: Tolong Pak SBY Jangan Tuding-tuding Pemerintah
Baca juga: Pertanyakan KTA Partai Demokrat Milik Moeldoko, Peserta KLB: Siapa yang Tanda Tangan?
Yasonna meminta Partai Demokrat mempercayakan penyelesaian keputusan sah atau tidaknya Kongres Luar Biasa (KLB) di Deliserang, Sumatera Utara, pada pemerintah.
Sebelumnya, KLB tersebut memilih Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko sebagai ketua umum.
"Kalau KLB datang kita akan menilai semua seusai AD/ART Partai Demokrat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," jelas Yasonna.
"Hanya saya pesan kepada seorang pengurus Demokrat kemarin."
Yasonna langsung menyebut nama SBY dan AHY.
Baca juga: Respons Menkumham Yasonna Laoly soal KLB Demokrat: Tolong Pak SBY Jangan Tuding-tuding Pemerintah
Baca juga: Pertanyakan KTA Partai Demokrat Milik Moeldoko, Peserta KLB: Siapa yang Tanda Tangan?
Ia meminta agar SBY dan AHY berhenti menuding pemerintah terlibat dalam upaya kudeta tersebut.
"Tolong SBY dan AHY jangan tuding-tuding pemerintah begini, tunggu saja kita objektif kok," ujar Yasonna.
"Jangan main serang-serang yang tidak ada dasarnya."
Pasalnya, menurut Yasonna, pemerintah akan berlaku objektif tanpa memihak sisi mana pun.
"Itu yang saya minta, kami akan bertindak profesional sesuai perundang-undangan yang berlaku," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Yasonna juga menghadiri rapat kerja bersama DPR RI yang membahas soal RUU Pemilu.
Yasonna bahkan mengucapkan celetukan saat perwakilan Fraksi Partai Demokrat menyerahkan berkas pandangan.
"Itu supaya dicatat, itu saja titik," ujar Yasonna.
"Kalau ini SK udah langsung ketua fraksi dia," celetuknya. (TribunWow.com/Brigitta/Tami)