Terkini Nasional

Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Supratman Ungkap Harapan Ketumnya Maju di Pilpres 2024

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politisi Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas tanggapi hasil survei elektabilitas calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas tanggapi hasil survei elektabilitas calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Dilansir TribunWow.com, hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas Prabowo mencapai 22,5 persen, mengungguli Gubernur Jawa Tengah Ganjar Parnowo yang memperoleh 10,6 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 10,2 persen.

Supratman Andi Agtas menyebut hasil survei yang menempatkan ketua umumnya di posisi teratas, bisa menjadi patokan awal.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi pesan kepada para kadernya pada hari ulang tahun (HUT) ke-13 Partai Gerindra, diunggah Senin (8/2/2021). Prabowo berpesan kepada kadernya agar jangan takut berkorban dan difitnah demi tujuan partai. (Capture YouTube Gerindra TV)

Baca juga: Prabowo Subianto Disebut Kurang Merakyat Tidak seperti Jokowi, Dahnil Anzar: Tentu Perlu Diperbaiki

Baca juga: Punya Elektabilitas Tertinggi sebagai Capres 2024, Prabowo Subianto Mengaku Tak Pernah Besar Kepala

Menyusul hasil survei tersebut, dirinya pun tidak menampik bahwa sejauh ini seluruh kader Gerindra masih mendukung penuh kepada Prabowo untuk kembali tampil di Pilpres 2024.

"Kalau ditanya kepada seluruh kader Gerindra, tentu kami berharap beliau akan maju kembali di tahun 2024. Dinamika politik itu sangat dinamis," kata Supratman, dikutip dari acara Sapa Indonesia Malam, Selasa (23/2/2021).

Supratman lantas menyebut bahwa PDIP dan Gerindra memiliki kesamaan kaitannya dengan kekuatan ketua umum partai.

Prabowo yang notabene sebagai ketua umum tentu semua keputusan ada ditangannya sendiri.

"Kalau PDIP dan Gerindra itu ada kesamaan. Jadi bagaimana posisi ketua umum dalam partai itu akan sangat menentukan," ungkapnya.

Meski begitu, mengingat kondisi politik yang begitu dinamis serta gelaran Pilpres 2024 yang masih jauh, ia mengatakan semua kemungkinan masih bisa terjadi.

Tanpa mengabaikan survei-survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, Supratman menyebut justru dapat memberikan manfaat dan juga gambaran.

"Tentu itu masukan bagi kami dan semua partai-partai politik karena dengan masukan dari survei yang dilakukan tentu membuat kami harus bekerja," ucap dia.

Baca juga: Sebut Anies hingga Ganjar Sulit Saingi Prabowo, Pengamat Bandingkan dengan Jokowi saat Pimpin DKI

Lebih lanjut, terkait peluang Prabowo maju di Pilpres 2024 dengan diusung oleh Partai Gerindra, dirinya menyadari masih belum cukup.

Hal itu mengingat adanya aturan Presidential Threshold yang mengharuskan partai pengusung setidaknya memiliki ambang batas kursi di parlemen sebanyak 20 persen.

"Tetapi kan satu hal yang perlu kita tahu bahwa ada batasan-batasan tertentu untuk maju di Pilpres. Salah satunya adalah menyangkut Presidential Threshold," jelas Supratman.

"Tentu saat ini yang baru bisa mencalonkan hanya adalah PDI Perjuangan yang sudah memenuhi syarat."

"Tentu akan melakukan kerja-kerja sama dengan seluruh partai politik yang ada untuk menatap tahun 2024," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke-4.45:

Respons Prabowo Subianto

Hasil survei elektabilitas tersebut tidak membuat Prabowo lantas menjadi besar kepala.

Kepastian itu disampaikan oleh Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Selasa (23/2/2021).

Dahnil mengatakan bahwa Prabowo dalam menanggapi hasil-hasil survei sebagai sebatas tahu saja.

Terlepas dari itu, Dahnil memastikan bahwa Prabowo sejauh ini belum memikirkan soal tujuan politiknya, meski secara survei terus unggul.

Karena menurutnya, fokus dari Ketua Umum Partai Gerindra itu adalah melaksanakan tanggung jawab yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menhan.

Bahkan dikatakannya, karena ingin bekerja secara profesional, Prabowo dikatakan Dahnil tidak pernah berurusan langsung soal masalah politik dan memilih menyerahkan kepada Ketua Umum Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Baca juga: Ungkit Pilpres 2014-2019, Refly Harun soal Sikap Pasif Prabowo seusai Jadi Menteri: Masih Perkasa

"Itulah kenapa Pak Prabowo menunjuk Ketua Umum Harian itu Pak Sufi Dasco agar kemudian kerja-kerja politik bisa didelegasikan kepada pengurus partai yang lain," ujar Dahnil.

"Sehingga Pak Prabowo tidak secara langsung terlibat dalam agenda-agenda politik, Beliau ingin fokus bekerja memastikan pertahanan Republik Indonesia semakin kuat," imbuhnya.

Maka dari itu, Dahnil menegaskan bahwa belum waktunya juga bagi Prabowo untuk memikirkan hasil-hasil survei tentang elektabilitas menuju Pilpres 2024.

"Jadi Pak Prabowo terus terang menanggapi hasil-hasil survei yang ada, baik itu memposisikan Pak Prabowo di atas atau di bawah sebagai bagian yang biasa saja, tidak pernah besar kepala," kata Dahnil.

"Dan Pak Prabowo memaknainya 'Ya sudah itu adalah persepsi publik yang kapanpun bisa berubah' dan tentu untuk tetap menjaga kinerja beliu, fokus beliau tetap pada kerja-kerja pertahanan," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)