TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Justin Andrian mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Kritik itu ia sampaikan seiring dengan banjir yang sempat merendam wilayah Ibu Kota.
Menurut Justin, meski sudah 3,5 tahun menjabat, masih banyak pekerjaan rumah (PR) Anies Baswedan.
Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (22/2/2021).
Baca juga: Kritik Anies soal Banjir Jakarta, Giring Ganesha: Terlihat Tidak Mampu Menyusun Prioritas
Baca juga: Klaim Banjir Jakarta Sudah 100 Persen Tertasi, Anies Baswedan Sebut Seluruh Kegiatan Sudah Normal
Justin mulanya meminta Anies untuk tak menyalahkan kiriman air dari daerah lain sebagai penyebab banjir DKI.
Ia pun membeberkan fakta soal status siaga sejumlah bendungan air di Ibu Kota.
"Yang terhormat Bapak Gubernur DKI Jakarta, kiranya tidak menyalahkan kiriman banjir dari tempat lain," jelas Justin.
"Karena berdasarkan data yang kami terima bahwa status di pintu air Katulampa dan di Depok statusnya masih siaga empat."
Karena itu, Justin meyakini banjir DKI terjadi karena kurangnya resapan di Ibu Kota.
Baca juga: Soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan: Sungai Antar Provinsi adalah Tanggung Jawab Pemerintah Pusat
Baca juga: Sebut Tak Adil jika Cuma Anies yang Dikritik soal Banjir, Refly Harun: Gugatlah Ganjar, Ridwan Kamil
Lebih lanjut, ia menyinggung masa jabatan Anies sebagai gubernur yang sudah berjalan 3,2 tahun.
"Jadi bisa disimpulkan bahwa banjir yang terjadi di DKI Jakarta ini sepenuhnya disebabkan oleh daya resap DKI Jakarta yang sangat minim," ujar Justin.
"Saya ingin mengingatkan pada Bapak Gubernur, bapak sudah memimpin Jakarta selama 3,5 tahun."
Justin menilai, banyak PR yang belum diselesaikan Anies.
Ia pun meminta Anies menyelesaikan masalah banjir yang tak kunjung usai.
"Tetapi banyak sekali PR yang belum diselesaikan."
"Jadi bukan hanya sekedar warna genteng warga saja."
"Tapi permasalahan utama dari DKI Jakarta, salah satunya banjir, masih banyak yang harus dikerjakan ," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-1.32:
Refly Harun: Mari Adil pada Gubernur DKI
Di sisi lain, sebelumnya Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun turut mengomentari banjir yang merendam DKI Jakarta.
Dilansir TribunWow.com, Refly Harun menganggap bukan hanya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang perlu digugat.
Ia pun menyinggung nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube Refly Harun, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: PSI Minta Anies Tidak Lempar Alasan soal Banjir Jakarta, Sebut Tak Banyak yang Dilakukan 3,5 Tahun
Baca juga: Sebut Banjir DKI Surut dalam Waktu Cepat, Anies Baswedan pada Jajarannya: Tidak Boleh Takabur
Mulanya, Refly menyinggung soal bencana banjir yang selalu melanda Jakarta, siapa pun gubernurnya.
Refly menganggap belum ada satu gubernur pun yang berhasil menangani banjir Ibu Kota.
"Soal banjir ini kita tidak paham, kenapa belum ada satu gubernur pun yang mampu menanggulangi banjir," ujar Refly.
"Tapi marilah kita adil pada gubernur DKI."
Refly menganggap, tak cuma wilayah DKI yang terendam banjir.
Melainkan juga sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Baca juga: Merespons Anies, Bima Arya Sebut Penyebab Banjir Jakarta Bukan di Hulu: Sudah Surati Pak Gubernur
Baca juga: Bagi-bagi Duit ke Korban Banjir, Wanita Emas Hasnaeni Moein Kritik Anies: Jangan Hanya Retorika
"Karena banjir ini kan tidak hanya di DKI tapi juga di daerah Jabodetabek," ujar Refly.
"Saya lihat saudara saya harus mengungsi, yang tinggal di Tangerang mengungsi ke rumah saudara saya."
"Jadi bukan hanya DKI Jakarta saja."
Karena itu, Refly merasa tak adil jika hanya Anies yang digugat karena banjir.
Ia menyebut, Ridwan Kamil hingga Ganjar Pranowo seharusnya juga ikut digugat.
"Jadi kalau kita mau menggugat gubernur, gugatlah Anies Baswedan dan Ridwan Kamil," kata Refly.
"Gugatlah Ganjar Pranowo karena kemarin Semarang juga banjir."
"Jangan-jangan nanti gubernur di daerah lain juga digugat."
Refly berharap, gugatan warga bisa membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI lebih siaga dalam menanggulangi banjir.
Terkait hal itu, ia lantas mengungkit ucapan Anies soal banjir DKI.
"Tapi it's okay karena untuk memberi pembelajaran dan peringatan Pemprov DKI agar lebih aware pada banjir," jelas Refly.
"Saya pernah dengar kata-kata Anies Baswedan."
"Bahwa curah hujan mereka tidak bisa kontrol tapi menanggulangi, bagaimana me-manage mereka bisa kontrol."
"Ternyata ketika diguyur hujan semalaman susah juga kontrolnya," tandasnya. (TribunWow.com)