TRIBUNWOW.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti menyampaikan curhatannya atas perlakuan yang diterima dari netizen.
Seperti yang diketahui, Susi banyak diserang lantaran sikapnya yang terkesan memberikan kritik terhadap pemerintah atau Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, terbaru adalah saat Susi meminta kepada masyarakat untuk meng-unfollow akun sosial media dari tokoh-tokoh yang melakukan ujaran kebencian.
Baca juga: Didebat Ferdinand Hutahaean setelah Komentari Cuitan Jokowi, Susi Pudjiastuti: Masalah Anda Apa Pak?
Baca juga: Mengaku Disebut sebagai Kadrun, Susi Pudjiastuti: Ada yang Kasih Nama Lobster Gurun
Hanya saja, Susi menegaskan tidak semata-mata mengarahkan kepada kasus Permadi Arya atau Abu Janda.
"Semua orang attack, yang dibilang saya tidak tahu terima kasih sama Pak Jokowi," ujar Susi.
"Dan dibilang saya tidak tahu diuntung, tidak lulus sekolah dijadikan menteri," imbuhnya.
Umpatan tersebut menurut Susi juga tidak terlepas karena dirinya membalas cuitan dari Jokowi.
Ia mengaku meminta Jokowi untuk mengimbau masyarakat menghentikan ujaran kebencian, terlebih lagi di media sosial yang dapat merugikan banyak pihak.
Meski permintaannya tersebut dilakukan dengan kerendahan hati, Susi mengaku tetap saja mendapat respons buruk dari netizen.
"Lalu terakhir saya membuat tweet-an memohon kepada Pak Presiden, Pak Presiden kan bilang pandemi satu tahun ini membuat kita sedih," kata Susi.
"Ya saya bilang sekalian himbau pak, mohon dihimbau supaya hate speech berhenti. Permohonan itu kan sangat rendah hati saya memintanya supaya kita semua lebih sehat," sambungnya.
"Kalau hate speech ada, kan banyak dari mereka mengatasnamakan agama, ras dan suku, bahkan mengatasnamakan relawan Pak Jokowi, itu kan tidak boleh."
Baca juga: Prabowo Minta Kadernya Jangan Gaduh, Effendi Ghazali Singgung Fadli Zon hingga Pendesak Anies Mundur
Sebagai rakyat biasa, Susi mengakui tidak bisa memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat, tidak seperti Jokowi yang merupakan orang nomor satu di Indonesia.
"Kita kan tidak bisa, kita siapa? Kalau Presiden yang mengimbau pasti beda, Beliau kan orang tertinggi di negeri ini, panutan," ungkapnya.
"Ya saya memohon sama orang yang tepat, dan mreper tweetnya beliau, bahwa kita sedang sedih, kita sedang banyak masalah karena pandemi ini, merindukan suasana normal, tidak dicekam ketakutan," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke-11.10:
Mengaku Disebut sebagai Kadrun
Dalam kesempatan sama, Susi mengaku bahwa dirinya sering disebut sebagai 'kadrun'.
Meski begitu ia tidak terlalu memikirkan sebutan tersebut.
"Ya dibilang kadrun lah," ujar Susi.
Meski begitu, ia juga mengaku sempat disebut pendukung pemerintah lantaran dekat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Lalu oh bukan karena ternyata saya dekat dengan Ibu Mega, bukan cuman dengan hanya Mbak Tutut dan Mbak Titik," ungkapnya.
Kembali soal disebut kadrun, menurut Susi penyebutannya bukan hanya sekadar kadrun biasa.
"Katanya ada yang kasih nama lobster gurun, oh iya memang agak berbeda dengan kadrun biasa," kata Susi.
"Terus juga karena ada foto sama Said Didu ada botol wine di depan, 'kadrun minum wine', saya bilang 'baru tahu ya?'"
Baca juga: Kaitkan Pidato Prabowo dengan Jokowi, Effendi Ghazali: Jadi Ini Bagus, Balance
Susi mengakui bahwa memang ada pertemuan-pertemuan dengan pejabat-pejabat negara.
Namun menurutnya, tidak pernah pilih-pilih dalam setiap kali melakukan pertemuan.
Terlebih diakuinya bahwa pertemuan tersebut terjadi dalam acara ulang tahunya.
"Iya in my birthday, excatly, semua orang ada di situ dan semua orang ngasih hadiah," jelasnya.
Dirinya lantas mempertanyakan alasan mengapa harus ada kelas-kelas atau pengelompokan seseorang, khususnya dalam hal politik.
Ia berharap persaingan di Pilpres 2019 maupun 2014 tidak menjadikan Indonesia memiliki dua kelompok masyarakat.
"Why, kenapa orang harus membuat klusterisasi manusia?" kata Susi.
Lebih lanjut, Susi lantas memperkenalkan dirinya, bukan sebagai kadrun atau apapaun.
"I'm Susi Pudjiastusi, orang Pandangandaran, wanita usia 57 tahun, selesai," tegas Susi.
"Kita berkawan dengan siapa saja, semua orang itu kawan kita, semua orang kita harus baik," pungkasnya.(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)