TRIBUNWOW.COM - Adik kandung Ustaz Maaher At-Thuwailibi, Jamal, mengungkapkan kondisi terakhir kakaknya sebelum meninggal dunia.
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan di kanal YouTube iNews, Selasa (9/2/2021).
Diketahui Maaher ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri karena kasus dugaan penghinaan berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Baca juga: Kenang Sosok Ustaz Maaher, Ustaz Yusuf Mansur Beberkan Percakapan Terakhir Almarhum: Itu Baik Sekali
Pendakwah yang bernama asli Soni Eranata itu ditahan sejak 4 Desember 2020.
Menurut sang adik, Ustaz Maaher sebelumnya memang sudah menjalani pengobatan karena memiliki riwayat penyakit tuberkulosis (TB) usus.
"Beliau 'kan punya TB usus. Jadi Beliau sebelumnya sempat sakit parah, drop," kata Jamal.
"Kemudian membaik," lanjut dia.
Saat itu dokter menyarankan Maaher tetap menjalani perawatan dan minum obat secara teratur.
Perkiraan konsumsi obat rutin mencapai 12 bulan, menurut keterangan sang adik.
"Itu dari dokter (mengharuskan) rawat jalan dan ada obat yang harus diminum selama, kalau saya enggak salah, 9 atau 12 bulan," ungkap Jamal.
Namun saat tersandung kasus yang menjeratnya dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Maaher harus berhadapan dengan hukum.
Akibatnya pengobatan TB usus yang selama ini dijalani terputus.
Baca juga: Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal di Rutan Bareskrim Polri, Pengacara Ungkap Kejadian 3 Hari Lalu
Kesehatan Maaher pun semakin menurun selama ditahan kurang lebih dua bulan terakhir.
"Baru berjalan beberapa bulan, tersangkut kasus ini 'kan, kasus UU ITE," kata Jamal.
"Jadi ketika masuk Bareskrim, pengobatan rawat jalan sama obatnya terputus," paparnya.
"Di situ kondisinya mulai semakin drop."
Selain itu, Jamal menduga suasana rutan semakin memengaruhi kesehatan Ustaz Maaher.
Ia menyebut kakaknya ditahan di basement sehingga tidak pernah terpapar sinar matahari.
"Mungkin juga karena kondisi di sana 'kan enggak kena matahari. Jadi ditahan di Bareskrim itu di basement dua," singgung Jamal.
"Kondisi drop, akhirnya meninggal," tutupnya.
Pihak keluarga sempat meminta Maaher dirawat di Rumah Sakit UMMI Bogor, Jawa Barat pada Januari 2021 lalu.
Saat kondisi Maaher kritis, ia dilarikan ke Rumah Sakit Polri.
Namun sayang nyawanya tidak terselamatkan.
Lihat videonya mulai menit 0.50:
Pengacara Ungkap Kejadian 3 Hari Sebelum Ustaz Maaher Meninggal
Tersangka kasus ujaran kebencian Ustaz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021) pukul 19.00 WIB.
Dilansir TribunWow.com, kabar duka itu dikonfirmasi kuasa hukum Maaher, Djuju Purwantoro.
Menurut Djuju, Maaher meninggal dunia akibat sakit.
Baca juga: Pernah Berseteru, Ini Reaksi dan Ucapan Duka Nikita Mirzani atas Meninggalnya Ustaz Maaher
Ia menyebut sempat berupaya mengajukan proses pembantaran perawatan ke Rumah Sakit UMMI pada tiga hari yang lalu.
"Tiga hari lalu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, hari Kamis saya sudah kirimkan surat agar yang bersangkutan kembali dirawat di RS UMMI Bogor atas permintaan keluarga," kata Djuju, dikutip dari Tribunnews.com.
Namun sebelum sempat mendapat balasan, Maheer meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Polri.
"Iya betul berita itu, beliau meninggal sekitar jam 19.00 malam tadi di Rutan Mabes Polri. Sekitar jam 20.00 sudah dibawa ke RS Polri," ungkap Djuju.
Maaher diketahui menderita luka di usus lambung yang menyebabkan kematiannya.
"Seperti di berita berita itu meninggalnya karena sakit. Sekitar seminggu lagi baru kembali ke RS Polri abis perawatan," terang sang kuasa hukum.
Istri Sempat Mengeluhkan Kondisi Maheer
Diketahui tiga pekan sebelumnya, istri Maaher, Iqlima Ayu, sempat mengeluhkan kondisi kesehatan sang suami.
Ia menyebutkan kesehatan Maaher mulai menurun.
Iqlima lalu meminta Maaher diperiksa di rumah sakit.
"Ustaz ini lagi masih dalam pengobatan TB usus, jadi harusnya ustaz kontrol ke RS tapi karena lagi begini, ya kirim obat," ungkap Iqlima Ayu seusai menjenguk Maaher di Rutan Bareskrim Polri, Senin (18/1/2021) sore.
Baca juga: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal di Rutan Bareskrim Polri
Selain itu, diduga kesehatan Maaher mulai memburuk karena harus berpisah dengan istri dan anaknya yang masih berusia 3 tahun.
Iqlima juga sempat mengajukan permintaan ke penyidik agar Maaher diperiksa di RS UMMI Bogor, Jawa Barat.
"Akan dijadwalkan pemeriksaan ke RS ustadz dirawat sebelumnya," kata Iqlima.
Pihak kuasa hukum membenarkan keterangan Iqlima.
Djuju menyebut kliennya sempat dirawat di rumah sakit sebelum ditahan karena menjadi tersangka.
"Jadi memang seperti apa yang dijelaskan istri Ustaz Maaher, beliau masih dalam tahap pemulihan belum penyembuhan total karena sakit luka di usus," kata Djuju.
"Dan seminggu terakhir ini agak menurun kesehatannya dan kami juga tadi konfirmasi tentang tindak lanjut perawatan tentang sakit beliau karena agak drop," tambahnya. (TribunWow.com/Brigitta)