Terkini Daerah

Wanita di Sanur Tewas Dihajar Pakai Tabung Gas, Saksi Lihat 2 Pria dan 1 Cewek Berkerudung Kabur

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas ambulans BPBD Denpasar mengevakuasi jenazah SW (48), di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Betngandang, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, pada Selasa 2 Februari 2021. BREAKING NEWS, seorang perempuan diduga korban pembunuhan di Sanur dievakuasi ke KMJ RSUP Sanglah.

TRIBUNWOW.COM - Nasib nahas menimpa Sri Widayu (48) seorang ibu dua anak yang ditemukan tewas di kamar kontrakannya.

Korban diketahui tewas seusai dihajar menggunakan tabung gas di kontrakannya, di alan By Pass Ngurah Rai, Nomor 438 Warung Jawa Barokah, Sanur, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Selasa (2/2/2021).

Seorang tetangga kontrakan korban mengaku, sempat melihat sejumlah orang mencurigakan yang langsung pergi menggunakan motor dari tempat kejadian perkara (TKP).

Ilustrasi jenazah SW (49), di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Betngandang, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, pada Selasa 2 Februari 2021 (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Baca juga: Momen Kakek Koswara Digendong Menuju Ruang Mediasi, Tiga Anak Kandungnya Cuek Tak Menyapa

Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Bali.com, fakta tersebut diungkap oleh saksi berinisial N (40).

Sekira pukul 20.30 Wita pada hari kejadian, saksi mendengar suara keributan orang yang berasal dari kamar korban.

Sepenggal kata-kata yang terdengar oleh saksi adalah 'sudah empat bulan kamu'.

Saksi mengaku suara tersebut terpotong dan tersamarkan oleh suara lainnya.

Tak lama dari suara ribut-ribut itu, saksi melihat dua orang pria bersama satu perempuan berkerudung kabur ke luar menggunakan sepeda motor.

N kemudian mengecek keberadaan korban.

Ia memanggil-manggil korban namun tidak ada jawaban.

Saksi lalu menghampiri kamar korban yang ternyata berada dalam kondisi terbuka.

"Saksi kemudian menghubungi pemilik kos, untuk mengecek kondisi korban di dalam kamarnya," ujar Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, Rabu (3/2/2021).

"Saat dicek, ternyata korban sudah terlentang di lantai kamar dengan kondisi kepala berdarah," tambahnya.

Iptu Sukadi menyampaikan, korban dihajar menggunakan tabung gas.

"Korban ditemukan meninggal di kamar kos (TKP). Diduga korban dipukul menggunakan tabung gas sehingga kening dan kepala belakang alami luka serius," ujarnya.

Selain luka pada bagian kepala, Tim Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar juga menemukan sejumlah luka lainnya saat memeriksa jasad korban.

"Ditemukan luka memar pada wajah, tangan dan kaki korban, masuk sekitar pukul 01.00 Wita," ujar dokter jaga IKF RSUP Sanglah, dr. Dudut ketika dikonfirmasi, Rabu 3 Februari 2021.

Pihak Forensik RSUP Sanglah masih menunggu instruksi dari pihak kepolisian untuk melakukan autopsi.

"Masih menunggu permintaan autopsi dari polisi," ungkap dr. Dudut.

Jasad korban diketahui dievakuasi dari TKP pada Selasa (2/2/2021) sekira pukul 23.00 Wita.

Proses evakuasi dilakukan oleh BPBD Denpasar yang mendapat laporan dari pihak kepolisian.

"Tindakan kami mengevakuasi jenazah dari TKP menuju KMJ RSUP Sanglah," ujar Koordinator Ambulans BPBD Denpasar, Dewa Mahendra.

Baca juga: Viral di TikTok Jalan Buntu di Depok yang Berujung ke Kuburan, Ini Cerita di Baliknya

Korban Sosok yang Tertutup

Korban dan suaminya diketahui sudah lama pisah ranjang.

Sekitar tiga tahun keduanya telah tinggal di rumah yang berbeda.

Kendati demikian suaminya masih kerap berkomunikasi dengan korban dan membantu korban bekerja.

Baca juga: Polisi Siap Olah TKP di Medan Guna Melengkapi Berkas Perkara, Gisel dan Nobu Siap Disidangkan

Suwarno (53) selaku suami korban kesehariannya bekerja sebagai pedagang nasi jinggo.

Ia tidak menyangka istrinya tewas dibunuh secara sadis.

Pasalnya ia tidak merasakan ada yang aneh dari istrinya tersebut.

Di Bali, Suwarno tinggal bersama anak sulungnya Yudi (27).

Sedangkan anak bungsunya tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur yang merupakan daerah asal korban.

"Sudah pisah ranjang dengan istri 3 tahun. Dia (korban) tinggal sendiri disini, sedangkan saya kos di Sanur, sama anak yang paling besar," ujar Suwarno.

Suwarno bercerita, ia biasanya mengunjungi korban untuk membantu istrinya itu berdagang.

"Hampir setiap hari kami komunikasi. Sehari-hari usaha jualan kripik pisang ibu (korban). Saya jualan nasi jinggo keliling. Biasa sering ketempatnya buat bantuin bikin kripik pisang," ujarnya.

Bahkan ia bersama anak sulungnya juga masih kerap mengunjungi korban.

Namun Suwarno mengakui, bawha korban memang tertutup dan tidak pernah cerita soal permasalahan pribadi.

"Agak tertutup sama saya. Pas tahu informasi ini ya saya terkejut, padahal kejadian tadi malam. Pagi tadi saya sempat jualan keliling, pulang maunya ambil payung (di TKP). Anak juga sempat bilang suruh tengok ibu," kata Suwarno.

Suwarno selama ini mengetahui korban tidak memiliki masalah, ia tidak mengerti kenapa ada orang yang tega membunuh korban.

"Ya selama ini baik-baik saja, saya tahu temannya juga banyak. Tapi kok ada sampai begitu, saya juga gak ngerti," ucap Suwarno.

Kini ia berencana membawa jasad istrinya pulang ke Jawa Timur.

"Ya mudah-mudahan lah pak, pelakunya cepat ditangkap dan diproses," kata Suwarno. (TribunWow.com/Anung)

Artikel ini diolah dari tribun-bali.com dengan judul UPDATE Kasus Pembunuhan Wanita di Sanur, Saksi: Terjadi Keributan Sebelum Korban Ditemukan MeninggalBREAKING NEWS: Seorang Perempuan Diduga Korban Pembunuhan di Sanur Dievakuasi ke KMJ RSUP Sanglah, dan Kasus Pembunuhan di Bali, Wanita Banyuwangi Tewas Dihantam Tabung Gas, Suami Syok dan Ungkap Ini