Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Moeldoko Jawab Tudingan AHY: Seorang Pemimpin Harus Kuat, Jangan Mudah Baper

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut bahwa seorang pemimpin harus berjiwa kuat dan tidak mudah terbawa perasaan.

Tribunnews.com/ Rina Ayu
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2019). Terbaru, Moeldoko menjelaskan Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan kerja sama dengan China di ZEE Perairan Natuna, Jumat (10/1/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut bahwa seorang pemimpin harus berjiwa kuat dan tidak mudah terbawa perasaan atau baper.

Hal ini Moeldoko sampaikan menanggapi tudingan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) yang menyebut adanya gerakan untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat yang melibatkan pejabat tinggi di lingkungan Istana Presiden.

"Saran saya ya, menjadi seorang pemimpin harus seorang pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang-ambing," kata Moeldoko dalam konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Saat Cuitan Lama SBY Berfoto Bersama Moeldoko Ramai Dikomentari Netizen

Moeldoko lantas menjelaskan awal mula isu ini berkembang.

Ia menyebut kerap kedatangan tamu di kantornya.

Sebagai mantan Panglima TNI, Moeldoko mengaku selalu membuka pintu untuk siapa saja yang hendak bertamu.

Moeldoko tak menyebutkan secara detail tamu yang ia maksud.

Namun, ia hanya menyebut bahwa tamu itu datang berbondong dan membicarakan banyak hal, bahkan curhat tentang situasi terkini.

Baca juga: Jawab Tudingan Demokrat, Moeldoko: Kalau Anak Buah Enggak Boleh Pergi ke Mana-mana, Ya Diborgol Saja

Dari situlah, berkembang isu yang digulirkan Partai Demokrat.

Moeldoko menduga isu itu berangkat dari foto-foto dirinya bersama tamu-tamu tersebut.

"Mungkin dasarnya foto-foto, ya orang dari ada dari orang Indonesia Timur, dari mana-mana kan pengin foto sama saya, ya saya terima aja, apa susahnya," ujar Moeldoko.

Ia mengaku prihatin terhadap situasi yang berkembang saat ini.

Sebab, sejatinya ia juga mencintai Partai Demokrat.

Kendati demikian, ia tak keberatan isu ini digulirkan.

Namun, ia mewanti-wanti Partai Demokrat untuk tidak dengan mudahnya menuding Istana, apalagi melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam isu ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
MoeldokoIsu Kudeta Partai DemokratPartai DemokratAgus Harimurti Yudhoyono (AHY)Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Jokowi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved