Vaksin Covid

Sudah Divaksin tapi Masih Positif Covid-19? Epidemiolog Sebut Potensi Besar: Butuh Waktu 4-6 Minggu

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VAKSINASI NAKES - Vaksinator saat akan melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan RS Husada Utama, Jumat (15/1).

TRIBUNWOW.COM - Epidemiolog di Griffith University, Dicky Budiman, mengungkapkan proses kerja vaksin Covid-19 dalam tubuh.

Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (22/1/2021).

Diketahui distribusi vaksin telah dilakukan dan sejumlah wilayah telah mengaplikasikan vaksin buatan Sinovac.

Tenaga kesehatan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Baca juga: Orang yang Sudah Kena Covid-19 Tak Bisa Divaksin Sinovac, Ini Daftar Kriterianya

Meskipun begitu, banyak yang masih mempertanyakan keampuhan vaksin Covid-19 tersebut, mengingat muncul sejumlah berita yang menunjukkan orang terpapar Virus Corona tidak lama setelah divaksin.

Dicky lalu menjelaskan tubuh akan mengembangkan sistem proteksi setelah divaksin beberapa waktu.

"Secara umum dari sejak penyuntikan pertama itu tubuh akan memerlukan waktu 4 sampai 6 minggu untuk memperoleh atau mencapai level imunitas atau proteksi yang diharapkan sesuai dengan efikasi yang dimiliki vaksin," kata Dicky Budiman.

"Katakanlah Sinovac atau vaksin lainnya," tambah dia.

Sebelum tubuh mencapai tingkat kekebalan tersebut, masih ada kemungkinan seseorang terinfeksi Virus Corona meskipun sudah divaksin.

"Karena itu dalam kurun waktu tersebut, bahkan artinya ada potensi sebelum menerima vaksin itu, ada potensi paparan atau terinfeksi Covid-19 sangat besar kemungkinan bisa terjadi," katanya.

Baca juga: Ini Riwayat Penyakit yang Tak Bisa Terima Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Ibu Hamil dan Menyusui?

Maka dari itu, Dicky menyarankan protokol 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi) dan 3T (testing, tracing, dan treatment) agar dilaksanakan dengan tertib.

"Oleh karena itu upaya 5M ini harus terus dilakukan oleh setiap individu masyarakat," imbau Dicky.

"Termasuk 3T yang harus terus ditingkatkan oleh pemerintah," tambah dia.

Ia menjelaskan masyarakat harus diedukasi terkait proses penerimaan vaksin dalam tubuh.

Menurut Dicky, meskipun sebagian besar masyarakat telah divaksin tidak berarti kekebalan komunitas (herd immunity) akan langsung tercapai.

"Ini yang harus dipahami. Vaksin ini memerlukan waktu untuk memperoleh manfaat maksimal," terang epidemiolog tersebut.

"Baik pada tingkat proteksi individu sendiri apalagi kalau bicara herd immunity. Itu suatu perjalanan yang akan cukup panjang untuk mencapai itu," jelas dia.

"Ada tahapan-tahapan, ada kondisi-kondisi yang harus disiapkan untuk mendukung herd immunity. Antara lain tentu kita harus melakukan 5M dan 3T yang masih jauh dari ideal," tambah Dicky.

Lihat videonya mulai dari awal:

(TribunWow.com/Brigitta Winasis)