TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago memberikan penilaian kepada lawan debatnya, yakni mulai dari Rocky Gerung, Fadli Zon hingga Fahri Hamzah.
Dilansir TribunWow.com, momen itu diketahui dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Senin (18/1/2021).
Untuk Rocky Gerung, Irma Suryani menyebutnya sebagai pengamat yang sering memakai bahasa-bahasa yang tidak jelas.
Baca juga: Menangis, Irma Chaniago Ungkap Kemungkinan jika Jokowi Kalah dari Prabowo: Gak Tahu Nasib Saya
Baca juga: Prabowo dan Sandi di Kabinet, Irma Chaniago: Kalau Mereka yang Menang Apakah Pak Jokowi Diajak Serta
Sehingga dikatakannya banyak makna yang sulit atau tidak bisa untuk dipahami.
"Saya melihat Rocky itu punya bahasa yang enggak jelas, mengawang-awang," ujar Irma.
"Makanya saya bilang ini orang sakit kayaknya," imbuhnya.
Meski begitu, terlepas dari perdebatan yang sering dilakukan, Irma mengakui bersahabat dengan Rocky Gerung.
"Saya sama dia bersahabat secara pribadi tidak ada problem, kalau ketemu habis selesai debat ya kita tos-tosan," ungkapnya.
Setelah itu, Irma menyinggung sosok politisi Gerindra, Fadli Zon yang dikenal juga memiliki sikap kritis terhadap pemerintah.
Sama-sama berasal dari Sumatera Barat, Irma Suryani menyebut Fadli Zon sedikit berbeda dengan Rocky Gerung.
Irma Suryani juga menilai sikap dari mantan Wakil Ketua DPR ini tidak berbeda dengan dirinya.
Meski mendukung sikap kritis dari Fadli Zon, Irma menyayangkan pembicaraannya yang sering tidak berdasarkan data.
"Fadli ini kan saya paham karena kami sama-sama dari Sumatera Barat, saya bilang ke Fadli gini 'Fad, secara pribadi, Uni dukung kamu Fad, harus ada membangkitkan kembali marwah orang minang," kata Irma.
"Fadli ini sama mungkin dengan saya, tanpa tedeng aling-aling membela mati-matian. Cuman saya bilang Fadli sering bicara itu tidak by data," jelasnya.
Baca juga: Heran Ribka Tjiptaning Baru Sekarang Tolak Vaksin Covid-19, Dosen di Makassar: Terlambat Anda
Selanjutnya, Irma Suryani memberikan pandangannya terhadap rekan Fadli Zon yang juga merupakan mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.
Ia tidak memungkiri kecerdasan yang dimiliki Fahri Hamzah.
"Fahri Famzah itu anak muda yang cerdas, dia cerdas, dan terus terang saya menghormati Beliau," kata Irma Suryani.
"Jadi di DPR kebetulan Beliau adalah ketua saya di Badan Kelengkapan. Fair, kadang-kadang enggak ada fairnya wajar, karena politisi," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 25.38
Menangis, Irma Ungkap Kemungkinan jika Jokowi Kalah dari Prabowo
Dalam kesempatan sama, Irma Suryani Chaniago mengungkapkan kemungkinan buruk terhadap dirinya ketika pemenang Pilpres 2019 lalu bukan Joko Widodo-Maruf Amien.
Sambil menangis, Irma membayangkan dirinya bakal menghilang dalam dunia perpolitikan jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang memenangkan pilpres.
Dalam kesempatan itu, Irma mulanya menyinggung soal keputusan Jokowi yang menggandeng dua paslon di Pilpres 2019.
Baca juga: Detik-detik Mobil Rombongan Jokowi Terobos Banjir di Kalimantan Selatan, Setinggi Betis Orang Dewasa
Baca juga: Sambangi Lokasi Banjir Kalimantan Selatan, Jokowi Beri 3 Instruksi untuk Penanganannya
Seperti yang diketahui, baik calon presiden maupun calon wakil presiden saat ini sudah berada di pemerintah.
Prabowo Subianto yang notabene merupakan lawan Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019 diangkat sebagai Menteri Pertahanan.
Kemudian disusul cawapres Sandiaga Uno yang juga ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
Menurutnya, hal itu ada pengaruh dari orang-orang di sekitar presiden.
"Saya tidak menjadi paham ketika ada mungkin strategi-strategi yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar presiden sehingga kemudian meminta lawan politik masuk ke kabinet," ujar Irma.
Menurut Irma, kondisi sama belum tentu terjadi ketika Prabowo yang menjadi presiden.
Dirinya mempertanyakan apakah Prabowo juga akan melakukan seperti yang dilakukan Jokowi.
"Bahkan banyak sekali di WA dan FB saya kemudian bilang seperti ini kepada saya, 'Ibu Irma pernah enggak terpikirkan kalau mereka yang menang apakah Pak Jokowi diajak serta'," ucapnya menyampaikan pertanyaan dari para pendukung Jokowi.
"'Apakah mereka menang mbak Irma diajak serta'."
"Jangankan saya, apakah Pak Jokowi diajak serta. Itu pertanyaan dari masyarakat," imbuhnya.
Baca juga: Kaget Sandiaga Mau Jadi Menteri Jokowi, Irma Chaniago Ungkit Pilpres 2019: Lawan Bolehlah Dirangkul
Lebih lanjut, Irma tiba-tiba merasa sedih ketika membayangkan bukan Jokowi yang memenangkan Pilpres.
"Kalau saja Pak Jokowi dan Pak Maruf kalah mungkin saya sudah hilang. Artinya bukan dibunuh, artinya enggak tahu nasib saya seperti apa," kata Irma.
"Saya menyadari itu dan saya sedih. Besarnya risiko itu yang saya ambil, saya sedih."
Meski begitu, dirinya memberikan apresiasi tinggi atas niatan baik dari Jokowi untuk menyatukan masyarakat Indonesia pasca Pilpres.
"Tetapi bagi saya, ketika saat ini Indonesia mulai kembali damai, ada kebahagian tersendiri di hati saya. Saya berharap ke depan akan lebih baik," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)