Terkini Daerah

Ayah 10 Anak Dibunuh Keponakannya di Depan Rumah Gara-gara Warisan, Disaksikan Langsung Warga

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Keranda korban pembunuhan digotong ke tempat pemakaman. Ardeni (50 tahun) warga Desa Karang Dapo 1 tewas dibunuh di Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara.

TRIBUNWOW.COM - Ardeni alias Den (50) tewas ditangan keponakannya sendiri, Alexander (26).

Pelaku secara sadis menghabisi korban dengan cara menebas leher korban hingga kepala Ardeni hampir terpisah dari badannya.

Korban dibunuh di depan rumahnya, di Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Kamis (14/1/2021).

Alek pelaku pembunuhan paman berhasil ditangkap Polres Muratara di Lubuklinggau, Jumat (15/1/2021). (Dokumen Polres Muratara)

Dikutip dari Sripoku.com, ada seorang warga yang melihat langsung ketika pelaku menghabisi korban di depan kediaman korban.

Lewat kesaksian tersebut, pihak kepolisian dapat dengan mudah melacak pelaku yang ternyata adalah keponakan korban.

Setelah tewas, jasad Den hanya ditutupi menggunakan sehelai kain, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Foto korban sempat menjadi viral beredar di WhatsApp dalam kondisi mengenaskan.

Baca juga: Baru Kenal 1 Minggu, Mahasiswa Telkom Dibunuh Teman Facebooknya Gegara Menyinggung Perasaan Pelaku

Dipicu Tanah Warisan

Pelaku yakni Alexander akhirnya berhasil dibekuk oleh jajaran Polres Muratara pada Jumat (15/1/2021).

Ia ditangkap ketika berada di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

"Iya (terduga pelaku sudah tertangkap), di Linggau," kata Kepala Satreskrim Polres Muratara, AKP Dedi Rahmad dihubungi, Jumat (15/1/2021).

Pada foto yang diterima oleh Sripoku.com, nampak pelaku terluka di bagian kaki.

"(Pelaku) mau kita bawa ke Polres dulu," kata Dedi seraya menyatakan kasus ini ditangani Satreskrim Polres Muratara.

Dedi menjelaskan, pelaku menebas korban dipicu karena tanah warisan milik kakak kandung korban yang merupakan ayah pelaku.

Ardeni diketahui menggarap tanah milik kakak kandungnya.

"Motifnya diduga masalah warisan, dimana korban ini menggarap tanah hak waris milik bapak pelaku," kata Dedi.

Baca juga: Seusai Bunuh Mahasiswa Telkom, Pelaku Sengaja Ikat Tangan dan Kaki Korban hingga Jasadnya Membungkuk

Baca juga: Putra Sulung Bongkar Alasan Tak Sempat Menangis saat Tahu Syekh Ali Jaber Meninggal: Saya Bangga

Saat melacak pelaku, pihak kepolisian juga ikut memeriksa orangtua pelaku.

"Ada yang melihat, dan orangtua pelaku juga sudah diperiksa," kata Dedi.

Korban tewas meninggalkan 10 orang anak.

Ardeni kemudian dimakamkan di TPU sekitar Desa Karang Dapo 1, Kecamatan Karang Dapo, pada Jumat (15/1/2021) siang.

Saat di pemakaman, istri korban nampak menangis meratapi kepergian suaminya itu.

"Ya Allah, kejam nian," tutur istri korban. (TribunWow.com/Anung)

Artikel ini diolah dari sripoku.com dengan judul Den Tinggalkan 10 Anak, Tangis Keluarga Pecah di Pemakaman, 'Ya Allah Kejamnya' dan  BREAKING NEWS : Keponakan yang Habisi Nyawa Pamannya Ditangkap, Dugaan Motif Terungkap