TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa Jakarta pernah mengalami gelombang pertama (first wave) dan gelombang kedua (second wave) Covid-19.
Misalnya pada pertengahan tahun lalu kasus Covid-19 melonjak tajam.
"Saya ingin tunjukan bahwa Jakarta pernah mengalami first wave dan second wave. Apa yang terjadi? Di Jakarta ini bulan September ketika kita melakukan pengetatan," kata Anies dalam konferensi pers virtual, Sabtu, (9/1/2021).
Baca juga: Tak Semua Orang Dapat Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Kondisi Orang-orang yang Tak Bisa
Baca juga: 4 Tahapan dan Jadwal Lengkap Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Mulai Januari 2021 hingga Maret 2022
Dengan pengetatan aktivitas yang dilakukan saat itu, Anies mengatakan kurva penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta melandai bahkan turun.
"Penurunannya itu sampai 50%. Dari angka 13 ribu menurun hingga 6 ribu kasus aktif di Jakarta," katanya.
Menurut Gubernur, kasus Covid-19 kembali meningkat karena adanya liburan panjang.
Mobilitas masyarakat yang tinggi pada masa liburan membuat kasus Covid-19 kembali meningkat.
Baca juga: 71 Karyawannya Positif Covid-19, Pabrik Kopi Kemasan Dikenai Sanksi karena Tak Lapor
"Kemudian ada liburan di sini, dan sesudah liburan, berubah, setelah liburan dia menanjak lagi. Sekarang ini kita berada di Januari, sedang di puncak-puncaknya," kata Anies.
Dengan pengetatan PSBB, Anies berharap kasus Covid-19 dapat dikendalikan. Apalagi tidak ada libur panjang yang memicu mobilitas masyarakat.
"Kita berharap nantinya seperti tadi, mulai dengan landai, kemudian setelah melandai, kita berharap ini bisa turun. Turunnya kita berharap tuntas. Kenapa kita harapkan tuntas, karena pada saat ini kita tidak menyaksikan ada liburan panjang, tidak ada aktivitas-aktivitas memungkinkan mobilitas tinggi, karena itu kita berharap bisa mengendalikan ini sebaik-baiknya," pungkas Anies.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies: Jakarta Pernah Alami First Wave dan Second Wave Covid-19