Vaksin Covid

Kantongi Izin BPOM untuk Vaksin Covid-19, Jokowi: Vaksinasi akan Mulai Minggu Depan

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden RI Joko Widodo mengumumkan 1,2 juta dosis Covid-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia, pada Minggu (6/12/2020).

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan program vaksinasi Covid-19 akan segera dimulai.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam rapat terbatas para menteri di Istana Negara.

Melalui pernyataan itu, dapat dipastikan vaksinasi akan dimulai pekan kedua Januari 2021.

Petugas medis melakukan simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Baca juga: Ada Sanksi Bagi Masyarakat yang Tolak Vaksin Covid-19, Bakal Kena Denda Rp 5 Juta

"Saya ingin menyampaikan bahwa vaksinasi ini akan dimulai minggu depan," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (6/1/2021).

Diketahui sebelumnya vaksin sudah didistribusikan ke berbagai daerah dengan jumlah yang berbeda-beda.

Pemerintah menargetkan 5,8 juta dosis vaksin akan disebar ke sejumlah tempat selama bulan Januari ini.

Setelah itu 10,45 juta dosis vaksin akan didistribusikan pada Februari, kemudian menyusul 13,3 juta dosis pada Maret.

Rencana berikutnya setelah distribusi pada Maret masih digodok pemerintah.

"Dan bulan-bulan berikutnya nanti akan saya sampaikan pada waktu yang akan datang," kata Jokowi.

Awalnya Indonesia memesan 3 juta dosis vaksin buatan Sinovac dari Beijing, Tiongkok.

Jumlah berikutnya yang tengah dipesan sebesar 122,5 juta dosis.

Selain dari Sinovac, Indonesia juga memesan vaksin buatan perusahaan lain dari berbagai negara dengan rincian 50 juta dosis dari Novavax, 54 juta doss dari Covax/GAVI, 5 juta dosis dari AstraZeneca, dan 50 juta dosis dari Pfizer.

Totalnya adalah 329,5 juta dosis.

Baca juga: Kritik Komunikasi Publik Satgas soal Vaksin Covid-19, dr Tirta: Mulai Bener saat Menterinya Ganti

"Pengaturannya nanti akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan," papar Jokowi.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito memastikan keamanan vaksin yang beredar sudah sesuai standar.

Sejak kedatangan vaksin Sinovac di Indonesia pada Desember 2020 lalu, BPOM terus memastikan sampling dan pengujian vaksin.

BPOM juga memastikan keamanan penyimpanan vaksin yang harus ditempatkan secara khusus dalam Envirotainer.

“Badan POM telah menerbitkan sertifikat Lot Release terhadap 1,2 juta vaksin CoronaVac yang datang pada tanggal 6 Desember 2020," kata Penny Lukito, Selasa (5/1/2021).

"Pengujian dalam rangka Lot Release ini dilakukan di Laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional,” lanjut dia,

Diketahui lot release adalah persyaratan dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) berupa proses evaluasi yang dilakukan otoritas pengawas obat di setiap negara untuk menjamin mutunya.

Alur Vaksinasi Covid-19: Terima SMS, Registrasi, Pilih Jadwal, Screening

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menjelaskan alur vaksinasi yang akan segera dilakukan.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Senin (4/1/2021).

Diketahui vaksin buatan Sinovac telah dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Pria Usia 82 Tahun di Inggris Jadi Penerima Pertama Vaksin AstraZeneca: Menanti-nantikan Kesempatan

Rencananya kelompok prioritas penerima vaksin adalah tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang yang berada di fasilitas kesehatan.

Nadia kemudian menjelaskan alur singkat dari proses administrasi dan registrasi penerima vaksin Covid-19.

Ia menjelaskan awalnya calon penerima vaksin akan menerima SMS yang dikirim secara serentak.

SMS resmi akan dikirim atas nama Peduli Covid.

Tabel proses vaksinasi Covid-19 yang akan memprioritaskan tenaga kesehatan (nakes). (YouTube Sekretariat Presiden)

Setelah menerima pesan singkat itu, calon penerima vaksin harus melakukan verfikasi.

"Sasaran penerima vaksinasi akan menerima notifikasi atau pemberitahuan melalui SMS blast dengan ID pengirim Peduli Covid, di mana para penerima vaksin akan melakukan verifikasi," kata Siti Nadia Tarmizi.

Dalam verifikasi ulang, calon penerima vaksin akan melakukan registrasi melalui situs resmi yang disediakan Satgas Covid-19.

Registrasi ini meliputi status kesehatan calon penerima vaksin.

Calon penerima vaksin juga dapat menentukan jadwal vaksinasi yang diinginkan.

"Selanjutnya penerima vaksin akan melakukan registrasi ulang untuk status kesehatan dan memilih tempat serta jadwal vaksinasi," jelas Nadia.

Baca juga: Pastikan Tak Berbahaya, Tim Uji Paparkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Sinovac: Sembuh Sendiri

Sementara itu di wilayah-wilayah yang terkendala jaringan internet, registrasi dapat dilakukan dengan menghubungi Satgas Covid-19 di kecamatan masing-masing.

"Untuk daerah dengan kendala jaringan, maka proses verifikasi dan registrasi akan dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid di kecamatan," papar Nadia.

Ia mengingatkan agar calon penerima vaksin tidak melewatkan registrasi.

Dalam registrasi tersebut, calon penerima vaksin akan diberi sejumlah pertanyaan terkait tempat tinggalnya dan kemungkinan ada penyakit yang sebelumnya diderita.

Proses ini disebut screening sederhana.

"Registrasi ini sangat penting sebagai upaya verifikasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh sistem untuk mengonfirmasi domisili serta screening sederhana terhadap penyakit penyerta yang diderita," kata Nadia.

Apabila calon penerima vaksin tidak melakukan registrasi, Satgas Covid-19 yang ada di tiap kecamatan akan mendata ulang.

"Verifikasi bagi peserta yang tidak melakukan registrasi ulang akan dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 di kecamatan," jelas Nadia. (TribunWow.com/Brigitta)

Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Presiden Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Akan Dimulai Minggu Depan dan Tribunnews.com dengan judul BPOM Pastikan Keamanan dan Mutu Sebelum Hingga Sesudah Vaksin Covid-19 Beredar.