Reshuffle Kabinet

Sudah Salat Istikharah sebelum Ambil Tawaran Menteri, Sandiaga Uno: Banyak yang Kecewa Saya Mengerti

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif baru Sandiaga Uno (dua kiri), saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). Terbaru, Sandi menyadari banyak orang yang kecewa atas pilihannya menerima tawaran jabatan Menparekraf.

TRIBUNWOW.COM - Banyak pro dan kontra terkait langkah Sandiaga Salahuddin Uno menerima tawaran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat posisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Sandi pun tak menampik, banyak pihak yang kecewa terkait keputusannya menerima tawaran menjadi Menparekraf.

Namun Sandi mengaku niatnya bergabung dengan pemerintah dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Menparekraf Sandiaga Uno memberikan pesan kepada para pendukungnya yang berharap dirinya tetap menjadi oposisi di luar pemerintah. (Instagram/@sandiuno)

Baca juga: Sandiaga Uno Jawab Mengapa Dirinya Lebih Dipilih Jabat Menparekraf Dibanding Wishnutama: Tugas Berat

Hal itu disampaikan oleh Sandi lewat unggahannya di akun Instagram miliknya @sandiuno, Jumat (25/12/2020).

Pada unggahannya, Sandi menampilkan rekaman wawancaranya dalam acara Kabar Petang tvOne.

Awalnya ia mengakui pasti banyak pihak yang kecewa terkait pilihannya bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju.

"Pasti banyak yang kecewa saya mengerti," kata Sandi.

"Pasti banyak yang tidak mendukung saya, mohon maaf," lanjut Sandi.

Sandi bercerita, sebelum mengambil posisi jabatan menteri, ia telah lebih dulu melaksanakan salat Istikharah untuk meminta jawaban dari Allah SWT.

"Niat ini murni tulus ikhlas saya ambil setelah saya berkontemplasi, salat istikharah sampai beberapa kali," ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, jawaban yang ia terima selalu sama, yakni dahulukan kepentingan bangsa dan negara.

Setelah mendapat jawaban itu, Sandi bercerita, ia akhirnya mulai mengabari satu per satu mulai dari keluarga terdekat hingga teman-teman seperjuangannya.

"Saya bilang ini saatnya kita fokus untuk mengatasi Covid-19 dan membangkitkan ekonomi kita, membuka lapangan pekerjaan," kata Sandi.

Sandi berharap dalam situasi yang berat ini, semua pihak bisa menciptakan peluang dan bangkit dari hantaman pandemi Covid-19.

Lewat unggahan itu, Sandi juga menuliskan caption bahwa ia berniat untuk membangun bangsa lewat perbaikan sektor pariwisata.

Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Sandi.

"Bahu membahu untuk Indonesia Maju!

Keputusan ini saya ambil berdasarkan niat dan ikhtiar saya sejak awal yang ingin meningkatkan ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Saya tidak ingin politik ini digunakan untuk menjadi ajang pecah belah, saling sikut-menyikut, saling menjatuhkan.

Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19. Ini adalah saatnya kita bersatu padu, bahu membahu membangun bangsa, membangkitkan kembali perekonomian dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya, yang dalam hal ini saya akan jalankan ikhtiar saya ini melalui sektor pariwisata dan industri kreatif." tulis Sandi dalam akun Instagramnya.

Baca juga: Ambil Tawaran Jabatan Menteri, Ini Pesan Sandiaga Uno ke Oposisi: Lupakan Dulu Perbedaan

Ditarget Jokowi 1 Tahun

Sebelumnya, saat memberikan pernyataan seusai dilantik pada Rabu (23/12/2020) lalu, Sandiaga mengatakan dirinya ditargetkan untuk membuat sebuah perubahan dalam jangka waktu satu tahun.

Mantan calon wakil presiden pada pemilu 2019 itu mengakui tugas yang kini diembannya tergolong berat.

Dikutip dari YouTube Kompastv, Sandiaga menjelaskan ia memiliki tiga gagasan utama dalam menjalankan tugasnya sebagai Menparekraf.

Ketiga gagasan itu adalah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Pertama, Sandiaga menjelaskan soal inovasi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu lalu menceritakan bahwa dirinya diberi satu tahun untuk mengembangkan 5 destinasi wisata super prioritas.

Kelima destinasi wisata itu yakni Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

"Karena kita harus bergerak secara cepat bahwa presiden arahannya dan bapak Wapres dalam satu tahun ini harus ada quick win (kemenangan cepat -red), harus ada perubahan yang mendasar pada saat kita berbenah terhadap destinasi 5 super prioritas," jelas Sandi.

Baca juga: Sandiaga dan Risma Disebut Punya Kans di 2024, Pengamat: Kalau Prabowo dan Megawati Tidak Merestui?

Sandi mengatakan inovasi dilakukan secara 360 derajat atau menyeluruh, mulai dari busana, tarian, infrastruktur, hingga kuliner.

Ia menyinggung inovasi harus dilakukan kepada semua yang berkaitan dengan ekonomi kreatif.

Selanjutnya Sandi membahas soal adaptasi pada era pandemi Covid-19.

Sandi menyinggung soal pentingnya sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE).

CHSE merupakan pemberian sertifikasi kepada usaha, destinasi, dan produk pariwisata yang dapat memberikan jaminan kepada wisatawan dalam hal kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

"Kita harus beradaptasi dengan keadaan terkini, yaitu Covid-19, CHSE salah satunya harus kita pastikan sebagai prasyarat untuk kebangkitan sektor ini," ungkap Sandi.

Terakhir Sandi membahas soal kolaborasi yang berarti bekerjasama dan berkoordinasi dengan semua pihak.

"Kita harus menggandeng semua pihak," kata dia.

Sandi mengakui tugas yang ia jalani sebagai Menparekraf adalah hal yang tidak mudah.

"Karena ini tugas berat, kami sangat prihatin jutaan lapangan pekerjaan yang terdampak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata dia.

"Kami akan berjuang untuk mempertahankan dan mengembangkan pemberdayaan agar kita bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan mempertahankan tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat."

"Terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," pungkas Sandi.

Simak videonya mulai menit ke-1.16:

(TribunWow.com/Anung)