Terkini Nasional

Enam Menteri Baru Dilantik, Yunarto Wijaya: Jokowi Memang Lebih Nyaman dengan Sosok Profesional

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat Politik Yunarto Wijaya berikan tanggapan terkait enam menteri baru yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/12/2020).

TRIBUNWOW.COM -Pengamat Politik Yunarto Wijaya berikan tanggapan terkait enam menteri baru yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/12/2020).

Mereka adalah Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan) serta M Lutfi (Menteri Perdagangan).

Dilansir TribunWow.com, Yunarto Wijaya mengatakan bahwa Jokowi terkesan memang lebih nyaman bekerja sama dengan para profesional ketimbang politikus.

Presiden RI Joko Widodo memperkenalkan menteri baru Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (22/10/2020) (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Baca juga: Sandiaga Susul Prabowo Masuk Kabinet, Analis Politik Sebut Bisa Jadi Rekor MURI: The One and Only

Baca juga: Soal 6 Menteri Baru Jokowi, Politisi Nasdem: Jangan Sakiti yang Sudah Berjuang di Pilpres 2019

"Secara chemistry sepertinya makin terlihat Jokowi memang lebih nyaman dengan sosok-sosok yang punya latar belakang profesional, ekonomi atau bahkan pengusaha," Yunarto Wijaya, dikutip dalam tayangan YouTube metrotvnews, Rabu (23/12/2020).

Yunarto mengatakan bahwa dari enam menteri baru Jokowi tersebut mayoritas memang mempunyai latar belakang profesional dan pengusaha.

Hal itu tentunya tidak berbeda dengan latar belakang dan karakter dari Jokowi itu sendiri.

"Dianggap mungkin linier dengan istilah akselerasi, mirip juga dengan latar belakang Jokowi, kelas menengah, pengusaha yang tidak berasal dari latar belakang politik tetapi kemudian masuk politik dengan pola pikir yang berbeda di birokratisasi, di regulasi," jelasnya.

Dirinya mengambil contoh yang paling mencolok adalah ditunjuknya Budi Gunawan Sadikin sebagai Menteri Kesehatan.

Diakuinya bahwa keputusan tersebut tidak diprediksikan sebelumnya mengingat Budi Gunawan bukanlah seorang yang ahli di dunia kesehatan.

"Itu yang menyebabkan munculnya nama Budi Gunadi Sadikin ada di posisi bahkan Menkes yang tidak sesuai dengan latar belakangnya sebagai seorang banker," kata Yunarto Wijaya.

"Yang kedua misalnya M Lutfi dengan latar belakang pengusaha mirip dengan Erick Thohir dan Bahil dan bahkan Sandiaga Uno lawan politiknya," pungkasnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Direkrut Jadi Menteri Jokowi, Refly Harun: Untuk Mengikat Gerindra di Pilpres 2024

Simak videonya mulai menit ke- 1.58:

Sandiaga Susul Prabowo, Analis Politik Sebut Bisa Jadi Rekor MURI

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi satu dari enam menteri baru Kabinet Indonesia Maju.

Sandiaga Uno diangkat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Menanggapi hal itu, Analis Politik Adi Prayitno menyebut sebagai kondisi yang sangat menarik.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Rabu (23/12/2020).

Analis Politik Adi Prayitno memberikan komentarnya terkait kebijakan reshuffle atau perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi 'tvOne', Rabu (23/12/2020). (Youtube/Apa Kabar Indonesa tvOne)

Baca juga: Sindir Gerindra, Irma Chaniago Ngaku Kasihan dengan Jokowi: Sudah Dikasih 2 Menteri Masih Nggebukin

Baca juga: Sandiaga Uno Direkrut Jadi Menteri Jokowi, Refly Harun: Untuk Mengikat Gerindra di Pilpres 2024

Dilansir TribunWow.com, Adi mengatakan bahwa dengan bergabungnya Sandiaga ke dalam pemerintah menandakan rivalitas di Pilpres 2019 benar-benar telah usai.

Sandiaga menyusul Prabowo Subianto yang lebih dulu dirangkul oleh Jokowi dengan dijadikan sebagai Menteri Pertahanan.

Seperti yang diketahui keduanya merupakan pasangan penantang Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019.

"Masuknya Sandi ini melengkapi islah yang sesungguhnya antara cebong dan kampret dalam satu kolam koalisi," ujar Adi Prayitno.

"Sudah case closed," tegasnya.

Adi Prayitno mengatakan bahwa kondisi tersebut bisa jadi menjadi yang pertama dan satu-satunya paslon penantang justru bergabung dalam pemerintahan dan bahkan menjadi menteri.

Dirinya menambahkan bahwa tidak berlebihan ketika menyebutnya sebagai sebuah rekor baru dalam dunia politik.

"Dan akan menjadi rekor. Kayaknya MURI perlu memberikan penghargaan," katanya.

"Ini the one and only. Satu-satunya pemilu di dunia mungkin di mana capres dan cawapres penanyangnya bisa menjadi menteri," jelas Adi Prayitno.

"Mantab sudah ini dunia persilatan," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)