Terkini Daerah

Mulanya Menggerebek, Oknum Polisi Ini Malah Usir Pelanggan dan Setubuhi PSK, Begini Nasibnya

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi prostitusi. Oknum Polisi berinisial RCN telah melakukan aksi pemerasan setelah menyetubuhi seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial MIS (21).

TRIBUNWOW.COM - Oknum Polisi berinisial RCN telah melakukan aksi pemerasan setelah menyetubuhi seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial MIS (21).

Akibat tindakannya itu, penyidik Polda Bali akhirnya menetapkan sang oknum polisi sebagai tersangka.

Diketahui, RCN bertugas di Polda Bali.

Peristiwa dugaan pemerasan itu terjadi pada Rabu (16/12/2020) lalu di indekos milik MIS di Denpasar.

Atas perbuatannya, RCN dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan Pasal 369 KUHP tentang pemerasan disertai ancaman.

Baca juga: Nasib Oknum Polisi yang Setubuhi dan Peras PSK di Bali, Ditetapkan sebagai Tersangka dan Ditahan

Baca juga: Terpaksa Jual Diri karena Masalah Ekonomi, PSK di Bali Justru Disetubuhi dan Diperas Oknum Polisi

Berikut faktanya yang Kompas.com rangkum:

1. Kronologi kejadian

Kuasa hukum MIS, Charlie Usfunan mengatakan, dugaan pemerasan itu berawal saat kliennya hendak melayani jasa seorang pria hidung belang pada Rabu lalu.

Saat akan berhubungan badan, tiba-tiba RCN mangedor pintu kamarnya.

"Sebelum berhubungan ada yang masuk dan mengaku anggota polisi dengan menunjukan tanda pengenal," kata dia.

RCN kemudian mengusir pria yang bertransaksi dengan MIS.

Setelah itu, sambung Charlie, oknum polisi itu menyetubuhi MIS.

2. Diduga Peras PSK

Usai menyetubuhi MIS, RCN kemudian mengambil ponsel milik MIS, jika korban ingin mengambil ponselnya, RCN meminta uangnya sebesar Rp 1,5 juta.

Tak sampai disitu, RCN juga memeras MIS dengan dalih "uang keamanan".

"Awalnya meminta handphone dan setap sebeulan meminta setoran Rp 500.000," ujarnya.

Baca juga: Gerebek PSK di Kamar Kos Bali, Oknum Polisi Setubuhi Korban setelah Pelanggannya Disuruh Pergi

3. Korban PHK

Dijelaskan Charlie, kliennya ini sebelumnya bekerja di sebuah hotel di Badung, Bali.

Namun, ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk bertahan hidup, kliennya kemudian memilih menjadi PSK dan menawarkan jasanya melalui apliaksi Michat, hal itu sudah dilakukan sejak tiga pekan lalu.

"Korban punya masalah ekonomi dan terpaksa menjual diri melalui aplikasi Michat," katanya.

4. Ditetapkan Tersangka

Tak terima karena menjadi korban pemerasan, MIS didampingi kuasa hukumnya melaporkan RCN ke Polda Bali.

Baca juga: Kronologi PSK Disetubuhi lalu Diperas Oknum Polisi, Pengacara Korban: Dia Terpaksa Jual Diri

Polisi yang mendapat laporan itu kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan RCN sebagai tersangka atas dugaan pemerasan dan ancaman.

"Sudah ditetapkan tersangka," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Saymsi lewat pesan WhatsApp, Senin (21/12/2020).

Setelah ditetapkan tersangka, kata Syamsi, RCN sudah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Sudah ditahan terhitung mulai hari ini," ungkapnya. (Kompas.com/ Imam Rosidin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Baru Oknum Polisi Diduga Peras PSK, Ditetapkan Tersangka dan Sudah Ditahan"