Terkini Daerah

Pesan Terakhir Ayah pada Sepasang Kekasih yang Tewas Berdua setelah Seserahan: Cepat, Nanti Hujan

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sepasang kekasih yang akan menikah Irma Yunita (23) dan Suharianto (28) tewas ditabrak bus di jalan lintas sumatera KM 38-39, Tualang, Perbaungan, Serdangbedagai pada Minggu (13/12/2020). ayahnya beri kesaksian

TRIBUNWOW.COM - Sepasang kekasih yang akan menikah Irma Yunita (23) dan Suharianto (28) tewas ditabrak bus di jalan lintas sumatera KM 38-39, Tualang, Perbaungan, Serdangbedagai pada Minggu (13/12/2020).

Padahal rencananya mereka akan melangsungkan pernikahan pada 31 Januari 2021.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Medan pada Selasa (16/12/2020), Ayah calon mempelai wanita, Miswan lantas mengungkapkan pertemuan terakhirnya dengan sang anak.

Pasangan kekasih tewas kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 38-39 kawasan Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). (TRIBUN MEDAN / HO)

Baca juga: Jelang Pernikahan, Sepasang Kekasih Tewas dalam Kecelakaan di Serdang Bedagai, Ini Kronologinya

Ia terakhir bertemu dengan sang anak pada Minggu.

Miswan sempat berpesan pada anaknya agar cepat sampai ke Medan lantaran hari akan hujan.

"Pas mau pergi itu cuma dibilang anakku ini cepat nanti hujan. Udah gitu aja enggak ada yang aneh-aneh."

"Dia kalau pulang ke rumah sekitar satu bulan sekali gitu. Udah sekitar setahun lalu dia tunangan makanya mau nikah," kata Miswan Saat ditemui di rumahnya di Desa Sei Jenggi Kecamatan Perbaungan.

Keduanya baru saja mendatangi acara antaran/hantaran yang merupakan bagian dari rangkaian acara lamaran.

Sedangkan keduanya hendak ke Medan, lantaran mereka bekerja di kota tersebut.

Saat malam minggu anaknya pulang ke rumah, Miswan mengatakan bahwa tidak ada gelagat aneh.

Pria yang juga pedagang bandrek ini mengaku ia dan keluarganya juga tak mimpi macam-macam sebelum sang anak meninggal.

Kemudian saat sesi wawancara dengan Tribun Medan, Miswan menangis mengingat anaknya.

Ia sempat meminta izin untuk menghentikan sesi wawancara.

Lalu, ia menjelaskan bahwa awalnya anaknya dan sang kekasih rencananya akan dimakamkan berdampingan.

Namun kemudian akhirnya pemakaman dilakukan di kampung halaman masing-masing.

Sedangkan pacar anaknya, Suharianto dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Simalungun.

"Kalau anak saya dimakamkan di sini lah. Udah lah ya," katanya tidak sanggup melanjutkan sesi wawancara.

Baca juga: Sudah Pesan Pelaminan, Sepasang Calon Pengantin Tewas Kecelakaan Sepulang dari Acara Seserahan

Dalam kesempatan itu, Miswan juga menceritakan bagaimana dirinya mendengar kematian sang anak.

Sepasang kekasih itu awalnya berniat untuk pergi ke Medan.

Pasalnya keduanya bekerja di kota tersebut.

"Mereka itu sebenarnya mau pergi ke Medan. Mereka sama-sama kerja di Medan. Karena ada acara antaran hari Minggu itu makanya mereka datang."

"Itulah disepakati tanggal 31 (Januari) acara pestanya maksudnya karena itulah hari baiknya kita lihat. Udah gitu pun pihak laki-laki minta bulan Januari bisanya," ucap Miswan.

Lalu, menantunya menyebut bahwa daerah Tualang macet ada kecelakaan.

Mendengar kecelakaan itu, Miswan langsung berfirasat buruk.

"Menantu saya yang perempuan bilang saat itu macet di Tualang karena ada kecelakaan. Dia enggak tau siapa yang kecelakaan."

"Di situ saya kok punya firasat sama anak saya karena mereka belum lama pergi pamitan dari rumah. Itulah langsung kutelponi yang laki-laki tapi dijawab sama orang lain dan cuma bilang, kenal sama orang ini, orangnya di rumah sakit Melati Perbaungan," ucap Miswan sambil menirukan perkataan orang lain.

Miswan yang akrab disapa Iwan ini mengatakan bahwa anaknya adalah sosok yang baik dan rajin.

Sementara itu dalam kecelakaan tersebut, sebenarnya sang anak tidak mengalami banyak luka berdarah.

"Enggak tahu lagi aku jam berapa kejadiannya. Sekitar satu jam aku di rumah sakit meninggal lah anakku ini. Dia itu anaknya rajin dan baik kali."

"Dari tamat sekolah dia langsung kerja bantu orang tua. Dia kerja di toko buku di Medan. Kalau luka berdarah enggak ada sebenarnya kulihat mungkin luka dalam dialaminya," kata Miswan.

Terkait pernikahan anak keempat dari lima orang itu, pihak keluarga sebenarnya sudah memesan pelaminan hingga kebutuhan fotografer.

Sopir Bus Tersangka

Laka lantas yang menewaskan Irma dan Suharianto diketahui merupakan sebuah kecelakaan beruntun.

Kecelakaan itu melibatkan sebuah Bus PT Bilah Pane Sejati, sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai kedua korban tewas, sepeda motor Honda CB-150R dan sebuah mobil pick up.

Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Agung Basuni mengatakan, sopir dari bus PT Bilah Pane Sejati, Tumpan Lumban Tobing (50) kini ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Sempat Viral Nikahi WNI, Badan Polly Bule Asal Inggris Jadi Sorotan, Disebut seperti Tak Terurus

"Tersangka sementara ini sopir bus yang diduga melakukan pelanggaran sehingga mengakibatkan kecelakaan. Kita tahan dan sedang dalam proses pemeriksaan," ucap Agung Basuni Senin, (14/12/2020).

Selain korban tewas, dua penumpang yang mengendarai motor Honda CB-150R turut mengalami luka-luka.

"Kronologinya bermula saat Bus PT Bilah Pane Sejati yang dikemudian oleh Tumpal Lumban Tobing datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi," ujar Agung.

"Setibanya di TKP mendahului mobil minibus yang belum diketahui jenis dan no platnya mengambil jalur ke kanan jalan."

"Sehingga pada bagian depan sebelah kanannya tertabrak oleh Yamaha Vixion yang dikendarai korban yang sedang berboncengan," sambung Agung. (TribunWow.com/Mariah Gipty/Anung)

Artikel ini diolah dari tribun-medan.com dengan judul AYAH Calon Pengantin Perempuan Berlinang Air Mata, Ceritakan Detik-detik Tewasnya Putri Jelang Nikah, KELUARGA Sudah Menyiapkan Pelaminan untuk Pasangan Kekasih yang Tewas Kecelakaan, Januari Menikah,dan KISAH PILU Calon Pengantin, Sejoli Tewas Kecelakaan, Keluarga Siapkan Pelaminan, Januari Menikah