Penanganan Covid

Pemprov DKI Jakarta Dinilai Tak Konsisten soal PSBB, Komisi IX DPR RI: Faktanya Apa?

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona

TRIBUNWOW.COM - Komisi IX DPR meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta konsisten menegakkan aturan yang telah dibuatnya, untuk menekan penyebaran kasus positif di wilayah Ibu Kota Negara.

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait upayanya menekan Covid-19.

Hal tersebut, harus dilakukan karena saat ini jumlah kasus di Jakarta masih tertinggi dibanding daerah lainnya.

ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19 (TribunVideo/Radifan Setiawan)

"Pemprov kan sudah mengusulkan PSBB, tinggal bagaimana pelaksanaannya. Saya minta evaluasi, karena saya lihat Jakarta kurang konsisten dalam proses pengendalian pelaksanaan PSBB," papar Rahmad saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Sikap tidak konsisten menegakkan aturan PSBB, kata Rahmad, terlihat adanya pembiaran kerumunan massa dalam serangkaian acara yang dilakukan Habib Rizieq Shihab beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Pemerintah Diminta Tegaskan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

"Gubernur (Anies Baswedan) berulang kali menyampaikan akan menutup, melarang, atau menghentikan kegiatan pada fase-fase di era pandemi. Tapi faktanya apa? Ribuan orang berjubelan tidak ada tindakan, sehingga itu memunculkan klaster baru," papar politikus PDIP itu.

"Ingat ya, ke-inkonsistensi-nya Pemprov DKI ini menimbulkan pesimis dari masyarakat. Satu-satunya cara adalah penegakan disiplin PSBB itu, melakui 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan)," sambung Rahmad.

Menurut Rahmad, selama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya tidak tegas menegakkan disiplin pencegahan Covid-19 di wilayahnya, maka jumlah kasus positif akan terus mengalami peningkatan.

"Kalau tidak disiplin dan tidak menggunakan pendekatan tegas, saya kira ini akan terus, masih panjang (pandemi Covid-19)," ucap Rahmad.

Diketahui, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 tertinggi di Indonesia terjadi di DKI Jakarta.

Baca juga: Pemerintah Diminta Lakukan Pengawasan Terpadu saat Libur Akhir Tahun untuk Cegah Lonjakan Covid-19

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (22/11/2020) jumlah kasus harian di DKI Jakarta berjumlah 1.342 pasien.

Dengan demikian total kasus positif di DKI Jakarta menjadi 127.164 orang.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. TribunWow.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemprov DKI Jakarta Diminta Konsisten Tekan Penyebaran Kasus Covid-19