Terkini Internasional

Cina Menangguhkan Pembayaran Utang Sebesar 2,1 Miliar US Dolar untuk Negara Miskin karena Covid-19

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penanganan Covid di Afrika. Menteri Keuangan Cina, Liu Kun memngatakan telah memperpanjang keringanan utang untuk negara berkembang yang ikut pada G20 termasuk Afrika.

TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan Cina, Liu Kun mengatakan telah memperpanjang keringanan utang untuk negara berkembang yang ikut pada G20.

Dikutip TribunWow.com dari Channelnewsasia, Jumat (20/11/2020) negara berkembang dikatakan telah berutang senilai 2,1 miliar dolar Amerika Serikat ke Cina.

Keringanan utang tersebut diberikan pada negara yang ekonominya memburuk setelah pandemi Virus Corona.

Baca juga: Total Infeksi Covid-19 di India Telah Melewati 9 Juta Kasus, Diprediksi Melonjak Bulan Ini

Seperti negara-negara di Afrika, banyak yang harus menghadapi krisis utang.

Mereka diberikan bantuan jangka panjang untuk membayarkan utang sembari menunggu investasi masuk ke negara mereka.

Selain di Afrika, tercatat ada 23 negara yang ditangguhkan pembayaran utangnya.

Jumlah tersebut mencapai 1.353 miliar dolar AS.

Bank Pembangunan Cina, sebagai kreditur komersial, menandatangani perjanjian dengan negara berkembang yang melibatkan 748 juta dolar AS pada akhir September, kata Liu.

Baca juga: Hasil Uji Coba Akhir Vaksin Covid-19 Pfizer: Tingkat Keberhasilan 95 Persen

Namun, itu kecil dibandingkan dengan utang negara berkembang yang harus dibayar Cina.

Amerika Serikat, Cina, dan negara-negara G20 lainnya telah menawarkan bantuan kepada negara-negara termiskin di dunia.

Banyak di antaranya negara miskin itu berada di Afrika.

Liu mengatakan Cina bersedia meningkatkan bantuan keuangan untuk negara-negara berkembang.

Selain itu bantuan juga diberikan pada mereka yang paling terpukul oleh pandemi.

Negara miskin juga diprioritaskan soal pemberian vaksin. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)