Terkini Daerah

Terbelit Utang, Pria di Sampit Bunuh Nenek Janda Kaya dan Gasak Perhiasan Emas, Masih Kerabat

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yudi (56), pelaku pembunuhan Nek Icah di Sampit, Kalimantan Tengah, dalam Apa Kabar Indonesia Pagi, Selasa (3/11/2020).

TRIBUNWOW.COM - Polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan dan perampokan terhadap seorang nenek bernama Cahaya atau Icah (66).

Diketahui warga Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah itu ditemukan tewas dengan sejumlah barang berharga yang hilang pada Jumat (30/10/2020) lalu.

Dilansir TribunWow.com, hal itu dikonfirmasi Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi di TvOne, Selasa (3/11/2020).

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin mengungkapkan fakta pembunuhan Nek Icah di Sampit, dalam Apa Kabar Indonesia, Selasa (3/11/2020). (Capture YouTube Apa Kabar Indonesia TvOne)

 

Baca juga: Istri Tikam Suami dan Bohong Sebut Korban Tewas Bunuh Diri, Sakit Hati Pernah Dijebloskan Penjara

Terungkap kemudian identitas pelaku adalah Yudi alias Amang Isin (56).

Jakin mengungkapkan motif pembunuhan dan perampokan tersebut.

"Motifnya pure adalah masalah ekonomi. Pelaku tergoda untuk menguasai harta milik korban," kata Jakin.

Ia membenarkan pelaku masih berkerabat dengan korban.

"Suami korban adalah masih sepupu dari istri pelaku, jadi masih kerabat dekat," paparnya.

Jakin menuturkan, Yudi merampok sejumlah perhiasan emas setelah membunuh korban.

Penemuan barang bukti tersebut sesuai dengan sejumlah barang yang hilang dari rumah korban saat kejadian.

"Hasil penyitaan yang kami lakukan terhadap barang bukti itu ada cincin sebanyak dua buah, gelang keroncong sebanyak dua buah, anting, dan kalung. Semuanya emas," ungkap dia.

Menurut Jakin, selama ini hubungan Nek Icah dengan Yudi layaknya anggota keluarga biasa.

Diketahui Yudi juga kerap bersilaturahmi dengan mengunjungi rumah korban.

Baca juga: Tak Pulang Seusai Akad Nikah, Pria di Samarinda Tewas Gantung Diri, Ipar Singgung Restu Orangtua

"Hubungan antara korban dengan pelaku masih seperti hubungan keluarga. Misalkan pelaku datang ke rumah korban untuk bersilaturahmi pada hari raya atau pada hari biasa, seperti keluarga pada umumnya saja," papar Jakin.

Jakin membenarkan Nek Icah dikenal memiliki ekonomi yang cukup mampu di kawasan tersebut.

Diketahui kekayaannya berasal dari harta peninggalan sang suami.

"Hasil pemeriksaan kami, kebetulan korban ditinggali suaminya itu berupa sebidang tanah yang cukup luas. Tanah tersebut ditanami kelapa dan setiap bulan korban mendapat hasil dari kebun kelapanya tersebut," jelas Jakin.

Ia kemudian menyinggung motif lain yang memicu Yudi nekat melakukan perbuatan keji tersebut.

"Pelaku ini terbelit utang. Jadi sempat ada barang yang dijual oleh pelaku, hasilnya dibayarkan untuk menutupi utang," ungkap Kapolres Kotawaringin Timur.

Kronologi Penemuan Jenazah

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa itu diketahui tetangga sekitar setelah terdengar suara teriakan dan bunyi seperti benda berat yang jatuh pada Jumat sekitar pukul 04.30 WIB.

Beberapa jam kemudian warga menemukan jenazah korban di rumahnya.

Nek Icah ditemukan dalam kondisi tertelungkup dengan miring ke kanan di dapur.

Gigi palsu korban terlepas dan telinga sebelah kiri mengucurkan darah.

Saat ditemukan, barang-barang berharga milik Nek Icah sudah menghilang.

Diketahui orang pertama yang menemukan jenazah korban adalah tetangganya, Erna.

Ia menyebutkan saat itu hendak memberikan ikan kesukaan nenek yang hidup sendirian itu.

Saat dipanggil, Erna menyebutkan tidak ada jawaban dari dalam rumah.

 

Baca juga: Lecehkan Nenek saat Papasan di Jalan, Pria Ini Ngaku Tak Sengaja dan Terpeleset: Tidak Masuk Akal

Merasa khawatir, Erna memanggil sepupunya, Nato, yang juga tinggal di sekitar rumah.

"Saat kami gedor tidak ada suara, akhirnya kami buka pintunya. Saat kami temukan, tubuhnya sudah dingin. Mungkin saat itu sudah meninggal," ungkap Erna.

Nato membenarkan hal tersebut.

Ia menyebutkan pernah diberi pesan oleh sang nenek agar sering-sering berkunjung.

Namun pagi itu Nato mendapati ada kejanggalan pada kediaman Nek Icah.

"Selama ini beliau memang sudah berpesan kepada kami agar selalu menengok beliau. Saya sering memanggil beliau melalui jendela dan selalu disahut," kata Nato.

"Biasanya setiap setelah subuh sampai pagi, beliau menonton televisi, tapi tadi tidak ada suara sama sekali," tuturnya.

Lihat videonya mulai menit 1.00:

(TribunWow.com/Brigitta)

Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Seorang Nenek yang Hidup Sebatang Kara Tewas Dibunuh, Sejumlah Barang Hilang.