Terkini Nasional

Megawati Minta Jokowi Tak Manjakan Milenial, Refly Harun Ungkit Sikap Presiden pada Stafsus Milenial

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dalam kanal YouTube pribadinya. Dirinya ikut memberikan tanggapan terkait ramainya kabar seputar Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara ikut memberikan tanggapan terkait polemik seputar Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

Selain mempertanyakan sumbangsih kaum milenial, Megawati juga meminta kepada Jokowi untuk tidak memanjakan mereka.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube pribadinya, Refly Harun, Kamis (29/10/2020), dirinya menilai apa yang disampaikan oleh Megawati merupakan sebuah kritik keras terhadap Jokowi.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara Peresmian Patung Bung Karno, Sekolah Partai, Kantor DPD dan DPC PDI Perjuangan, Rabu (28/10/2020). (YouTube PDI Perjuangan)

Baca juga: Luruskan Pernyataan Ketum PDIP Megawati, Putra Nababan: Satu Tantangan Bukan Mempertanyakan

Baca juga: Pernyataan Megawati Tuai Polemik, Pengamat Politik: Ingin Menunjuk Hidung Milenial di Circle Jokowi

Refly Harun lantas menyinggung soal kebijakan dari Jokowi pada awal masa pemerintahan di periode keduanya, yakni tentang pengangkatan staf khusus (stafsus) milenial.

Keputusan dari Jokowi tersebut juga sempat menuai kontroversi lantaran tidak begitu diperlukan, meski diakui mereka merupakan anak-anak yang memiliki kecerdasan tersendiri.

Bahkan justru mendapatkan tudingan-tudingan negatif dari masyarakat, seperti disebut ada kaitannya dengan kemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

Maka dari itu, Refly Harun lantas mempertanyakan kembali apa kontribusi dari anak-anak muda yang sangat dibanggakan oleh Jokowi tersebut.

"Soal milenial ini saya kira kritik yang perlu didengarkan Presiden Jokowi," ujar Refly Harun.

"Kita ingat pada awal pemerintahannya Presiden Jokowi sangat membanggakan anak-anak milenial," jelasnya.

"Anak-anak yang punya prestasi dengan starup-nya dengan kemampuan di teknologi informasinya. Mereka kemudian direkrut dan sangat dibanggakan oleh Presiden Jokowi, bahkan diperkenalkan."

Baca juga: BEM SI Tanggapi Statement Ketum PDIP Megawati soal Sumbangsih Milenial: Harus Dipertanggungjawabkan

Menurut Refly Harun, mereka para stafsus milenial hingga saat ini memang tidak terlihat peran dan kontribusinya untuk bangsa dan negara, khususnya dalam bidang yang sudah diprioritaskan, yakni teknologi.

Bahkan justru di tengah jalan ada yang terlibat masalah internal terkait program dari pemerintah.

"Tapi di tengah jalan dua anak muda akhirnya mengundurkan diri," kata Refly Harun.

"Sisanya kita tidak pernah tahu bagaimana achievement mereka, bagaimana prestasi mereka, apalagi di tengah pandemi Covid-19," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 7.30

BEM SI: Sebenarnya Menyentil Staf Khusus Milenial Itu Sendiri

Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), Remy Hastian buka suara menyikapi pernyataan dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, Megawati menyampaikan pernyataan yang cukup kontroversi lantaran mempertanyakan sumbangsih dari kaum milenial untuk bangsa dan negara Indonesia, selain hanya berdemo.

Dilansir TribunWow.com dalam acara Sapa Indonesia Malam 'KompasTV', Kamis (29/10/2020), Remy Hastian mengaku tidak setuju dan merasa tersinggung dengan ucapan dari Megawati tersebut.

Koordinator Pusat Aliasi BEM Seluruh Indonesia, Remy Hastian memberikan tanggapi soal pernyataan dari Ketua Umum PDIP, Megawai Soekarnoputri. (Youtube/KompasTV)

Baca juga: BEM SI Tanggapi Statement Ketum PDIP Megawati soal Sumbangsih Milenial: Harus Dipertanggungjawabkan

Meski sependapat dengan Megawati bahwa demo yang baik secara konstitusi tidak harus sampai menimbulkan kerusuhan dan anarkis, Remy Hastian mengatakan tidak bisa lantas mengkambinghitamkan kaum milenial.

Ia menegaskan bahwa bahwa dalang dari kerusuhan pada aksi demo tersebut bukanlah dari kalangan milenial maupun mahasiswa.

Melainkan adalah oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab dan memang tidak ada kepentingannya dalam demo.

Menurutnya, mewakili para mahasiswa dan milenial, dirinya memastikan bahwa pihaknya melakukan demo dengan niat yang tulus untuk memperjuangkan aspirasinya membela rakyat.

"Pendapat saya memang kalau kita berbicara soal demonstrasi saya sepakat bahwasannya yang kita fokuskan adalah bagaimana kita menciptakan demonstrasi yang adem," ujar Remy Hastian.

"Tetapi yang menjadi poin penting adalah bagaimana ketika kita menyampaikan pendapat, menyampaikan aspirasi" jelasnya.

Melihat lebih jauh soal fenomena pernyataan dari Megawati, Remy Hastian menilai ada kaitannya dengan staf khusus (stafsus) milenial yang diangkat langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Karena seperti yang diketahui, tidak banyak peran maupun sumbangsih yang diberikan oleh stafsus Jokowi tersebut selama satu tahun menjabat.

Baca juga: Kesan Pertama Megawati Awal-awal Jadi Ketum PDIP: Ini Partai Bobrok Amat

"Yang ditekan, yang disampaikan oleh Bu Mega Substansi yang diangkat adalah sebenarnya dalam tanda kutip sebenarnya menyentil apa yang disampaikan Bu Mega terhadap staf khusus milenial itu sendiri," kata Remy Hastian.

"Saya katakan kalau berbicara high konteks yang lebih tinggi, ini sebenarnya ngomongin milenial di tingkat yang lebih luas," jelasnya.

"Tapi kalau bicara soal unjuk rasa, saya rasa yang menjadi penekanannya adalah kita melihat provokasi-provokasi yang ada di lapangan, itu tidak didasari dengan mereka-mereka yang niatnya tulus untuk berjuang menyampaikan aspirasi," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 5.35

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)