Pilkada Serentak 2020
Pilkada 2020 Jalan Terus, Rocky Gerung Singgung Malaysia dan Donald Trump: Direkayasa Angkanya Turun
Pengamat Politik Rocky Gerung terus menyoroti kebijakan dari pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung terus menyoroti kebijakan dari pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 atau Virus Corona di Tanah Air.
Satu di antaranya adalah terkait keputusan untuk tetap menggelar Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.
Dilansir TribunWow.com dalam tayangan YouTube pribadinya, Rocky Gerung Official, Senin (5/10/2020), dirinya menyakini bahwa gelaran Pilkada 2020 akan menjadi kluster baru persebaran Covid-19.
• Yakini Partisipasi Pilkada 2020 akan Sedikit, Azyumardi: Saya Mau Golput, yang Lain Mau Ikut Silakan
• Mengaku Belum Puas dengan Kinerja Para Menteri soal Covid-19, Jokowi: Saya Ambil Risiko
Selain itu, Rocky Gerung juga menilai bahwa pemerintah tidak akan bisa atau tidak akan mudah menjamin para peserta dalam pemilu nanti tidak akan terpapar Covid-19.
Mulanya dirinya menyinggung soal penunjukkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan untuk penanganan Covid-19 khusus di 9 provinsi dengan jumlah kasus tinggi.
Ia mengaku tidak yakin dengan klaim yang menyatakan bahwa kasus Covid-19 turun setelah dihandle oleh Luhut.
Menurutnya tidak menutup kemungkinan bahwa penurunan kasus Covid-19 itu hanya sebatas rekayasa.
Tujuannya tidak lain adalah untuk bisa menyakinkan bahwa Pilkada 2020 tetap bisa berlanjut.
"Jadi terus menerus ingin dipompa semacam optimisme, tetapi yang terjadi adalah orang makin pesimis," ujar Rocky Gerung.
"Apalagi dihubungkan soal Pilkada yang sebetulnya dipaksakan dijalankan karena itu angka Covid-19 dicicil turun," katanya.
"Jadi direkayasa angkanya turun, supaya nanti dalam dua minggu ke depan diperlihatkan bahwa tidak ada masalah Pilkada jalan terus," jelasnya.
• Soal Imbauan Jokowi Jangan Sok-sokan Lockdown, Riza Patria: Kami Selalu Mengikuti Fakta dan Data
Rocky Gerung lantas menyinggung negara tetangga Malaysia yang bisa dikatakan memiliki kemampuan lebih baik dalam menangani kasus Covid-19 dibandingkan dengan Indonesia.
Disebutnya bahwa Malaysia mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang disebabkan karena aktivitas pemilihan umum di Sabah.
Oleh karenanya, ia tak yakin ketika pemerintah mengatakan akan dan bisa menjamin Pilkada 2020 tetap aman.
Dirinya lalu mencontohkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang tetap saja bisa terpapar Covid-19, meski dalam berbagai bidang, termasuk protokol kesehatan jauh lebih baik.
"Sementara orang lihat bahwa Malaysia begitu Pilkada dibikin, angkanya naik, padahal Malaysia punya metode yang lebih ketat," ungkap Rocky Gerung.
"Nanti pemerintah bilang 'Ya itu kan pendekatan yang lain, kita punya kemampuan untuk menghalangi Covid-19 masuk ke kotak suara," lanjutnya.
"Jangankan masuk ke bilik suara, Covid-19 itu bisa masuk ke Gedung Putih," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 4.25
Jokowi Masih Belum Puas dengan Kinerja Para Menteri
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan pesan kepada para menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.
Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkannya dalam tayangan di kanal YouTube Presiden Joko Widodo, diunggah Minggu (4/10/2020).
Diketahui sebelumnya Jokowi juga sempat menegur dengan keras jajaran menterinya karena dinilai kurang tanggap dalam menangani pandemi Virus Corona (Covid-19).
• KAMI Dinilai Ganggu Stabilitas, Eggi Sudjana Singgung Nama Jokowi: Saya Enggak Nyuruh Mundur
Kini setelah tujuh bulan pandemi turut melanda Indonesia, Jokowi kembali melakukan evaluasi, termasuk soal penyerapan anggaran belanja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rocky-gerung-terus-menyoroti-kebijakan-dari-pemerintah-dalam-menangani-pandemi-covid-19.jpg)