TRIBUNWOW.COM - Pembalap Suzuki, Alex Rins, tidak paham dengan keputusan pembalap Yamaha, Maverick Vinales, yang tidak mengakhiri balapan lebih cepat meski mengalami masalah pada rem motornya.
Maverick Vinales melompat saat motor sedang melaju dengan kecepatan 200 km/jam karena masalah rem di tikungan 1, lap ke-16 pada MotoGP Styria, Minggu (23/8/2020).
Hal tersebut membuat bendera merah berkibar sementara motor Vinales menabrak pagar dan terbakar.
• Jadwal Resmi MotoGP 2020 akan Kembali Digelar pada September 2020, Sirkuit Misano Jadi Pembuka
• Nilai MotoGP Musim Ini Sangat Aneh, Marc Marquez: Banyak Terjadi Kecelakaan, Sulit Diprediksi
Setelah balapan, Vinales mengatakan masalah tersebut sudah beberapa kali muncul sebelum motornya terbakar.
Alex Rins mengaku bingung dengan keputusan Vinales meneruskan balapan walau tahu motornya bermasalah.
"Kalau Maverick sudah tahu selama beberapa lap bahwa remnya rusak, seharusnya dia sudah masuk pit lane lebih awal. Saya tak paham kenapa ia meneruskan balapan," kata Rins.
"Topik ini seharusnya dibahas pada pertemuan Komisi Keamanan," tutur dia melanjutkan.
• Diprediksi Marc Marquez Raih Juara MotoGP 2020, Fabio Quartararo: Mustahil Memenangi Titel
Di sisi lain, rekan setim Vinales, Valentino Rossi, juga menoyoroti buruknya sistem rem Yamaha.
"Trek Red Bull Ring sangat buruk untuk rem dan semua mengalami kesulitan. Namun, Yamaha lebih kesusahan karena kami mencoba mengerem untuk mengompensasi motor kami yang pelan," kata Rossi.
"Kami mengerem dengan keras dan karena itu Yamaha mengalami kesulitan," ucap dia lagi. (*)
Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul Alex Rins Heran Maverick Vinales Tak Segera Mundur dari Balapan