Terkini Nasional

Ungkap Alasan Gabung KAMI di ILC, Said Didu Ngaku Sakit Hati: Saya Berteriak Sendiri Kurang Kencang

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (18/8/2020).

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah tokoh di Tanah Air belum lama ini sudah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Di antaranya tokoh yang ikut mendeklarasikan KAMI di Lapangan Tugu Proklamasi adalah, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.

Termasuk ada juga Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, hingga pengamat politik Rocky Gerung.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu memberikan peringatakan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (18/8/2020). (Youtube/Indonesia Lawyers Club)

Di ILC, Said Didu Peringatkan Jokowi Ancaman Infrastruktur Trap: Kemungkinan akan Dijual ke Asing

Dilansir TribunWow.com, Said Didu mengatakan bergabung bersama KAMI bukan tanpa alasan.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (18/8/2020), dirinya mengaku sakit hati melihat ancaman buruk yang kemungkinan akan menimpa Indonesia.

Khususnya ancaman dalam sektor keuangan di tengah krisis yang melanda dan diperparah dengan adanya pandemi Covid-19.

Hingga mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang mengalami minus, yakni minus 5,32 persen pada kuartal kedua.

"Saya ulangi lagi mari kita bicara dengan hati nurani yang bersih, jangan menganggap bahwa karena Said Didu ada di KAMI, Said Didu ada di luar, maka sakit hati," jelasnya.

"Saya sakit hati melihat angka-angka yang mengancam negaraku," ungkap Said Didu.

Namun dirinya menolak ketika ada anggapan bahwa alasan bergabungnya dengan KAMI karena sakit hati terlempar dari pemerintahan.

"Bukan sakit hati karena apa," tegasnya.

"Negaraku sedang terancam, tapi ada orang masih pura-pura bahagia."

Dapat Bintang Mahaputra dan Tak Ikut KAMI, Fahri Hamzah Dapat Sindiran Peribahasa Karni Ilyas di ILC

Selain itu, Said Didu mengatakan ada alasan lain yang memantabkan dirinya gabung dalam KAMI.

Ia mengaku peluang untuk bersuara dan mendapatkan perhatian jauh lebih besar dibandingkan seorang diri.

"Apa karena gara-gara itu Pak Said Didu bergabung dengan KAMI?" tanya Karni Ilyas.

"Oh tidak juga, dari ngobrol-ngobrol juga kelihatannya kalau saya berteriak sendiri kurang kencang ya cari aja, berteriak banyak siapa tahu mendapat perhatian," terangnya.

"Tetapi enggak diperhatikan juga enggak apa-apa, minimal kalau ditanya nanti di akhirat saya sudah berbuat sesuai dengan kemampuan saya," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 15.40

Said Didu Peringatkan Jokowi Ancaman Infrastruktur Trap

Dalam kesempatan yang sama, Said Didu juga memberikan peringatakan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, Said Didu meminta supaya pemerintah berhati-hati dalam pembangunan infrastruktur yang diketahui sangat jor-joran.

Mulai dari pembangunan jalan tol, hingga pembangunan infrastruktur transportasi lainnya, seperti pelabuhan dan bandara-bandara internasional.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan dalam Ratas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Senin (13/7/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

• Dapat Bintang Mahaputra dan Tak Ikut KAMI, Fahri Hamzah Dapat Sindiran Peribahasa Karni Ilyas di ILC

Said Didu mengatakan bahwa dalam kemajuan pembangunan sebuah negara tidak hanya dilihat dari sektor infrastruktur.

Dan menurutnya, semakin banyak infrastruktur yang dibangun dan melebihi batas kebutuhan justru akan memberikan dampak negatif di kemudian hari.

Meski begitu, Said Didu tidak langsung menyalahkan Jokowi yang dikatakannya sempat mengeluhkan banyaknya bandara internasional meski Jokowi sendiri yang meresmikan.

Jokowi menilai kondisi tersebut terjadi lantaran tidak adanya koordinasi yang baik dengan bawahannya.

"Saya ingin menunjukkan pembangunan infrastruktur yang dibangga-banggakan, bandara, pelabuhan, jalan dan lain lain dan dampaknya terhadap ekonomi," ujar Said Didu.

"Kita lihat, saya pikir Bapak Presiden sudah kaget juga mengapa bandara internasional banyak sekali, tetapi tahun lalu bangga sekali meresmikan bandara," sambungnya.

"Nah, ini menurut saya penyebabnya adalah karena tidak mungkin anak buahnya tidak menyampaikan analisis yang pas bahwa ini sudah kelebihan," jelasnya.

• Di ILC, Masinton Pasaribu Jawab Tudingan Ada Persekongkolan Pemerintah dengan Parlemen soal Covid-19

Said Didu lantas mengingatkan ancaman infrastruktur trap yang kemungkinan besar akan dialami oleh Indonesia.

Dirinya menjelaskan bahwa semakin banyak infrastruktur, seperti bandara internasional maka dari fungsinya pun berkurang.

Jika itu terjadi, maka banyak bandara-bandara yang justru pelayanannya sepi.

Dengan demikian hanya akan menjadi beban ekonomi negara.

Terlebih seperti yang diketahui, Indonesia sendiri dari segi keuangan bisa dikatakan hanya pas-pasan sebagai negara berkembang.

"Saya katakan Indonesia sekarang menghadapi namanya ancaman infrastruktur trap. Jadi infrastruktur hanya bisa memberikan dampak positif apabila jumlahnya pas, apabila jumlah lebih maka akan menjadi beban ekonomi," ungkapnya.

"Jalan tol, pelabuhan, bandara menjadi beban ekonomi, karena semua bandara sekarang kosong," kata Said Didu.

"Infrastruktur trap itu akan sangat bahaya bagi suatu negara yang keuangannya pas-pasan karena kemungkinan besar itu akan dijual ke asing," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)