TRIBUNWOW.COM - Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali memberikan pandangannya terkait isu akan adanya koalisi Partai Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP) di Pilpres 2024 mendatang.
Isu bakal adanya koalisi antara Gerindra dan PDIP memang mulai berkembang menyusul adanya pertemuan antara pimpinan kedua partai.
Tidak terkecuali Ketua Umum masing-masing partai, yakni Megawati Soekarnoputri dari PDIP dan Prabowo Subianto dari Gerindra.
• Enggan Dukung Prabowo di Pilpres 2024, PA 212 Sindir soal Etika Politik: Tahunnya Generasi Muda
Hingga yang terbaru adalah munculnya Megawati dalam kongres luar biasa Partai Gerindra di Kompleks Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).
Dilansir TribunWow.com dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Effendi Gazali mengatakan bahwa kejadian-kejadian luar biasa memang sudah ditunjukkan oleh keduanya, tidak hanya pada KLB itu saja.
Termasuk kedekatan Prabowo saat ini dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hingga menjadi Menteri Pertahanan.
Menurutnya, belum ada momen-momen luar biasa lainnya selain yang ditunjukkan oleh Prabowo kepada kubu yang sebelumnya menjadi musuh, yakni pada dua perhelatan Pilpres 2014 dan 2019.
"Kan ini kejadian pada kongres luar biasa kan ya? kejadian-kejadiannya juga luar biasa, luar biasa di dunia malah lho, belum ada di dunia kan mereka bertarung dua kubu yang satu kemudian menjadi bagian dari yang lain, itu kan belum ada," ujar Effendi Gazali.
"Karena itu luar biasa juga sesudah itu ditandandai dengan peristiwa di MRT dan nasi goreng. Itu kejadian luar biasa lho," sambungnya.
• Kemungkinan Prabowo Maju 2024, Qodari Bandingkan dengan Anies Baswedan: Nggak Punya Kartu Anggota
Oleh karenanya, tidak jarang memang yang lantas mengatakan ada maksut tersendiri dari koalisi Gerindra dan PDIP belakangan ini, termasuk arahnya ke Pilpres 2024.
Dengan begitu maka bayangan yang terlintas adalah majunya Prabowo Subianto dan penerus mahkota PDIP, Puan Maharani.
Meski memang diakui sebelumnya tidak ada yang terpikirkan jika memang nantinya akan ada pasangan Prabowo-Puan di Pipres 2024 mendatang.
Namun, Effendi Gazali belum bisa berbicara cukup jauh terkait peluang tersebut.
Dirinya hanya menyakini bahwa Prabowo akan maju kembali dalam perebutan kursi orang nomor satu di Indonesia.
"Untuk kemudian ada pemikiran bahwa ini koalisi akan menuju ke 2024," katanya.
"Coba siapa yang pernah menyebutkan Prabowo Puan?" tanya Effendi Gazali.
"Jadi saya sore ini baru jawab, nyapres? Iya," tegasnya.
• Kembali Jadi Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto: Saya Siap
Lebih lanjut, yang menjadi pertanyaan lain selain peluang itu, tentunya menurut Effendi Gazali adalah siapa lawan yang akan menghadapinya.
Jika dilihat dari badan survey, memang diakui banyak nama-nama yang menjadi kandidat, mulai dari Gubernur di Pulau Jawa, dari Anies Baswedan, Ridwan Kamil, hingga Ganjar Pranowo.
"Tapi jangan lupa, pilpres itu adalah sebuah kompetisi, siapakah lawannya," ungkapnya.
"Ya itu yang selalu sekarang ini lagi dikaji-kaji," jelasnya menutup.
Simak videonya mulai menit ke- 4.45
2 Alasan Prabowo Subianto Ungguli Anies Baswedan di Pilpres 2024
Meskipun pemilihan presiden tahun 2024 masih berlangsung cukup lama, beberapa nama tokoh sudah dielu-elukan akan terjun ke Pilpres 2024, mulai dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari sendiri meyakini sementara ini hanya Prabowo yang paling potensial memasuki bursa Pilpres 2024.
Pernyataan itu didasari oleh fakta bahwa Prabowo adalah satu-satunya kandidat di survei yang memiliki partai dengan perolehan kursi di DPR yang cukup besar.
• Bahas Kemungkinan Prabowo Maju di Pilpres 2024, Pengamat Ungkap Kemungkinan Koalisi Gerindra - PDIP
Pemaparan itu disampaikan oleh Qodari dalam acara KABAR PETANG, Minggu (9/8/2020).
Pertama ia mengungkit soal survei yang dilakukan oleh pihaknya pada bulan Januari 2020 lalu.
Dari hasil survei tersebut tercatat Prabowo menduduki posisi nomor satu kandidat potensial Pilpres 2024 dengan angka 22 persen, disusul Anies Baswedan dengan angka 14 persen.
Kemudian barulah nama-nama lain seperti Sandiaga Uno, lalu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang semuanya rata-rata mendapat angka di bawah 10 persen.
Qodari tak memungkiri adanya pandemi Virus Corona (Covid-19) akan mengubah hasil survei.
Bahkan elektabilitas Prabowo cenderung turun.
Namun Qodari masih meyakini Prabowo adalah kandidat paling potensial untuk menjadi calon presiden.
"Pada hari ini kalau saya yang ditanya siapakah orang yang paling potensial menjadi calon presiden, saya cuman berani sebut satu nama," kata dia.
• Effendi Gazali Bahas Pilpres Terbelah 2 Kubu, Qodari: Tergantung Pak Effendi Mau Judicial Review?
2 Faktor Prabowo Potensial
Qodari mengatakan modal mengikuti Pilpres 2024 nanti justru bukan elektabilitas.
Ia menyoroti posisi Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra dengan perolehan kursi di DPR yang mencapai 14 persen.
Prabowo disebut dapat dengan mudah memenuhi syarat presidential threshold yang mensyaratkan butuh pencapaian kursi sebanyak 20 persen.
"Untuk maju calon presiden itu syarat nomor satu bukan elektabilitas, tapi punya partai politik," kata Qodari.
"Pada hari ini antara nama-nama yang sekarang muncul di survei itu, katakanlah Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Anies Baswedan."
"Yang punya partai itu praktis cuma Pak Prabowo," lanjutnya.
Qodari lalu membandingkan Prabowo dengan para nama-nama pesaingnya yang cenderung lemah, yakni Anies Baswedan masih belum pasti mengikuti partai apa, kemudian Ganjar juga masih bergantung akan keputusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Terakhir adalah Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang hanya memiliki perolehan kursi di DPR sebesar tujuh persen saja.
(TribunWow/Elfan Nugroho/Anung Malik)