Pilkada Serentak 2020

Rekam Jejak Teguh Prakosa, dari Guru Olahraga SMK hingga Kini Dampingi Gibran di Pilkada Solo 2020

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Teguh Prakosa, pria yang akan menjadi calon Wakil Wali Kota Solo dan mendampingi Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020.

TRIBUNWOW.COM - Gibran Rakabuming Raka mengaku senang disandingkan dengan Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo 2020 nanti.

Ia bahkan mengaku sudah memiliki chemistry atau kecocokan dengan pria yang akan mendampinginya menjadi Calon Wali Kota Solo.

Namun siapa sebenarnya sosok Teguh yang akan menjadi Calon Wali Kota pendamping Gibran itu?

Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebelum berangkat ke Semarang di kantor DPC PDIP Solo di Jalan Hasanudin Nomor 26, Kampung Brengosan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (17/7/2020) (TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso)

 

Kata Gibran saat Bakal Dipasangkan dengan Teguh Prakoso di Pilkada Solo: Kelihatan Kok Chemistry-nya

Dikutip dari TribunJateng.com, Kamis (16/7/2020), Teguh yang merupakan pria kelahiran 1958 asal Solo itu ternyata pernah menjadi seorang guru.

Beliau pernah mengajar sebagai guru olahraga di SMK Bhineka Karya Solo dari tahun 1986 hingga 2009.

Teguh juga bukan orang yang baru saja terjun di dunia politik.

Pria yang merupakan kader senior PDIP itu telah menjadi anggota DPRD Surakarta selama tiga periode, mulai dari 2009 hingga 2014, lalu 2014 ke 2019, dan terakhir 2019 sampai 2024.

Posisi tertinggi yang pernah ia jabat adalah Ketua DPRD Surakarta pada periode keduanya, yakni 2014 hingga 2019.

Sedangkan di PDIP, Teguh pernah memegang posisi sebagai Wakil Bendahara DPC PDIP Surakarta sejak tahun 2000 hingga 2005.

Ia kemudian menjadi Sekretaris DPC PDIP Surakarta pada tahun 2005.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPC PDIP Solo sekaligus Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa Gibran dan Teguh adalah nama yang akhirnya direkomendasikan oleh PDIP untuk maju di Pilkada Solo 2020.

Rudy mengatakan Gibran dan Teguh mendapat surat undangan terkait pengumuman rekomendasi Pilkada Solo 2020.

Namun Purnomo yang juga mengajukan diri untuk bertanding di Pilkada Solo 2020 tidak mendapat surat rekomendasi tersebut.

"Yang diundang saya, sekretaris, wakil ketua bidang pemenangan pemilu, Teguh dan Gibran," kata Rudy, Kamis (17/7/2020).

"Pak Purnomo tidak diundang," imbuhnya.

Ujang Komarudin Sebut Gibran Bakal Lawan Kotak Kosong di Pilkada Solo: 90 Persen akan Menang

Purnomo: Tentunya karena Putranya Presiden

Di sisi lain, pada Kamis (16/7/2020) lalu, Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, mengaku baru saja bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta.

Di sana ia mengaku berbincang dengan RI 1 mengenai rekomendasi DPP PDIP yang akhirnya jatuh kepada Gibran Rakabuming Raka.

Mengetahui partai yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri itu akhirnya memilih Gibran, Purnomo menegaskan dirinya menerima keputusan tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (17/7/2020), seperti yang diketahui Gibran dan Purnomo sudah sejak lama bertanding untuk memperoleh restu dari DPP PDIP dalam Pilkada Solo 2020 nanti.

"Tadi saya di Istana Negara diberitahu oleh Pak Jokowi kalau yang dapat rekomendasi Gibran sama Teguh (Gi-Guh). Bukannya Pu-Guh, tapi Gi-Guh," kata Purnomo saat dihubungi wartawan, Kamis.

"Iya gimana, Pak Jokowi hanya menyampaikan itu utusan dari DPP," terang pria yang merupakan pendamping dari Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Mengenai rekomendasi yang jatuh ke tangan Gibran, Purnomo menduga hal tersebut terjadi karena alasan yakni usia dan posisi Gibran yang merupakan anak orang nomor satu di Indonesia.

"Saya ndak apa-apa. Wong dari dulu saya sudah menduga ke arah itu (Gibran). Sikonnya begitu kok," ujar Purnomo.

"Iya yang pertama tentunya karena Gibran putranya presiden. Kedua barang kali masih muda. Saya kan sudah tua mungkin begitu. Iya tidak tahu pertimbangan DPP apa, yang tahu DPP kenapa yang diberi rekomendasi Mas Gibran," sambung dia.

Purnomo Maklumi PDIP Pilih Gibran untuk Pilkada Solo 2020: Tentunya karena Putranya Presiden

Tetap Ngantor seperti Biasa

Pada Jumat (17/7/2020), terpantau Purnomo masih melakukan aktivitasnya seperti biasa sebagai Wawali Solo.

Dikutip dari TribunSolo.com, Jumat (17/7/2020), Purnomo mengatakan dirinya akan melakukan uji rapid test atau swab karena baru saja kembali dari Ibu Kota seusai menemui Jokowi pada Kamis (16/7/2020) lalu.

"Hari ini nanti rencananya mau tes swab," kata Purnomo, Jumat (17/7/2020).

Ia kemudian mengungkit sekilas bahwa pada akhirnya dirinya tetap tidak mendapat restu dari Megawati untuk maju di Pilkada Solo 2020.

"Sudah tahu, kemarin dipanggil presiden pukul 11.30 WIB, saya ke Jakarta dipanggil pak Jokowi katanya kangen sama saya," tutur Purnomo.

"Terus kami ngobrol-ngobrol, Pak Jokowi cerita yang dapat rekomendasi putranya Gibran dengan Teguh," tambahnya.

Purnomo mengatakan dirinya kini akan berfokus kembali melakukan kegiatan sosial dan berbisnis seusai tak mendapat restu dari PDIP maju di Pilkada Solo 2020.

"Kembali lagi ke bisnis dan kegiatan sosial, tapi lebih banyak kegiatan sosial," aku dia.

"Dari dulu sebetulnya saya aktifnya ndak di partai politik tapi di kegaiatan sosial di PMI, Amal Sahabat, dan Kagama," tandasnya. (TribunWow.com/Anung)

Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Dipanggil ke Istana, Purnomo: Diberitahu Pak Jokowi yang Dapat Rekomendasi Gibran sama Teguh" , Tribunsolo.com dengan judul PDIP Lebih Pilih Gibran Anak Jokowi, Hari Ini Achmad Purnomo Tetap Ngantor, Begini Penampakannya dan Tribunjateng.com dengan judul Biodata Teguh Prakosa Dampingi Gibran Rakabuming Dapat Rekomendasi PDIP Maju Pilwakot Solo 2020