TRIBUNWOW.COM - Seorang Guru SD, EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan tewas mengenaskan di dalam rumahnya.
Mayat EY yang telanjang ditemukan tewas di dalam ember pada Rabu (8/7/2020).
EY dibunuh oleh tetangganya sekaligus merupakan mantan muridnya sendiri, Ardiansyah (18).
• Motif Pelaku yang Bunuh dan Perkosa Guru SD di Banyuasin, Mengaku Dendam pada Korban
Dikutip TribunWow.com dari Tribun Sumsel pada Jumat (10/7/2020), Ardiansyah kini sudah diamankan polisi.
Keponakan korban, Sela (26) mengatakan bahwa pelaku memang terkenal nakal.
Bahkan, Ardhiansyah pernah minta tolong untuk dinaikkan kelas.
"Pembunuh itu (pelaku) memang terkenal nakal sejak sekolah. Dia juga pernah tidak naik kelas waktu SD."
"Orang tuanya pernah datang ke Tante, minta tolong supaya anaknya minta dinaikkan kelas."
"Tapikan tidak bisa seperti itu. Kalau tidak naik kelas ya sudah jelas seperti itu," ujar Sela saat ditemui di depan Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/7/2020).
Menurut cerita EY semasa hidup, rupanya pelaku sering mencuri celengan di rumah guru SD itu.
Tidak sekali dua kali, Ardhiansyah pernah masuk ke rumah korban.
"Selain itu pernah juga ketahuan masuk diam-diam ke rumah Tante. Entah niatnya mau mencuri atau bagaimana, tapi saat itu ketahuan."
"Jadi sama Tante langsung diperingatkan supaya jangan mengganggu. Soalnya sama-sama saling kenal," ujar Sela.
• Ditanya soal Firasat Mayat Guru SD di Dalam Ember, Kakak Korban: Adik Saya Bukan Orang Nakal
Menanggapi perlakuan kejam pelaku pada tantenya, pihak keluarga menuntut keadilan.
Bahkan, Ardiansyah dituntut dihukum mati.
Menurut Sela, tantenya itu adalah sosok yang baik.
"Pembunuh itu harus dihukum mati. Perbuatannya benar-benar sudah sangat keterlaluan."
"Tante saya itu gurunya yang seharusnya di hormati. Tapi malah diperlakukan kejam begitu. Kami ingin keadilan," ungkap Sela sambil menangis.
Sedangkan menurut pengakuan Ardiasnyah melalui Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk, pelaku mengaku tega membunuh gurunya juga karena dendam.
Ardiansyah mengaku sakit hati disebut dongak (bodoh) oleh korban.
"Dendam sama korban," tanya Danny Ardiantara Sianipar.
"Ya," jawab korban, Jumat (10/7/2020) saat konferensi pers di Mapolres Banyuasin.
• Kesaksian Kakak Guru SD yang Mayatnya di Dalam Ember: Saya yang Angkat Jenazahnya, Sudah Kaku
Sebelumnya, Ardiansyah disebut selalu menangis dan menundukkan kepala.
Selain dendam, polisi juga mengungkapkan bahwa Ardiansyah membunuh gurunya itu karena birahinya naik setelah melihat konten porno.
"Dulu tersangka pernah dihina oleh gurunya (korban) pada waktu kecil, tetapi kejadian pada hari itu adalah tersangka habis nonton film b***p, lalu birahinya naik,"
"Karena ada dendam juga dengan korban lalu mencarinya," kata Danny Ardiantara Sianipar.
Polisi juga mendapat keterangan dari tetangga korban bahwa Ardianysah sering mengintip korban.
Pengakuan Kakak Korban
Kakak kandung korban, GanI mengatakan dirinya sudah lama tidak bertemu EY.
Pasalnya, Gan dan EY tinggal di kota yang berbeda dan makin sulit bertemu karena pembatasan sosial dampak dari Covid-19.
"Terakhir saya ngobrol lebaran Idul Fitri, melalui HP tapi dia enggak bisa dikunjungi karena masalah Corona ini ya," kata Gan dikutip dari Tribun Sumsel pada Jumat (10/7/2020).
Saat ditanya firasat sebelum kejadian, Gan mengaku tak merasakan apa-apa.
Ia justru menyebut adiknya itu sosok perempuan baik-baik.
"Enggak ada, masalahnya adik saya kan bukan orang-orang nakal segala macam," kata dia.
Ia membenarkan bahwa adiknya memang ditemukan dalam ember.
• Kesaksian Kakak Guru SD yang Mayatnya di Dalam Ember: Saya yang Angkat Jenazahnya, Sudah Kaku
Gan juga mengungkap posisi mayat adiknya ketika ditemukan.
"Di kamar mandi di dalam ember, kepala di bawah kaki di atas," kata dia.
Dalam percakapan terakhirnya dengan sang adik, laki-laki yang tinggal di Palembang itu mengaku hanya saling mengucap maaf.
"Ya maaf lahir batin lah namanya lebaran," kata Gan.
Selain itu Gan juga mengatakan bahwa adiknya itu sudah tinggal di Banyuasin sejak lama.
"Ya sejak dia jadi Guru sejak jadi PNS," pungkasnya.
Sedangkan, orang yang menemukan mayat korban awalnya merasa curiga mengapa kunci rumah korban di tempat yang tidak biasanya.
"Tadi warga, karena kuncinya biasanya dia biasanya ditaruh tas, ini kunci di bawah meja," imbuh Gan.
• Kronologi Pembunuhan Guru SD yang Mayatnya di Dalam Ember, Pelaku Sempat Bersembunyi Dekat Kulkas
Lihat videonya mulai menit ke-2:50:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribun Sumsel dengan judul Sosok Ardiansyah Tersangka Pemerkosa dan Bunuh Gurunya Sewaktu SD di Banyuasin, Dikenal Nakal dan di Sripoku.com dengan judul Pengakuan Pelaku Pembunuh Guru di Banyuasin, Saat Sekolah Dirinya Sering Dipanggil Bodoh