Terkini Nasional

Amien Rais Sering Kritik Jokowi, Kini Anaknya Malah Diusulkan jadi Menteri oleh PAN: Tokoh Mumpuni

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dikutip dari Facebook Kompas TV pada Minggu (5/7/2020), Ketua DPP PAN, Saleh Daulay mengatakan bahwa pembahasan sejumlah nama masih dilakukan secara informal, termasuk Mumtaz Rais

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais diketahui sering mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun kabar terbaru menyebutkan, PAN kini tengah menyodorkan sejumlah nama, termasuk nama anak Amien Rais, yakni Mumtaz Rais sebagai Menteri Jokowi.

Sebagaimana diketahui, isu reshuffle kencang terdengar setelah Jokowi mengancam akan adanya perombakan menteri karena dianggap gagal menangani Covid-19.

Ketua DPP PAN, Saleh Daulay saat mengungkapkan setidaknya ada tiga alasan menurunya elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Youtube/KompasTV)

Sarankan AHY Terima Tawaran Menteri jika Diminta Jokowi, Yunarto Wijaya: Dia Harus Cari Panggung

Dikutip dari Facebook Kompas TV pada Minggu (5/7/2020), Ketua DPP PAN, Saleh Daulay mengatakan bahwa pembahasan sejumlah nama masih dilakukan secara informal.

Terkait Mumtaz, ia dinilai sebagai seseorang yang memiliki kapasitas mumpuni menjadi menteri.

"Mumtaz Rais ini kan juga adalah salah seorang tokoh milenial yang saya kira juga memiliki kapasitas yang mumpuni," kata Saleh.

Tak hanya dianggap ahli dalam berorganisasi, Mumtaz juga merupakan alumnus Perguruan Tinggi di Amerika Serikat.

"Beliau tidak hanya mumpuni dalam bidang organisasi secara khusus, tapi secara akademik Beliau ini juga adalah Alumni Amerika."

"Jadi memiliki latar belakang yang mumpuni diangkat jadi menteri," sambungnya.

Amien Rais Sebut Kabinet Jokowi Tak Paham Kehidupan Rakyat, Sarankan Kriteria Menteri jika Reshuffle

Meski demikian, Saleh menegaskan bahwa usulan Mumtaz menjadi menteri masih sebatas pembicaraan informal

"Tetapi sekali lagi ini adalah masih usulan informal yang disampaikan oleh Pengurus DPP PAN."

"Secara formal di lingkungan DPP PAN belum ada pembicaraan terkait hal itu," tegas Saleh.

Selain Mumtaz Rais ada tiga anggota PAN yang diusulkan

Pertama Soetrisno Bachir sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN, kemudian Eddy Soeparno sebagai Sekretaris Jenderal, Teguh Juwarno pernah menjadi Ketua KomisI VI DPR. 

Lihat videonya mulai menit ke-1:38:

Begini Kriteria Menteri Baru menurut Amien Rais

Amien Rais mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merombak jajaran kabinetnya lewat reshuffle.

Bahkan Amien Rais juga mengusulkan kriteria menteri jika Jokowi benar-benar akan lakukan perombakan kabinet.

"Saya melihat kelemahan dari kabinet Pak Jokowi yang sekarang ini, pada periode keduanya, itu memang banyak menteri-menteri itu, yang saya kira ya, maaf, tidak begitu paham dengan kehidupan rakyat yang kembang kempis, yang betul-betul kehidupannya itu sangat berat," ujar Amien Rais, seperti dikutip Tribunnews.com dari video yang diposting dalam akun Instagram pribadinya @amienraisofficial, Jumat (3/7/2020).

Politikus senior Amien Rais saat tampil dalam tayangan KompasTV, Senin (25/5/2020). Amien Rais mengimbau istilah 'New Normal' yang digagas pemerintah tidak digunakan lagi. (YouTube KompasTV)

Sosok-sosok yang punya hati dan watak kerakyatan lah menurut Amien Rais, seharusnya dipilih Jokowi untuk menggantikan para menteri yang saat ini menjabat.

"Kalau mau tolong dicari orang-orang dari parpol dari kalangan apa swasta yang lain selain kampus tapi yang kira-kira memang punya watak kerakyatan yang menjalani hidupnya Itu posisinya itu bukan untuk memperkaya diri," jelas Amien Rais.

Karena menurut Amien Rais, para menteri yang kini duduk di kursinya kurang bisa merasakan dan melihat kesusahan masyarakat yang semakin terpukul saat pandemi ini.

 

"Mereka (para menteri-red) itu kan kehidupannya seperti di angkasa luar ya hatinya, selalu enak ya. Di zona comfort, istilahnya orang sekarang itu. Apapun dia bisa lakukan, ke luar negeri itu berkali- kali. Makannya enak di restoran, menginap di Five Star Hotel, dan lain-lain. Tiba-tiba direkrut jadi menteri-menteri yang mestinya mementingkan kepentingan bangsanya, rakyatnya lebih dahulu dari kepentingan dirinya sendiri. Saya lihat itu tidak terjadi," ucapnya.

Sementara seorang pedagang warung bernama Slamet yang bertemu dirinya harus tutup karean sudah habis modal dan keuangan makin menipis.

• Dokter di Makassar Rawat 190 Pasien Virus Corona Seorang Diri, Ngaku Insentif Belum Dibayar

Teman Amien Rais, seorang anggota Kadin bercerita susahnya kehidupan sejumlah karyawannya dan ingin meminjam uang agar bisa menghidupi isteri dan anaknya.

"Karena saya sering blusukan, maka saya mendapatkan banyak sekali orang yang mau utang ke tetangganya. Tetangganya juga mengatakan, "Gimana saya juga mau utang kepada anda." Jadi antar tetangga itu sudah berat sekali," ujarnya.

Amien Rais sangat menyayangkan, jika para menteri tidak mampu melihat beratnya kondisi kehidupan masyarakat saat ini.

"Jadi, apakah ini tidak terpantau? Karena sepertinya masih santai. Sesungguhnya kan baru sekarang, Pak Jokowi dengan agak marah dan jengkel mengatakan 'tidak punya sense of crisis, bagaimana kita ini, tidak ada perasaan', segala macam. Dia sendiri kan selama ini tidak punya sense of crisis juga. Tapi setelah ini memang angka-angkanya berat sekali," jelasnya.

Belum lagi kata dia, makin meningkatnya angka pengangguran akibat PHK dan kebijakan karyawan dirumahkan oleh perusahaan selama pandemi.

• Sarwendah Cerita ke Betrand Peto soal Pinangan Ruben Onsu yang Ditolak 3 Kali: Laki-laki Harus Usaha

"Yang dirumahkan itu lebih banyak gitu. Kalau dirumahkan itu nggak bayar pesangon." 

Ia pun mengajak membayangkan kondisi buruh, yang wajahnya kosong.

Padahal kata dia, hidup tanpa harapan jadi hidup yang kosong juga.

Karena itu dia mengingatkan Jokowi agar jangan sampai rontok sebelum waktunya. Maka kalau memang mau reshuffle, ia meminta Jokowi tidak salah lagi memilih orang.

"Tidak ada sedikitpun ya, 'jangan-jangan Pak Amien menjagokan seseorang', tidak, sama sekali. Tapi kepentingan kita semua, kalau memang mau reshuffle, tolong dicari orang-orang dari parpol, dari kalangan swasta yang lain, kalangan kampus, tapi yang kira-kira memang punya watak kerakyatan yang mendalam, yang hidupnya itu, posisinya itu bukan untuk memperkaya diri ya seperti para pengusaha itu yang sudah salah kaprah itu. Tapi yang betul people oriented," ucapnya.

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Amien Rais Sodorkan Masukan ke Jokowi, Kriteria Menteri Jika Terjadi Reshuffle".