Terkini Internasional

Donald Trump Protes, Video Kampanyenya terkait George Floyd Dihapus Twitter dan Facebook

Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden AS Donald Trump berbicara saat pengarahan harian tentang Virus Corona di Brady Briefing Room di Gedung Putih Washington, DC. pada 23 April 2020. Trump protes pada Twitter dan Facebook terkait pengahapusan video kampanyenya.

TRIBUNWOW.COM - Dua media sosial Twitter dan Facebook memutuskan untuk menghapus video kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Penghapusan itu dilakukan seusai kedua platform tersebut menerima komplain terkait hak cipta.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (9/6/2020), video itu dibuat oleh tim kampanye Trump sebagai bentuk empati terhadap kematian George Floyd.

Presiden AS Donald Trump Ngambek karena Indonesia Bakal Kenakan Pajak Digital ke Netflix

Sri Mulyani Enggan Tanggapi Trump yang Marah soal Netflix: Nanti yang Jadi Headline Pajak Subsidi

Tak hanya diunggah di Twitter dan Facebook, video berjudul 'Healing, Not Hatred' itu juga diunggah ke YouTube.

Video berdurasi hampir empat menit tersebut menampilkan kumpulan foto dan video dari aksi damai antara polisi dan para demonstran di AS, yang didukung dengan backsound piano dan narasi dari Trump.

Pihak yang mengajukan komplain melalui Millennium Copyright Act adalah sebuah firma hukum di California, Amerika Serikat, yang mewakili pemilik hak cipta.

Disebutkan bahwa video Trump mengandung karya dari kliennya sehingga melanggar hak cipta, tapi tak dijelaskan konten foto atau klip video mana persisnya yang dimaksud.

Tak terima videonya dinonaktifkan oleh Twitter, Donald Trump sempat memprotes tindakan penghapusan tersebut melalui cuitannya.

Tweet unggahan Trump itu langsung ditepis oleh CEO Twitter, Jack Dorsey, yang mengatakan bahwa penghapusan video tersebut dilakukan karena pihaknya mendapat gugatan dari Digital Millennium Copyright Act terkait hak cipta.

Facebook pun mengambil tindakan serupa dengan menghapus video kampanye Trump tersebut dari media sosialnya, dengan alasan yang sama.

"Kami menerima keluhan terkait hak cipta dari lembaga Digital Millennium Copyright Act dan kami telah menghapus posting itu," kata juru bicara Facebook, Andy Stone dalam sebuah pernyataan.

Trump Dituding Bersembunyi di Bunker demi Menghindari Demo, Republikan: Itu Lebih untuk Inspeksi

PM Kanada Kehabisan Kata-kata Tanggapi soal Trump Ancam Gunakan Militer Urus Demo Bela George Floyd

Berbeda dengan Twitter dan Facebook, hingga saat ini, YouTube belum menghapus video kampanye Trump tersebut.

Dikutip dari The Verge, Selasa (9/6/2020), YouTube mengatakan bahwa, setelah ditinjau, video Trump tersebut tidak tergolong sebagai konten yang melanggar aturan kebijakan YouTube.

Sebab, menurut YouTube, versi video Trump yang diunggah ke platform miliknya berbeda dari video di Twitter dan Facebook, serta tidak mengandung konten yang melanggar hak cipta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Facebook dan Twitter Hapus Video Kampanye Donald Trump