TRIBUNWOW.COM - Korban meninggal akibat Virus Corona di Amerika Serikat tembus di angka 102,109, per Kamis (28/5/2020).
Sekitar 1.400 warga Amerika rata-rata meninggal setiap hari di bulan Mei.
Angka ini turun dari level puncak wabah pada bulan April di mana angka meninggal rata-rata mencapai 2.000 orang setiap harinya.
• Kepala Laboratorium Wuhan Akui Punya Virus Corona sejak Desember 2019, Sebut untuk Teliti SARS
Dikutip dari Reuters, korban tewas AS lebih tinggi daripada kematian akibat flu musiman yang terjadi pada periode 1957-1958, ketika 116.000 meninggal dunia.
Dalam kurun waktu tiga bulan, angka kematian akibat Covid-19 sudah melebihi angka gabungan jumlah warga Amerika yang tewas dalam Perang Korea, Perang Vietnam dan konflik AS di Irak dari 2003-2011.
Selain itu, Virus Corona telah membunuh lebih banyak orang daripada epidemi AIDS sejak 1981 hingga 1989.
Menurut analisis data Reuters dari Proyek Pelacakan Covid-19, total kasus Virus Corona AS adalah lebih dari 1,7 juta kasus dengan beberapa negara bagian selatan mengalami peningkatan kasus baru dalam sepekan terakhir.
• Corona Sempat Dianggap Layaknya Flu, JK Samakan Indonesia dengan Amerika: Terlalu Mengentengkan
• Reaksi Dokter soal New Normal: Sekarang Saja Sudah Overload, Rasanya akan Lebih Membeludak Lagi
Secara global, kasus Virus Corona telah mencapai 5,6 juta dengan lebih dari 350.000 kematian sejak wabah dimulai di China akhir tahun lalu dan kemudian tiba di Eropa dan Amerika Serikat.
Amerika Selatan sekarang menanggung beban terbesar dari wabah ini, disusul Brasil yang memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di dunia.
Dari 20 negara yang paling parah terkena dampaknya, Amerika Serikat menempati urutan kedelapan berdasarkan kematian per kapita, menurut penghitungan Reuters.
Amerika Serikat memiliki tiga korban jiwa per 10.000 orang. Belgia di posisi pertama dengan delapan kematian per 10.000, diikuti oleh Spanyol, Inggris dan Italia, menurut analisis Reuters. (*)
Artikel ini telah tayang di Reuters dengan judul "Corona di AS: Capai 100.000, angka kematian melampaui korban tiga perang Amerika"