TRIBUNWOW.COM - Politisi Sandiaga Uno berseloroh dirinya masih tetap dikenali orang meskipun memakai masker.
Hal itu ia singgung saat membahas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan segera dilonggarkan.
Dalam penerapan PSBB, masyarakat diwajibkan mengenakan masker saat bepergian keluar rumah.
• Tak Ada Toleransi, Begini Nasib Anggota DPRD yang Viral Cekcok dengan Petugas PSBB soal Masker
Meskipun PSBB akan segera dicabut, Sandiaga mengimbau pentingnya untuk tetap memakai masker.
Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam acara Hot Indonesia di TvOne, Minggu (24/5/2020).
Awalnya, ia mengimbau agar masker tetap dikenakan karena situasi masih rawan.
"Pertama, bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tapi terlebih lagi untuk melindungi orang lain," kata Sandiaga Uno.
Ia berkelakar orang masih akan tetap mengenali dirinya meskipun memakai masker.
"Saya mendatangi pemukiman yang padat, untungnya orang masih mengenali saya walaupun memakai masker," candanya.
"Mereka tahu saya tersenyum atau tidak," lanjut Sandiaga.
Ucapan itu sontak membuat presenter Dalton Tanonaka dan pengamat politik Sandrina Malakiano tertawa.
Sandiaga menjelaskan penggunaan masker yang masif saat ini akan mendorong usaha kecil menengah.
"Ini menjadi dorongan terbaik bagi pengusaha kecil karena mereka mulai memproduksi masker," papar Sandiaga.
"Bukan hanya masker biasa, tapi bisa juga sebagai gaya busana," lanjut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Ia kemudian menunjukkan koleksi masker yang dimiliki.
• Viral Pria di Jepara Ngamuk saat Diminta Pakai Masker, Akhirnya Minta Maaf dan Peluk Satpam Bank
"Masker ini hanya seharga Rp 4 ribu," katanya sambil menunjukkan sebuah masker kain berwarna abu-abu.
Selanjutnya ia menunjukkan masker yang menggunakan kain bercorak batik.
"Ada juga yang lebih bagus, ini batik. Masker batik sangat terkenal saat ini," jelas Sandiaga.
Setelah itu ia menunjukkan sebuah masker putih dengan tulisan 'Sandiaga Uno' di depannya.
"Kita punya masker batik sampai masker Sandi Uno. Banyak orang menjual masker Sandi Uno saat ini," kata Sandiaga.
"Ini harganya jauh lebih mahal," tambah dia.
Ia lalu mengambil masker yang paling mahal, yakni terbuat dari kulit dan terdiri dari beberapa lapis.
"Kita juga punya yang harganya sangat mahal, mendekati 30 dolar," ungkap Sandiaga.
"Ini tiga lapisan dan terbuat dari kulit," jelasnya.
Tidak hanya masker, pelindung wajah atau face shield juga mulai lazim digunakan saat bepergian ke luar.
"Ini yang sering dipakai orang di luar," kata Sandiaga.
• Reaksi Sandiaga Uno saat Ditanya Lawan Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2019: Belajar dari 2 Pengalaman
Lihat videonya mulai menit 1:30
Soal Izin Usaha Dicabut saat PSBB
Politisi sekaligus pengusaha Sandiaga Uno mengkritisi izin usaha yang hendak dicabut saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat dihubungi dalam acara Hot Indonesia di TvOne, Minggu (10/5/2020).
Diketahui saat ini DKI Jakarta tengah menjalankan PSBB untuk menghambat penyebaran Virus Corona (Covid-19).
• Sebut Krisis Pandemi Corona Terberat sejak Indonesia Merdeka, Sandiaga Uno Ingatkan Peran Besar UMKM
Awalnya, hal tersebut diangkat presenter Dalton Tanonaka.
Ia menyebutkan akan ada pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang melanggar PSBB.
"Jakarta menyatakan pekan ini akan mencabut izin usaha bagi 200 perusahaan yang mengabaikan perintah penutupan selama Virus Corona," papar Dalton Tanonaka.
Usaha yang tetap aman menjalankan operasionalnya adalah yang termasuk dalam bisnis utama seperti bank, pusat perbelanjaan, dan media massa.
Aturan tersebut diluncurkan untuk mencegah penularan Covid-19.
"Pelanggar juga dikenakan denda dan masa tahanan penjara," kata Dalton.
"Kebijakan ini melibatkan lebih dari 200 perusahaan dengan 10 ribu pekerja di seluruh ibu kota," tambahnya.
Dalton berpendapat aturan tersebut dapat berakibat buruk bagi pekerja dan perusahaan yang tengah mengalami krisis ekonomi.
"Saya rasa, hukuman ini terlalu kejam. Jangan hukum mereka yang berusaha mempertahankan pekerjaan dan penghasilan," komentar Dalton Tanonaka.
Setuju dengan pendapat Dalton, Sandiaga Uno menyampaikan tanggapannya.
"Ide yang bagus, tapi koordinasi yang sangat, sangat buruk,"papar Sandiaga Uno melalui sambungan video call.
"Tujuan utamanya adalah agar masyarakat mematuhi PSBB. Namun pelaksanaannya sangatlah buruk," lanjut dia.
Selain itu, aturan ini dapat berakibat buruk pada perusahaan, terutama yang memiliki cabang di luar wilayah DKI Jakarta.
• Dampak Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Berencana Potong Tunjangan hingga Tiadakan THR PNS
"Beberapa perusahaan yang terjebak dalam perintah penutupan sebenarnya mendapatkan izin usaha dari pemerintah pusat," papar Sandiaga.
"Sebab mereka memiliki pabrik di luar Jawa Barat atau di daerah lain," lanjutnya.
Menurut dia, beberapa perusahaan harus tetap buka agar rantai usahanya di daerah lain tetap berjalan.
"Namun kantor pusat mereka ada di Jakarta dan kantor pusat harus tetap buka untuk mengerjakan izin ekspor dan izin lainnya," jelas Sandiaga.
"Karena pabrik tetap beroperasi, mereka tetap harus mempertahankan rantai persediaan," lanjut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.
"Inilah yang kita sebut cara terbaik mempertahankan rantai persediaan," tambahnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)