Virus Corona

Soal Jokowi Target Kurva Corona Turun, Ali Ngabalin Minta Doa: Mei-Juni Itu Kan Panas Banget

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tenaga Ahli Utama KSP Ali M Ngabalin membahas pelonggaran PSBB, dalam acara Fakta, Senin (18/5/2020).

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membahas target Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan kurva pertumbuhan kasus Virus Corona.

Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Fakta di TvOne, Senin (18/5/2020).

Diketahui Jokowi menargetkan agar kurva pertumbuhan kasus Virus Corona (Covid-19) segera turun pada bulan Mei dan Juni.

Presiden Joko Widodo dalam siaran pers, Jmat (15/5/2020). (YouTube Sekretariat Presiden)

Iuran BPJS Naik di Tengah Pandemi Corona, Ali Ngabalin: Jangan Dulu Kita Berprasangka Buruk

Jumlah positif kasus Virus Corona diketahui sudah mencapai angka 18 ribu per Selasa (19/5/2020).

Ketika ditanya tentang target tersebut, Ali Ngabalin mengaku bersikap optimis.

"Kita optimis," tegas Ali Mochtar Ngabalin.

Ia juga menyinggung bulan Ramadan yang berlangsung dalam masa pandemi.

"Ramadan itu menurut ketentuan aturan agama saking panasnya sampai menghanguskan dari akar katanya," ungkap Ali Ngabalin.

Tidak hanya itu, ia menyinggung musim kemarau akan segera tiba.

"Kalau dilihat dari perkembangan situasinya, setelah Mei masuk Juni itu 'kan waktu panas banget," paparnya.

Ali Ngabalin kemudian mengungkapkan doanya agar target-target yang disampaikan Jokowi segera tercapai.

"Itu sebabnya kita berdoa pada Allah SWT, target-target yang dikemukakan Bapak Presiden terijabah doa banyak orang untuk republik ini," katanya.

"Sehingga kita bisa kembali dalam situasi yang normal. Hidup seperti biasa dengan satu kedisplinan baru yang diajarkan Corona," lanjut Ali.

Ali Ngabalin lalu menanggapi wacana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mall dan Pasar kembali Ramai, Tokoh Masyarakat di Bekasi Pertanyakan Status PSBB: Omong Kosong

Awalnya ia menjelaskan alasan PSBB lebih dipilih daripada lockdown untuk mengatasi Virus Corona.

Halaman
1234