TRIBUNWOW.COM - Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengusulkan agar Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari dibebaskan.
Diketahui Siti Fadilah Supari kini mendekam di balik jeruji besi karena kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di Kementerian Kesehatan pada 2005.
Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Fahri Hamzah Official pada Kamis (14/5/2020), ia menilai Siti telah dianiaya pihak-pihak asing.
• Sebut Terawan Kabur saat Corona, Fahri Hamzah Ragukan Kemampuan Menkes: Orang Bingung, Enggak Ngerti
"Beliau perempuan dari Solo sudah tua ya kan, dianiaya, saya tahu ini 'penganiayaan' oleh mereka-mereka yang menjadi kaki tangan asing menyerang Beliau," ujar Fahri.
Fahri bertanya-tanya kasus yang menjerat Siti bisa terungkap setelah tujuh tahun berselang.
"2004 Beliau menjadi menteri, 2005 ada kasus besar di Aceh, kasus musibah lalu kemudian alat pengadaan alat kira total cuma Rp 15 milyar."
"2009 Beliau berhenti menjadi menteri, 2010 Beliau menjadi penasehat presiden, tiba-tiba 2012 beliau dikenakan oleh kasus yang 2005 itu," ujar dia.
Selain itu, Fahri menilai Siti juga dipermalukan cukup lama lantaran proses peradilannya cukup lama mulai dari 2012-2017.
"2012 itu Beliau disidang, saya bukan bilang disidang ini, karena mana ada hukum disidang lima tahun, dia dipermalu selama lima tahun itu, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017 baru vonisnya jatuh oleh KPK."
"Dipermalu lima tahun dihubung-hubungkan dengan uang politik, mondari-mandir diperiksa, mondar mandir pengadilan," ungkap Fahri.
Bahkan kini Siti belum bisa merasakan kebebasannya.
"Dan sekarang sudah divonis empat tahun, sekarang masih di dalam BUI coba bayangkan ya," sambung Fahri.
• Lebih Percaya Pemerintah Desa daripada Pusat, Fahri Hamzah: Menterinya Aja Mencuri Kok
Pendiri Partai Gelora ini menilai Siti yang sudah tua pantas untuk dibebaskan karena telah berjasa dalam mengatasi pandemi Flu Burung sekitar mulai 2006.
Padahal, Flu Burung juga merupakan wabah yang cukup serius.
"Orang setua ini, seberjasa menyelesaikan virus flu burung di Indonesia sampai Indonesia dulu mau diblokade gara-gara dianggap sumber penyebaran pandemi di dunia karena avian influenza karena jumlah kematiannya cukup besar, dan penyebarannya juga dari seluruh dunia," jelasnya.
Siti disebutkan oleh Fahri juga banyak berjasa di dunia Internasional.
"Orang ini begitu banyak jasanya, begitu mengerti persoalan, berjuang di WHO, sampai kemudian WHO mulai transparan untuk membuka virus-virus yang mereka kumpulkan," puji Fahri.
• Korban Corona Meningkat, Fahri Hamzah Menggebu-gebu Tanyakan Keberadaan Terawan: Tiba-tiba Kabur
Fahri kini meminta agar Siti dibebaskan agar dapat memberikan jasanya dalam penanganan Covid-19.
"Masih mendekam di penjara? Seharusnya orang seperti ini difungsikan oleh pemerintah untuk bertanya apa yang bisa kita lakukan ke depan dalam situasi seperti sekarang."
"Nah itulah dasar daripada saya mengusulkan supaya Beliau dibebaskan," jelas Fahri.
Lihat videonya mulai menit ke 6:10:
Pertanyakan Keberadaan Terawan
Sebelumnya, Fahri juga mengkritik Terawan Agus Putranto yang dinilai kabur setelah Virus Corona melanda.
Dilansir TribunWow.com, Fahri mengatakan Terawan kini seolah tak bersuara setelah banyak ucapannya yang menuai sorotan publik.
Tak hanya itu, Fahri Hamzah secara menggebu-gebu menyebut Menkes Terawan tak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi seorang menteri.
Melalui kanal YouTube Fahri Hamzah, Kamis (7/5/2020), ia mulanya meminta pemerintah mencukupi alat tes Virus Corona di seluruh puskesmas.
• Bahas Virus Corona, Fahri Hamzah: Kalau Presidennya Nyerah lalu Dia Mundur itu Urusan Dia
• Jerinx Percaya dengan Jokowi dan Terawan soal Skenario Corona: Sayang Pak Terawan Bukan Najwa Shihab
Fahri berpendapat, hal itu lebih penting dilakukan ketimbang melakukan tes Virus Corona terhadap anggota DPR hingga jajaran kabinet.
"Kita punya sekitar 7 ribu desa, ya kira-kira 7 ribu puskesmas atau sampai 10 ribu lah karena kalau kecamatan besar puskesmasnya lebih banyak," kata Fahri.
"Kasih mereka alat tes, mereka bisa mendata siapa yang sakit, salurkan itu yang namanya tes Covid segala macem, yang rapid test ke sana itu yang perlu dicek."
Menurut Fahri, masyarakat lebih berhak menjalani tes Virus Corona ketimbang para pejabat itu.
Karena itu, ia mendesak pemerintak mencukupi kebutuhan alat tes Virus Corona di seluruh puskesmas.
"Ngapain ngecek anggota DPR, ngecek anggota kabinet, ini orang udah punya mekanisme ," kata Fahri.
"Yang perlu dicek dan dilacak di mana larinya virus ini adalah kasih kepada puskesmas-puskesmas, mereka udah punya metode."
"Di sana ada dokternya, ada perawatnya, itu akan berjalan dengan sendirinya. Dan itu adalah sistem yang telah ada," sambungnya.
• Soal Perppu Corona, Refly Harun Curigai Adanya Penumpang Gelap: Saya Ngobrol sama Orang Penting
Lebih lanjut, Fahri juga mengkritik pemerintah yang terus merekrut orang baru untuk menangani Virus Corona.
Menurut Fahri, hal itu justru akan semakin menambah masalah.
Lantas, ia pun menyinggung keberadaan Menkes Terawan setelah Virus Corona banyak menelan korban.
"Jadi enggak perlu bikin yang baru, ini bikin yang baru dan terdiri dari orang yang enggak pernah di pemerintahan, negara itu strukturnya kayak apa," jelas Fahri.
"Itu kayak menteri kesehatan, orang bingung enggak ngerti ini."
Fahri menilai, Terawan justru seolah kabur dan diam seribu kata saat pernyataannya menuai kritikan banyak pihak.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung stafsus milenial presiden.
"Oh sebentar lagi, tiba-tiba banyak, tiba-tiba kabur, sekarang enggak ada suaranya."
"Pejabat-pejabat yang baru muncul, milenial-milenial yang ngerti apa-apa tentang undang-undang dasar," tandasnya.
Simak video berikut ini menit ke-5.38:
(TribunWow.com/Mariah Gipty/Jayanti Tri Utami)