TRIBUNWOW.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat merekomendasikan wacana pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sepulau Jawa dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (12/5/2020).
Menurut BNPB penanganan Virus Corona tidak akan maksimal, bila tidak diterapkan PSBB se-pulau Jawa.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tak keberatan jika PSBB di seluruh pulau Jawa diberlakukan.
• Pernyataannya yang Meminta Sekda Blora untuk Mundur Sempat Viral, Ganjar Pranowo Beri Klarifikasi
• Lalu Lintas di Jabar Malah Meningkat selama PSBB Corona, Ridwan Kamil: Maksa Ngabuburit Masih Ada
Kini Jawa Tengah mulai berhitung dampak PSBB jika nantinya benar-benar diberlakukan.
Berbeda dengan Ganjar, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut pihaknya masih butuh masukan dari pakar epidemologi untuk menentukan urgensi penerapan PSBB se-Jawa.
Khofifah menilai perlu adanya pertimbangan keilmuan dan dampak sosial PSBB.
Di Pulau Jawa, saat ini baru DKI Jakarta dan Jawa Barat yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar dengan level propinsi.
Sisanya PSBB dilaksanakan pada tingkatan Kota dan Kabupaten.
Hingga hari ini total kasus positif corona di Indonesia sudah mencapai 15.438 kasus.
Sementara total pasien sembuh dari corona semakin meningkat, mencapai 3.287 pasien.
• Sanksi PSBB DKI Jakarta Mulai Diterapkan Hari Ini, Pemprov Siapkan Aturan Denda hingga Rp 50 Juta
• Bahas Perppu Corona, Amien Rais Sebut Birokrat Kebanyakan Kleptokrat, Singgung Harga Minyak Bumi
Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul Usulan PSBB Se-Jawa, Khofifah Mempertimbangkan Dampak Sosial