Virus Corona

Pesan Dokter Mikhael Marampe sebelum Meninggal, Kuatkan Rekan-rekan Tenaga Medis Tangani Corona

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dr. Mikhael Robert Marampe dinyatakan meninggal dunia setelah terpapar Virus Corona pada Senin (27/4/2020).

TRIBUNWOW.COM - Satu lagi garda terdepan yang gugur di medan perang dalam melawan pandemi Virus Corona.

Dr. Mikhael Robert Marampe dinyatakan meninggal dunia setelah terpapar Virus Corona pada Senin (27/4/2020).

Kepastian ini disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) seperti yang dikutip dari tayangan Youtube KompasTV.

Dr. Mikhael Robert Marampe dinyatakan meninggal dunia setelah terpapar Virus Corona pada Senin (27/4/2020). (Youtube/KompasTV)

Beberkan Risiko Penularan Corona saat Mudik, dr Erlina Burhan: Jika Sayang Keluarga, Jangan Pulang

Dilansir TribunWow.com, sebelum meninggal, Mikhael sempat memberikan pesan kepada rekan-rekan tenaga medis.

Hal itu dilakukan Mikhael setelah menjalani masa isolasi selama 8 hari di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta.

Pada waktu itu, ia mengaku bahwa kondisinya sudah membaik, tinggal batuk ringan.

Pesan tersebut diunggah dalam akun Instagram pribadinya, @mikemarampe pada Jumat (17/4/2020).

Dalam unggahan tersebut, Mikhael berpesan kepada para tenaga medis supaya tetap semangat dalam menangani pasien Covid-19.

Dirinya juga mengingatkan kepada mereka untuk memastikan standar keselamatan yang benar-benar baik, karena sangat berisiko tertular.

Selain itu, Mikhael juga berharap kepada semua masyarakat bisa membantu tenaga medis untuk menangani Virus Corona.

Caranya yaitu tidak perlu terjun bersama tenaga medis, melainkan cukup hanya berada di rumah dan hindari kerumunan.

Pasien Corona Ditolak RS Khusus di Pulau Galang, Dinkes Batam: Mereka Ngaku Tak Terima Kasus Berat

"Selamat pagi teman teman semua ,salam sejahtera saya dokter Mikhael Robert Marampe saya dinyatakan covid 19 melalu rapid test dan saat ini saya dirawat dengan baik oleh rekan rekan tim medis @rs_persahabatan yang luar biasa semangat tekun tanpa pandang lelah," tulis keterangan akun @mikemarampe.

"Saya sudah berada disini 8 hari dan Puji Tuhan Keluhan Saya semakin membaik hanya tinggal batuk sedikit sedikit."

"Buat teman teman yang ada di garda terdepan tetap semangat dan wajib menggunakan APD yang sesuai standar."

"Semangat Selalu dokter ,perawat ,dan semua tim yang mengambil bagian dalam memerangi COVID-19."

"Buat teman teman lainnya bantu kami tim medis dengan tetap dirumah dan beraktifitas di rumah."

Simak videonya lengkapnya:

Dokter Erlina Burhan Jelaskan Hal-hal Berat ketika Tangani Virus Corona

Dokter Spesialis Paru, Erlina Burhan mengungkapkan hal-hal berat ketika sedang menangani pasien Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com dalam acara E Talk Show tvOne, Sabtu (25/4/2020), Erlina Burhan mengaku mengalami capek dan stres.

Menurutnya, dengan banyaknya jumlah kasus Virus Corona yang notabene merupakan virus baru, maka juga harus terus belajar.

Dokter Speasialis Paru, Erlina Burhan mengungkapkan hal paling berat selama menangani masalah Virus Corona. (Channel YouTube Talk Show tv One)

• Selain Menkes Terawan, 2 Menteri Jokowi Ini Dapat Sentimen Negatif Terkait Penanganan Virus Corona

"Ya ada stresnya ada capeknya, tapi banyakan capeknya," ujar Erlina.

"Ya jadi stres ya sekali-kali, karena ini kan tiba-tiba ada kasus dan langsung banyak akhirnya kita learning by doing akhirnya," sambungnya.

Selain itu, sebagai dokter atau tenaga medis tentunya memiliki tanggung jawab besar kepada mereka para pasien.

Menurutnya hal berat pertama adalah harus memastikan bahwa sudah memakai SOP yang aman.

Hal itu untuk memastikan tidak tertular ketika menangani pasien Virus Corona.

Oleh karenya, Erlina mengaku tetap ada rasa takut andai ada SOP yang tidak dilakukan.

Termasuk saat menghadapi pasien yang mempunyai karakter berbeda-beda, apalagi ketika ada pasien yang tidak jujur.

"Kan kita ini dokter ingin terbaiknya selalu dan harus sesuai SOP, kalau enggak sesuai SOP kita juga gelisah, kita juga panik," jelasnya.

"Dan ternyata penanganan Covid-19 ini bukan semata-mata dokter saja," ungkapnya.

• 4 Kabar Baik soal Penanganan Virus Corona di Indonesia, Produksi Ventilator dan Bantuan dari Amerika

Kemudian adalah menyangkut hasil lab yang dirasa membutuhkan waktu lama.

Kondisi seperti menurutnya membuat para tenaga medis merasa stres.

Ketika hasil PCR belum keluar, maka tenaga medis pun belum bisa memastikan apakah pasien tersebut positif atau negatif Covid-19.

"Yang paling bikin kita stres adalah masalah hasil lab yang lama sekali, jadi kita ini bingung pasien," kata Erlina.

"Iya hasil VCRnya, seharusnya dua hari paling lama tapi kan karena alat terbatas di awal-awal sempat lima hari, enam hari, tujuh hari dan kita stres ngadepin pasien," sambungnya.

"Apalagi keluarga pasien nanyain terus," pungkasnya.

Simak videonya dari menit awal:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)