Virus Corona

Karni Ilyas Blak-blakan Kritik PSBB DKI dan Kartu Prakerja Jokowi: Jangan Lihat Tukang Ojek Saja

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam saluran YouTube tvOneNews, Senin (13/4/2020).

TRIBUNWOW.COM - Wartawan senior Karni Ilyas blak-blakan mengkritik penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta dan sekitarnya, hingga kartu Prakerja yang dikeluarkan pemerintah.

Menurut Karni Ilyas, penerapan PSBB dan peluncuran Kartu Prakerja tak diiringi dengan solusi bagi warga miskin atau rentan miskin.

Dilansir TribunWow.com, pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne itu juga mengingatkan agar bantuan tidak hanya diberikan pada tukang ojek atau tukang ojek online saja.

Lantaran banyak warga miskin lain yang juga terdampak Virus Corona.

Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam tayangan YouTube tvOneNews, Senin (13/4/2020). (YouTube tvOneNews)

VIRAL Video Pria di Bogor Mengamuk dan Tantang Warga Berkelahi, Tak Terima Diingatkan Pakai Masker

Dia bahkan menyebut tak kaget jika hingga kini masih banyak warga yang memenuhi wilayah Jabodetabek meski PSBB sudah diterapkan.

Melalui tayangan YouTube tvOneNews, Senin (13/4/2020), Karni Ilyas menyatakan banyak warga miskin yang terdampak PSBB.

Misalnya, para warga yang memenuhi kebutuhan hidup dari pendapatan harian.

"Kalau itu saya tidak kaget (warga keluar rumah), dan kita enggak pernah menanya-nanyakan," ucap Karni Ilyas.

"Rakyatnya sendiri bagaimana? Sekarang kita sudah melaksanakan PSBB, pernah enggak ditanya kalau Anda PSBB bagaimana penghasilan Anda hari ini?"

Menurut Karni Ilyas, tak hanya tukang ojek yang terkena dampak penerapan PSBB.

Ia pun menyinggung sejumlah pekerjaan informal, mulai dari pedagang keliling hingga asongan.

"Jangan lihat tukang ojek aja ya, tapi tidak hanya tukang ojek," ucap Karni Ilyas.

"Tukang jual roti keliling pun terkena, pedagang asongan terkena, banyak sekali sektor informal kita yang terkena oleh ini."

 

JADWAL TERBARU Live Streaming Belajar dari Rumah bagi Siswa Mulai Pukul 08.00 WIB, Rabu 15 April

Dengan penerapan PSBB, mustahil baginya para pekerja informal itu bisa hidup layaknya biasa.

Terkait hal itu, Karni Ilyas pun menanyakan langkah pemerintah menanagani masalah ekonomi yang kini semakin membelit warga miskin.

"PSBB itu orang jalan aja enggak ada, dia jualan pun enggak laku karena enggak ada orang yang membeli," ujar Karni Ilyas.

"Makanya saya pertanyakan kita bisa kasih apa dalam dua minggu ini pada rakyat kecil itu?"

Lebih lanjut, ia lantas menyoroti soal peluncuran Kartu Pra-kerja yang dijanjikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karni Ilyas menilai, Kartu Pra-kerja itu belum memberikan banyak manfaat dalam kondisi wabah Virus Corona seperti yang kini terjadi.

"Katanya ada Kartu Pra-kerja, berapa lama Anda baru dapat kerja? Itu kan latihan dulu, berapa lama setelah latihan?," kata Karni Ilyas.

"Lah, selama latihan Anda gaji enggak? Selama ini kan mereka dapat gaji harian."

Karena itu, Karni Ilyas menilai hingga kini pemerintah belum bisa memberikan solusi penanaganan Virus Corona, terutama bagi kondisi ekonomi warga.

"Mau tukang ojek kek, kuli kek, mau kerja pabrik kek, tapi kalau mereka udah disuruh pakai aplikasi, mendaftar, kapan kerjanya dapat?," ujar Karni Ilyas.

"Selama itu dia mau kerja gimana? Saya lihat belum ada cara untuk mengatasinya," tukasnya.

Simak video berikut ini dari menit awal:

Target Jokowi Minggu Ini

Di sisi lain, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri untuk merealisasikan semua program bantuan pemerintah kepada masyarakat terdampak Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Jokowi memastikan bahwa semua bantuan itu akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Jokowi, pemenuhan kebutuhan itu merupakan wujud kepedulian pemerintah yang mau mengurus warganya yang kini tengah kesulitan akibat virus dengan nama lain Covid-19 itu.

Melalui konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Kompas TV, Senin (13/4/2020), Jokowi menegaskan Virus Corona bisa menyebabkan adanya peluang krisis pangan dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat siaran pers yang ditayangkan kanal YouTube Kompas TV, Senin (13/4/2020). (YouTube KompasTV)

Peringatan Dini BMKG Hari Ini, Rabu 15 April 2020: Jawa Timur Waspada Cuaca Ekstrem

Sehingga, ia meminta semua jajarannya memastikan kebutuhan warga bisa dipenuhi.

"Perhatikan, saya garis bawahi mengenai peringatan bahwa pandemi Covid-19 ini bisa berdampak pada kelangkaan pangan dunia atau krisis pangan dunia," ujar Jokowi.

"Ini harus betul-betul kita pastikan."

Tak hanya itu, Jokowi bahkan juga meminta seluruh jajarannya memantau kondisi panen periode berikutnya.

Menurutnya, pemerintah harus mencegah terganggunya produksi hingga distribusi pangan selama wabah Virus Corona.

"Mungkin panen yang ini baik, tapi nanti panen pada penanaman bulan Agustus atau September itu betul-betul dilihat secara detail," jelas Jokowi.

"Sehingga tidak mengganggu produksi, rantai pasok maupun distribusi bahan-bahan pangan yang ada."

Melanjutkan pernyataannya, Jokowi lantas memberikan imbauannya pada Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pertanyakan Jalan Keluar Wabah Corona, Karni Ilyas Soroti Nasib Warga Miskin: Mereka Makannya Apa?

• Sembuh dari Virus Corona, Bima Arya Sudah Pikirkan PSBB Kota Bogor: Harus Ada Ketegasan

Ia mendesak para menteri tersebut dalam satu minggu ini bisa merealisasikan bantuan sosial kepada warga terdampak Virus Corona.

"Kemudian juga yang berkaitan dengan dampak sosial ekonomi, saya minta menteri sosial, menteri keuangan, minggu ini semua harus bisa jalan," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, kondisi saat ini sudah sangat mendesak sehingga semua bantuan sosial itu perlu segera diwujudkan.

"Ini sudah sangat mendesak sekali, baik yang berkaitan dengan Kartu Pra-kerja, baik yang berkaitan dengan PKH, baik yang berkaitan dengan bantuan sosial langsung," tegasnya.

"Baik yang berkaitan dengan kartu sembako, baik yang berkaitan dengan pembagian sembako di Jabodetabek semua harus jalan minggu ini."

Selain itu, realisasi bantuan sosial itu disebutnya juga bertujuan agar pemerintah tak dicap hanya mengubar janji pada warga.

"Saya turun ke bawah kemarin, saya melihat bahwa kebutuhan itu sudah ditunggu oleh masyarakat," ucap Jokowi.

"Nanti di bawah melihat kalau kita ini omong saja kalau barangnya enggak sampai ke rakyat, ke masyarakat," tukasnya. (TribunWow.com)