Virus Corona

Di ILC, Refly Harun Kritik Yasonna Laoly hingga Singgung Jubir Jokowi: Fadjroel Rachman Jangan Marah

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun mengungkapkan kritik bagi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

TRIBUNWOW.COM - Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun mengungkapkan kritik bagi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

Hal itu diungkapkan Refly Harun saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (7/4/2020).

Yasonna Laoly sendiri sempat turut hadir di acara tersebut meski akhirnya pulang sebelum Refly Harun mengungkapkan kritikannya.

Di ILC Bahas Corona, Refly Harun Ungkap Ada Politisi Kirim Surat ke Jokowi: Belum Ada Jawaban Tegas

Dalam kesempatan tersebut, Refly Harun juga sempat menyinggung Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir, Fadjroel Rachman

Dalam penuturannya, ia menyinggung soal wacana Yasonna yang sempat ingin memberikan remisi pada Napi Koruptor karena wabah Virus Corona.

Menurut catatan Refly, bukan hanya sekali Yasonna Laoly ingin mengubah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 tahun 2012.

"Saya ingin higlight saja apa yang disampaikan Pak Menteri tadi, higlight saja."

"Pak Menteri ini termasuk orang yang menurut catatan saya sejak 2015 sudah empat kali ingin mengubah PP itu, jadi PP 99 tahun 2012 yang dibuat masa pemerintahan SBY sudah berkali-kali ingin dirubah soal perketatan remisi bagi Napi Koruptur, Napi Teroris, Narkoba dan kejahatan transnasional dan lain sebagainya," ujar Refly Harun.

Menuru Refly, Yasonna memiliki ide-ide itu dipengaruhi oleh faktor latar belakang pendidikannya.

"Jadi sudah berkali-kali dan saya pikir itu karena paradigma berpikir dia, karena dia kan ilmunya memang kalau enggak salah kriminologi, jadi bukan ilmu hukum sebenarnya," katanya.

Di ILC, Saor Siagian Singgung Wacana Lockdown dari Anies: Yang Dilakukan Selalu Ditarik ke Politik

Namun, wacana itu terus ditolak Jokowi kecuali soal Revisi Undang-undang KPK pada tahun 2019.

Saat menyinggung Jokowi, ia meminta Juru Bicara Presiden yang hadir, Fadjroel Rachman jangan tersinggung.

"Nah tetapi kan masalahnya adalah berkali-kali pula Presiden Jokowi mengatakan tidak, walaupun untuk Revisi Undang-undang KPK lolos juga, ini Mas Fadjroel jangan marah," kata Refly sambil tertawa.

Lalu Refly mengungkit bahwa Fajroel dulunya pernah menjadi pegiat anti korupsi.

Namun, Fadjroel menegaskan bahwa dirinya sampai sekarang masih menjadi pegiat anti korupsi.

"Dulu kan soalnya aktivis anti korupsi dia," sambung Refly.

"Sampai sekarang," balas Fadjroel.

"Sekarang kan Juru Bicara Presiden ya kan," ujar Refly lagi.

Bahas Upaya Cegah Corona di Bogor, Dedie A Rachim: Tidak Ada Istilahnya Kita Coba-coba

Lalu, Refly kemudian kembali membahas soal wacana Yasonna itu.

Seharusnya menteri menaati perintah presiden.

"Nah kemudian karena itu menurut saya berhenti ngomongnya, mengemukakan perspektif personal, karena kan itu sudah ada garis presidennya."

"Namanya menteri kan pembantu presiden, jadi dia tidak punya hak visi dan misi sendiri," kata Refly.

Lihat videonya mulai menit ke-3:42:

Ungkap Ada Politisi dengan Jokowi soal Kepentingan Nyawa 

Pada kesempatan yang sama, Refly Harun mengungkap ada seorang politisi yang berkirim surat dengan Jokowi terkait penanganan Virus Corona.

Mulanya, Refly mengajak semua pihak setuju bahwa melindungi nyawa khususnya dalam masalah Virus Corona merupakan hal yang terpenting.

• Cara Dapat Insentif bagi Pekerja yang Kena PHK karena Dampak Covid-19, Daftar di Link Ini

"Pertama adalah kita harus sepakat dulu dalam hal-hal ini, bahwa nyawa lebih penting dari pada di dunia ini. Kenapa begitu?" ujar Refly Harun.

Lalu, Refly Harun mengungkapkan bahwa ada seorang politisi yang sudah berkirim surat kepada Jokowi terkait Virus Corona tersebut.

Politisi yang tak disebutkan namanya itu meminta agar Jokowi fokus pada penyelamatan nyawa bukan ekonomi.

Pasalnya, ekonomi suatu saat akan tumbuh kembali.

Seperti krisis ekonomi pada tahun 1998 maupun 2008.

"Ada politisi yang berkirim surat kepada Presiden mengatakan, kalau soal ekonomi itu sudahlah ada hukumnya nanti, suatu saat ada economical recovery."

"Tahun 98' kita krisis, tahun 2008 kita krisis dan ternyata kita bisa reborn," ujar Refly Harun.

Sedangkan, jika manusia tak diselamatkan tak menutup kemungkinan manusia dapat musnah.

"Jadi akan ada economical recovery, karena itu hukum alam kalau enggak kan umat manusia akan musnah kalau begitu kalau down, jangan-jangan kiamat nantinya," lanjutnya.

• Di ILC, Saor Siagian Singgung Wacana Lockdown dari Anies: Yang Dilakukan Selalu Ditarik ke Politik

Apalagi, nyawa manusia bukan seperti ekonomi yang bisa tumbuh kembali.

"Tapi nyawa manusia tidak bisa recovery, kalau nyawa mati ya sudah selesai, dan saya merasa kritik pertama penanganan Covid-19 ini penanganan angka-angka," ujar pria 50 tahun tersebut.

Menurutnya, yang menjadi sorotan soal penanganan Virus Corona hanya kuantitas, seperti jumlah pasien terjangkit, pasien sembuh dan lain-lain.

Padahal Refly Harun menilai seharusnya yang diatasi adalah penyebarannya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah belum tegas mengatasi masalah penyebaran Virus Corona tersebut.

"Hari ini angka kita naik lalu turun, lalu naik, turun, naik, turun dan sebagianya."

"Kan sebab utamanya yang harus di-address (sasaran), yang harus dijawab, kan itu belum ada jawaban tegas dan jelas," kritiknya.

• Bahas Corona, Saor Siagian Khawatir dengan Karni Ilyas hingga Narasumber Lain Tertawa: Saya Serius

Lalu, ia mengungkap bahwa tugas pertama negara khususnya pemerintah adalah melindungi rakyatnya seperti yang termaktub dalam Tujuan Negara Republik Indonesia sesuai UUD 1945

"Yang kedua kita juga sepakat bahwa negara terutama pemerintah mempunyai tugas konstitusional pertama untuk melindungi rakyat Indonesia dulu, baru mensejahterakan, baru mencerdasakan, baru ikut perdamaian dunia."

"Jadi melindungi itu at the first place, jadi at all cost harusnya kita berpikir untuk melindungi itu," jelas dia.

Sehingga, Refly menyimpulkan bahwa masalah nyawa lebih penting dari apapun.

"Nah kalau itu kita sepakati maka langkah-langkah pemerintah harusnya mencerminkan hal seperti itu," pungkasnya. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

BACA JUGA Di ILC, Refly Harun Kritik Yasonna Laoly hingga Singgung Jubir Jokowi: Fadjroel Rachman Jangan Marah